Bagaimana Pola Promosi Buku Anda? Statuskan Saja Bukumu!

Bukan zamannya lagi penulis hanya menulis dan duduk manis menunggu royalti.  Penulis sekarang harus punya skill berpromosi yang kuat.   Penulis tidak bisa lagi hanya mengAndalkan penerbit untuk mempromosikan bukunya.  Kalau ingin buku Anda dikenal dan laku di pasar, Anda harus mulai berkolaborasi dengan penerbit untuk mempromosikan buku Anda.

Nggak susah kok.
Di era sekarang, cara promosi produk yang paling sederhana, mudah dan murah adalah dengan berpromosi melalui status yang kita buat di media sosial. 

Walaupun demikian, jangan anggap remeh pola promosi ini.  Promosi di status media sosial yang dikemas secara kreatif bisa efektif hasilnya. 

Berikut saya berikan cara-cara mempromosikan buku Andai melalui status di media sosial.
1. Mengadakan Kuis berhadiah.  Kuis merupakan salah satu cara paling ampuh dalam hal mempromosikan buku di media sosial.  Dengan mengadakan kuis, kita dapat menarik perhatian dari target market kita karena pada dasarnya semua orang suka hadiah, bukan?  Mintalah orang-orang yang mengikuti kuis Anda untuk men-share dan me-like status Anda.
2. Dengan membedah buku kita melalui status facebook.  Bedah buku artinya berbagi informasi terkait dengan buku kita.  Berikan poin-poin menarik pada buku kita, yang membuat orang menjadi merasa harus membaca keseluruhan buku kita.
3. Share status ke berbagai komunitas.  Di media sosial banyak akun komunitas-komunitas yang berisi orang-orang yang memiliki kesamaan minat.  Hadirnya komunitas ini menjadi sasaran empuk para pebisnis untuk mempromosikan produk mereka.  Nah, penulis juga harus bisa menangkap fenomena ini.  Masuki komunitas tersebut lalu mulai promosikan buku Anda di sana dengan share status Anda.
4. Berinteraksi dengan orang yang like, share dan comment di status Face book.  ‘Pergerakan’ apapun dalam status FB akan membuat status tersebut bertahan lebih lama di time line.
5.  Jangan hanya fokus di satu jenis akun sosial media saja.  Kombinasi FB, Twitter maupun IG akan lebih memperluas jangkauan promosi.
6. Dukung pola promosi kita di sosial media dengan promosi melalui WA, siaran radio dan promosi langsung.

Jadi bagaimana Pola Promosi Buku Anda? Statuskan Saja Bukumu! Anda siap?


Menuliskan Mimpi Untuk Mendesain Keajaiban

Tak terhitung berbagai keajaiban yang muncul di tengah kesulitan.  Itulah alasan mengapa saya selalu ingin menghadirkan keajaiban bagi diri saya dan juga orang lain. Dengan menuliskannya.

Ada 101 keajaiban yang saya desain dan saya visualkan dalam bentuk tulisan.  Ada tangis, luka, pahit, bahkan kekonyolan yang saya alami untuk mewujudkannya.  Mimpi itu saya tulis sejak remaja, satu persatu mimpi itu saya capai salah satunya adalah ketika saya bangun dari tidur dan sudah menjadi seorang PENULIS.

Saya terbiasa menuliskan mimpi saya dalam bentuk dream board.   Melalui artikel ini saya ingin memberitahu Anda langkah-langkahnya :
Pertama, tuliskan mimpi Anda dengan kata-kata positif.  Pernah dengar kalau otak kita tidak mengenal kata ‘tidak’?  Karena itu mimpi harus diungkapkan dengan kata-kata positif.

Kedua, tuliskan mimpi Anda dengan spesifik.  Karena otak bawah sadar manusia itu ternyata selalu mengejar mimpi apabila mimpi itu spesifik.

Ketiga, ikatlah mimpi dan keajaiban yang ingin Anda wujudkan dengan terus menuliskannya.  Tidak hanya dalam dream board juga dalam berbagai tulisan Anda.

Mengapa dengan menuliskan mimpi Anda akan mendapat keajaiban?
Ketika menuliskan mimpi, tanpa sadar Anda sudah membuat goal atau target Anda sendiri.
Menurut para ahli, di dalam otak kita ada bagian yang dinamakan Reticular Active System.  Bagian ini berfungsi untuk mengejar target dan mengoreksi langkah kita apabila salah arah.
Menuliskan mimpi berarti mengaktifkan bagian tersebut dalam otak Anda.

Nah, kapan waktu yang tepat untuk mulai mendesain keajaiban yang Anda mimpikan?  SEKARANG
Percayalah semakin cepat Anda menuliskan mimpi Anda.  Semakin cepat Anda akan melaju untuk mencapainya.

Mari gantungkan mimpi setinggi-tingginya. 

Mimpi yang akan terus membakar semangat Anda.  Membuat Anda akan tetap berjuang dalam kondisi sesulit apapun, menembus berbagai hambatan hingga akhirnya mimpi Anda itu terwujud.
Masih banyak mimpi yang sedang saya perjuangkan untuk terwujud.  Saya yakin Andapun demikian.

Tetaplah berani untuk bermimpi besar dan terus menuliskannya.  Maka keajaiban itu akan datang. 

Kenapa Penulis Harus Gaul?

Gaul itu bukan berarti harus mengikuti semua arus kehidupan termasuk yang negatif.  Gaul disini artinya mengikuti tren perkembangan zaman.  Bisa mengikuti issue-issue terkini.  

Modal gaul penting untuk seorang penulis, karena penulis dituntut untuk membuat sebuah tulisan yang aktual. Jika seorang penulis tidak mengikuti tren, tulisannya akan kaku dan datar. 

Apakah gaul artinya penulis harus bisa mengubah ciri khas agar sesuai dengan berbagai generasi?  
Tentu saja bukan. 

Seorang penulis tidak perlu memaksakan diri untuk membuat tulisan yang bisa disukai semua generasi.  Para penulis senior rata-rata sudah punya segmen generasi sendiri. Memang bagus jika bisa merangkul semua segmen, tapi jika hanya eksis di segmen generasi tertentu atau di beberapa segmen saja juga tak masalah.

Memaksakan diri untuk masuk ke semua segmen dengan cara mengubah gaya menulis kita bisa mematikan idealisme dan ciri khas kita sebagai penulis.  Kemampuan yang harus dimiliki seorang penulis adalah menyelaraskan idealismenya agar bisa menyelami kehidupan semua generasi.

Menghasilkan sebuah tulisan yang memikat tidak harus dengan menggunakan bahasa dan gaya yang bukan ciri khas kita.  Tetaplah menjadi diri kita sendiri dalam memasukkan ide-ide positif dan pesan moral dalam tulisan kita. Sepanjang rasa ikhlas selalu bersama ujung pena, semua orang akan bisa merasakan kebaikan dalam setiap tulisan kita dan pada akhirnya bisa menerima ide-ide kita.
Lalu bagaimana cara mengikuti issue-issue terkini dan menyebarkan tulisan kita pada semua generasi?

Gunakan media sosial dengan aktif.  Media sosial dan penulis menjadi bagian yang tidak terpisahkan.   Bergaul di media sosial bisa memperluas jangkauan tulisan kita ke berbagai generasi.  Selain itu media sosial juga merupakan alat untuk membranding diri kita sebagai penulis pada segmen tertentu.

Di era sekarang, hal pertama yang dilakukan seseorang ketika berkenalan dengan orang baru adalah mengecek profil mereka di dunia maya.  Begitu pula dengan seorang calon klien ketika menerima tawaran jasa dari para penulis.  Memastikan calon penulisnya mempunyai portofolio, kredibilitas, dan profil yang cocok untuk penulisan pada segmen yang sesuai dengan yang dituju oleh klien.


Jadi, sudah tahu kan kenapa penulis harus gaul? 

Bisnis dan Menulis, Dua Hal yang Tidak Terpisahkan!

Program-program training yang saya usung mempunyai tujuan yang sama yakni membantu ibu rumah tangga pebisnis untuk mengembangkan kemampuan berbisnisnya dan juga kemampuan menulis.

Bagi saya, bisnis dan menulis, dua hal yang tidak terpisahkan!
Penulis harus bisa berbisnis.
Pebisnis harus bisa menulis.

Misi utama saya adalah melahirkan perempuan pebisnis sekaligus penulis yang handal di kedua bidang tersebut.  Perempuan-perempuan ini diharapkan bisa melahirkan kreativitas-kreativitas baru yang bermanfaat bagi diri sendiri, perusahaan dan masyarakat luas.

Pebisnis tidak cukup memperdalam ilmu bisnisnya saja.  Pebisnis yang bisa menulis akan memiliki kemampuan ekstra dalam memaparkan bisnisnya, menggali keunggulan produk yang dipromosikan dalam bentuk tulisan yang menarik.

Saya mengajari para pebisnis untuk konsisten menulis konten bisnisnya dalam bentuk artikel di blog, status facebook, IG, twitter, serta media sosial lainnya.  Tujuanya agar bisa memancing konsumen lebih banyak lagi.  Karena sekarang ini promosi bisnis sebagian besar dilakukan lewat media online.
Walaupun ada banyak freelance writer yang bisa di-hire untuk hal ini, tapi memiliki kemampuan menulis konten bisnis untuk produk sendiri tentu akan lebih baik, bukan?

Sebaliknya penulis juga harus bisa berbisnis untuk bisa meningkatkan penghasilannya.   Penulis yang sukses tidak cukup hanya mampu melahirkan buku saja, tapi juga harus mampu mempromosikan bukunya sendiri.  Di dunia penerbitan sekarang ini ada istilah penulis grade A.  Yakni penulis yang mampu melahirkan karya sekaligus turut aktif mempromosikan bukunya sehingga laris di pasaran.

Sekarang sudah nggak zamannya penulis buku hanya menulis buku lalu berdiam diri menunggu royalti.  Tumbuh pesatnya industri kepenulisan sekarang ini menyebabkan penerbit tidak mampu untuk melakukan promosi sendirian.  Harus ada kerjasama dari penulis untuk ikut aktif berpromosi.
Aktif berpromosi mulai saya lakukan untuk buku saya yang berjudul Full Time Mom vs Working mom.  Baik secara online maupun offline.  Berpromosi dengan kedua cara ini bukanlah masalah, karena kemajuan teknologi sekarang ini cukup membantu.  Saya bisa melakukan promosi lewat bedah buku langsung, siaran di radio, lewat WA, lewat FB dan lewat media sosial lainnya.  Langkah ini ternyata sangat efektif untuk meningkatkan penjualan buku saya.

Berbisnis dan menulis memang satu kesatuan.
Intinya, menulis harus BISA, berbisnis juga harus BISA!


Penulis Terkenal Mengalami Proses Menyedihkan Juga, Kok!


(Buku karya penulis alumni Sekolah Perempuan yang naskah pertamanya ditolak tapi berhasil masuk ke penerbit besar untuk naskah keduanya)

Sebelum menikah saya adalah wanita karir.  Setelah menjalani pernikahan, bukan hanya mengenai perubahan status yang saya hadapi, tetapi juga berbicara mengenai pilihan yang akan di ambil. 
Apakah saya akan terus melanjutkan karir bekerja di kantor, ataukah memilih menjadi ibu rumah tangga yang berkarya dari rumah.  Berkarya dengan menjadi Penulis misalnya.  Kedua  pilihan itu memiliki konsekuensi masing-masing.  Setelah saya mendiskusikan dengan suami, akhirnya saya memilih yang kedua.  Alhamdulilah keputusan ini adalah keputusan terbaik yang saya ambil. 
Tak hanya terjadi pada saya, , banyak orang yang sudah menjadikan menulis sebagai profesi utama mencari nafkah.  Menulis tidak lagi hanya sekedar hobi belaka.
Karena itu saya bisa bilang pada Anda semua, Resign karena mau jadi penulis? Why NOT?
Ya, kenapa tidak?  Banyak orang yang menjadikan profesi penulis menjadi profesi idaman.  Mungkin termasuk Anda juga.  Memandang bahwa menjadi penulis itu enak. Bisa bekerja di rumah dan dimana saja, dapat royalty melimpah dan terkenal.  Well, sebenarnya Anda salah. 
Sebelum menjadi terkenal seperti sekarang, kehidupan J.K. Rowling menyedihkan.  Naskahnya berkali-kali ditolak.  Dia perlu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.  Namun dia tak pernah berhenti berproses untuk menjadi penulis.  Komitmen dan konsistensi untuk tetap menulis membuat dia pada akhirnya bisa mewujudkan mimpinya. 
Jadi, kalau Anda memutuskan untuk resign untuk kemudian menjadi penulis hanya sekedar karena profesi itu tampak santai namun menjanjikan, Anda akan kecewa.  Karena disaat  sedang menjalani proses menjadi penulis dan belum mendapatkan apa yang Anda impikan. Anda akan mudah menyerah.
Memutuskan untuk menjadi penulis yang akan banyak bekerja dari rumah juga menuntut kemampuan kita untuk bisa memanajemen waktu dengan baik.  Targetlah diri Anda setiap hari untuk terus produktif menghasilkan tulisan.  Buktikan pada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa lebih produktif dan lebih baik  setelah Anda resign.
Resign karena mau jadi penulis? Why NOT? Namun sebelum memutuskan, pertimbangkan dengan matang.  Bekali diri Anda dengan pengetahuan di berbagai bidang.  Dan kalau Anda sudah benar-benar yakin, jalanilah keputusan Anda dengan suka cita.  Teruslah menulis, Menulis dan Menulis.





Menulis Memang Tidak Mudah, Tapi Pasti Bisa!

(Bersama buku ke-61)

Menulis adalah hobi saya.  Sejak SD, saya sudah membiasakan menulis.  Namun, menulis yang sesungguhnya alias benar-benar belajar menulis, mungkin baru saya lakukan ketika SMA. 
Langkah berani saya yang penulis pemula adalah mengirimkan naskah ke majalah GADIS tahun 1996 dan DIMUAT! Itulah yang menjadi faktor motivasi untuk meneruskan bergelut di dunia penulisan.  Ya, dari kemunculan karya pertama itu makin kuatlah keinginan lebih serius terjun di dunia penulisan. 
Kuatnya keinginan bukan berarti saya tidak pernah mengalami hambatan untuk memulai menulis.  Saya mengalami kekurangan ide bahan tulisan, juga kemacetan di tengah-tengah penulisan. 
Namun saya tidak menyerah.  Apa yang harus saya lakukan saat ide saya macet? Apa yang harus saya lakukan saat kehabisan bahan tulisan? Kuncinya ternyata hanya satu, saya harus bertahan untuk menulis.
Terus menulis tanpa henti.
Saat saya kehabisan ide, saya harus mencari ide.
Saat saya kehabisan bahan tulisan, saya harus mencari referensi.
Saat saya mengalami kemacetan, saya harus merefleksikan diri untuk lebih disiplin menulis.
Mulai dari disiplin menulis satu lembar per hari.  Lantas terus meningkatkan jumlah halaman perharinya.
Semakin hari, saya semakin diberi kemudahan untuk memulai menulis.
Seiring berjalannya waktu, hambatan memulai menulis yang pernah saya alami di awal karir penulisan mulai jarang terjadi.
Memulai menulis memang tidak gampang.  Dibutuhkan komitmen yang besar, karena selain harus intens terus menulis, juga harus konsisten.  Konsisten dalam arti, naskah yang ditulis harus selesai dan tidak terbengkalai.
Penulis juga akan mendapat banyak kemudahan dalam memulai menulis jika dia selalu mengupgrade kemampuan dirinya dengan kebiasaan membaca, tetap dinamis dan fleksibel untuk menerima ilmu-ilmu baru, pandai mengatur mood, pantang menyerah, mau belajar dari karya orang lain dan tidak pernah puas dengan karyanya.
Perlu Anda pahami, pada awal karir seorang penulis akan mengalami proses yang berliku seperti halnya proses metamorphosis.  Dari telur, berubah menjadi larva dan pada akhirnya akan mengalami metamorphosis yang sempurna. Perubahan menjadi kupu-kupu yang cantik akan segera terwujud seiring dengan ketekunan Anda menjalani proses sebagai penulis.  Anda mau?




4 Langkah Ide Menjadi Kerangka Naskah Buku




Kesulitan yang sering dihadapi penulis buku adalah kesulitan memulai yang disebabkan karena keringnya ide.  Prinsip saya, jika saya kehabisan ide, saya akan terus mencari ide. 
Terkadang ide itu muncul dengan sendirinya, namun tak jarang pula kita mengalami kebuntuan dalam menemukannya.
Betapa berharganya sebuah ide bagi seorang penulis.  Karena jangan berlama-lama, saat ide muncul di kepala, segera gali ide Anda dan wujudkan menjadi sebuah karya.
“Nah itu dia, menggali ide itu sama tidak mudahnya dengan menemukan ide.  Jadi harus bagaimana dong?”
Berikut ini 4 langkah ide menjadi kerangka naskah buku yang Anda ikuti :
1.      Catat, catat, catat.  Ide yang muncul dikepala harus segera ditangkap.  Mencatat adalah cara terefektif dalam menangkap ide.
2.      Perkaya dengan membaca berbagai referensi untuk memperluas wawasan berpikir Anda.  Membaca dan menulis itu adalah aktivitas yang berkaitan satu sama lain.  Anda tidak mungkin bisa menjadi penulis jika Anda tidak suka membaca.
3.      Kembangkan ide Anda.  Keluarkan isi kepala Anda dengan menggunakan mind mapping   Saya menggunakan mind mapping dalam memetakan pikiran saya untuk membuat alur rancangan buku yang ingin saya tulis.  Bagi saya mind mapping adalah langkah penting untuk menggali ide menulis.  Dengan mind mapping semua ide menjadi tergambar dengan jelas.  Saya jadi lebih mudah untuk mengurutkan ide-ide itu dalam masing-masing bab yang ingin saya kupas lebih mendalam
Mind mapping yang dibuat dengan detail dan sistematis dapat membantu mengembangkan ide-ide kita
Mind mapping juga dapat memandu kita dalam menuliskan pembahasan topik di setiap bab buku kita nantinya, mengaitkan setiap materi sesuai dengan tema-tema yang sudah kita tentukan
4.      Langkah terakhir, buatlah kerangka tulisan berdasarkan mind mapping yang sudah dibuat.  Buang bagian-bagian yang tidak perlu, susun yang dibutuhkan.  Rangkai menjadi satu kesatuan.  Lalu menulislah.
Nah mudah bukan?  Pesan saya, ide hanyalah ide jika Anda tidak menulis dan menulis setiap hari.  Proses menulis itu hanya menulis, bukan TEORI.  Berkomitmenlah pada diri sendiri untuk konsisten menulis setiap hari. Bisa?

7 Alasan Kenapa Perempuan Harus Menulis

Memang benar, jadi penulis tidak ada yang instan.
Mulai dari membaca.
Lalu merangkai kata.
Kadang beberapa kata perlu dikoreksi.
Menulis lagi.
Sempurnakan.
Koreksi lagi.
Bisanya karena BIASA.
TIdak ada yang bisa langsung keren jadi penulis.
Sekali lagi, semua karena KOMITMEN dan KONSISTENSI Anda menulis setiap hari
Biarpun jadi penulis tidak instan, tetapi Perempuan harus menulis.

Berikut adalah 7 Alasan Kenapa Perempuan Harus Menulis.
1. Kecanduan nulis jalan mudah kaya raya.  Saat kita kecanduan menulis, maka selain rasa bahagia tentu saja kita akan mendapatkan uang.  Menulis bisa jadi ladang berpenghasilan dari rumah.  Sudah banyak perempuan yang membuktikannya.
2. Cantik itu relatif.  Menjadi tua itu pasti.  Namun setiap perempuan selalu ingin kelihatan cantik dan awet muda, terutama di mata suami.   Tahukah Anda bahwa jalan mudah awet muda itu dengan menulis?  Karena menulis itu dapat memicu rasa bahagia, maka produksi endorphin pun akan aktif, dimana hormon ini dipercaya dapat membuat tubuh awet muda.
3. Menulis itu berbagi kebaikan yang akan mengalirkan pahala.  Menulis bisa menjadi salah satu jalan seorang perempuan menuju surga-Nya.  Jika tujuan kita menulis karena ingin meraih surga, rasa lelah dapat hilang, manfaat yang kita dapat lebih dari sekadar nilai materi.
4. Menulis membuat mental seorang perempuan lebih kuat.  Pada awal-awal merintis karir sebagai penulis mungkin saja karya-karya kita akan mengalami penolakan  Setelah ditolak kita akan belajar bagaimana menyempurnakan tulisan dan terus berproses sebagai penulis dengan semangat pantang menyerah.
5. Seringkali sebagai perempuan dengan segala macam kewajiban yang harus dijalankan kita menghadapi berbagai hambatan.  Namun dengan menulis kita akan menemukan sejuta keceriaan pada akhirnya.  Karena menulis membuat pikiran menjadi plong, beban berat tersalurkan.
6. Apa yang bisa dilakukan perempuan yang memilih jadi ibu rumah tangga penuh waktu agar tetap bisa berkarya? Salah satunya adalah menulis!
7. Dengan menulis perempuan bisa tetap sehat secara intelektual, mental dan sosial.  Menulis adalah aktivitas yang melibatkan semua aspek pembelajaran

Jadi, marilah menulis wahai para perempuan.


Menulis Dimulai dari Pengalaman

Saya suka menuliskan apa saja yang saya rasakan, yang saya inginkan dan terutama yang saya alami.  Ya, karena pengalaman pribadi merupakan tema yang paling mudah ditulis.  Selain itu pengalaman pribadi tiap orang itu pasti memiliki keunikan tersendiri.


Selama hidup setiap manusia akan memiliki pengalaman baru setiap harinya. Tak heran bila pengalaman bisa dijadikan sumber ide.  Entah itu kebahagiaan dalam keluarga, rahasia terkelam dan tersembunyi, masa lalu atau bahkan kesedihan. 

Saat kita pergi berwisata ke suatu tempat dan berniat untuk menuliskan pengalaman kita selama bepergian, banyak tema yang bisa kita jadikan bahan tulisan.  Tema tersebut bisa berupa ulasan kehidupan masyarakat, makanan khas daerah ataupun gambaran keindahan tempat yang kita kunjungi.

Memulai menulis dengan yang pernah kita alami dan paling dipahami akan membuat tulisan kita lebih tajam.  Yang kita perlukan hanyalah peka terhadap sekitar kita dan aktif menuangkan isi hati di keseharian kita. 

Salah satu trik yang bisa kita terapkan saat menulis berdasarkan pengalaman pribadi adalah kita bisa membayangkan seolah-olah tengah bercerita pada sahabat atau saat kita menulis di diary. 
Diary bisa dijadikan tempat mengasah keterampilan menulis.  Passion menulis saya juga berawal dari hobby saya menulis pengalaman-pengalaman hidup saya di diary. 

Seperti kata orang pengalaman adalah guru yang terbaik.  Hal tersebut berarti bahwa pengalaman hidup manusia di masa lalu adalah cerminan yang dapat dijadikan pelajaran untuk hidup lebih baik di masa depan.  Dari pengalaman, kita  dapat belajar untuk tidak mengulang kesalahan dan mengambil langkah terbaik untuk hari ini dan masa depan.

Pengalaman yang dituliskan akan menjadi pembelajaran bagi diri sendiri dan banyak orang.  Menceritakan pengalaman yang disertai dengan kemampuan kita untuk memaknai pengalaman tersebut akan menjadi poin lebih. 

Selain itu jadikan pengalaman yang dituliskan sebagai sarana kita untuk terus mengembangkan diri ke hal-hal yang positif.  Karena menulis itu proses metamorphosis untuk menyebarkan kebaikan.
Nah, Siapkah Anda bermetamorfosis untuk menyebarkan kebaikan melalui pengalaman Anda yang dituliskan?


Menjebol Penerbitan Tidak Sulit, Ini Serius!

Siapa pun bisa menjadi penulis produktif, asal percaya diri dalam menulis dan tidak malu mengirimkan karya yang sudah ditulis ke penerbit.  Susah nggak sih menjebol penerbit?


Menjebol Penerbitan tidak sulit, ini serius.  Saya sudah membuktikannya.  Begitu banyak ide di kepala dan kerap kali langsung saya tuangkan dalam bentuk tulisan.  Lalu dengan percaya diri saya kirimkan kepada penerbit. Dan ternyata, dimuat!  

Masa sih segampang itu?  Tentu saja ada tips nya.  Silahkan Anda simak baik-baik ya :
1. Kenali tulisan Anda ketika Anda akan menJODOHkannya dengan penerbit.  Penulis dan Penerbit itu jodoh-jodohan, alias cocok-cocokan.  Anda harus memahami penerbit mana yang cocok dengan tulisan Anda.  Hal ini dengan mudah Anda ketahui dengan mengunjungi situs penerbit yang Anda incar.
2. Kenali penerbit dari buku-buku yang diterbitkan.  Ada penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku pertanian.  Untuk penerbit seperti ini, jangan sekali-kali Anda mengirimkan naskah tentang politik karena sudah pasti naskah Anda nggak akan dilirik.
3. Terus upgrade kemampuan menulis Anda setiap saat.  Belajar melalui komunitas penulis atau berguru pada penulis-penulis senior adalah salah satu cara meningkatkan kemampuan menulis Anda.
4. Bacalah buku dan lihatlah terus perpetaan perbukuan di sekitar Anda.  Buku apa yang menarik untuk ditulis saat ini. 
Sengitnya persaingan di dunia buku, membuat penerbit harus menerbitkan buku yang bukan hanya sekadar terbit namun juga harus memiliki daya jual tersendiri di pasar buku. 
5. Jangan sungkan untuk bertanya pada penerbit,” apakah Anda membutuhkan penulis dengan spesifikasi seperti saya?” Lalu mulailah mengirimkan outline sesuai jenis naskah apa yang dibutuhkan oleh penerbit dan sesuai dengan spesifikasi Anda.

Demikian tips dari saya. 
Masih belum berhasil menjebol penerbitan?  Teruslah menulis dan jangan berhenti menulis meski tulisan anda belum menemukan jodoh penerbit. Jadikan diri anda penulis yang bernilai jual, dari mengejar penerbit kini dikejar penerbit. 
Anda pasti mau kan? Ayo gerakan jemari Anda, silahkan memulai menulis dari sekarang!