21 June 2017

Apa yang Akan Saya BERIKAN Pada Masyarakat Hari Ini?



Ada yang menarik di kumpul bersama anak-anak di suatu sore.

Jumlah anak yang per kemarin ada 69 orang bikin saya dan Nanit kewalahan, akhirnya kami sepakat membuat kelompok dengan masing-masing berjumlah 6-7 anak dan memiliki ketua kelompok.
Anak tertua disarankan menjadi ketua kelompok, tapi ternyata tidak semua anak mau.
Satu kelompok pemilihan ketuanya agak alot karena anak usia paling besar tidak mau jadi ketua, "Aku saja deh jadi ketuanya." ujar anak usia 5 tahun
WOW keren!
Terbentuklah 10 kelompok anak dan ketua bertugas mengamankan anggota yang ribut, mengatur lalu lintas komunikasi antar anggota.
"Kita akan belajar menjadi pemimpin ya, siap?" tanya saya
Dan semua menjawab serempak, "siaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap!"
Tugas pertama setiap kelompok membuat yel-yel kelompok dan berjalan lancar
Subhanallah, anak-anak sangat bertalenta.

Mengajar di Sekolah Gratis itu seperti bermain, hati selalu gembira.

Ya, ya, ya, SEKOLAH GRATIS dan Kedai7K membuat saya bergairah setiap hari.
Membuat saya selalu bertanya pada diri sendiri setiap bangun tidur, "Apa yang akan saya BERIKAN pada masyarakat hari ini?"

Bismillah, Semoga dengan hadirnya team Kedai7K yang semangat BERBAGInya tinggi membuat lebih banyak masyarakat yang MAKAN KENYANG, KANTONG TENANG, dan HATI SENANG dan semoga Kedai7K jadi jembatan kita semua untuk MENABUNG PAHALA.  

Insya Allah PENYEBARAN nasi Kedai7K semakin banyak, mencapai 12 RT bisa kami bagikan secara gratis. Tentu tak lepas dari kerjasama dengan sukarelawan penyebaran nasi dan donatur hari Jum'at.

Alhamdulillah, sejak 9 Juni 2017 dapat izin dari suami dan langsung coaching mendadak dengan pak Ary Gunawan Ciamik, 12 Juni 2017 kami soft launching alias langsung UJI COBA PASAR, semua kebutuhan sedekah harian INDSCRIPT ditangani Kedai7K. Hasilnya? alhamdulillah saya bahagia karena bisa lebih banyak menyebar nasi!

Artinya dalam 5, sudah ratusan paket nasi kami sebar. Pernah kami menyebarkan 200an paket nasi dalam sehari!  BAHKAN kami membuat titik-titik penyebaran ke lokasi miskin, sedekah nasi menjadi jauh lebih mudah dan murah karena Kedai7K.

Kadang, SOLUSI memang selalu muncul setelah MASALAH!
Masalah bahan pangan yang MAHAL telah menghasilkan KEDAI MAKAN MURAH!

Allah tolong kuatkan langkah ini....

Mengajari Nanit dan Ammar Mencintai Allah dan Rasulullah



Berdiskusi bersama Nanit dan Ammar adalah aktivitas rutin kami setiap hari.  Ada saja diskusi menarik yang terjadi setiap harinya.

Seperti suatu hari Nanit saya wawancara di kelas online dalam pembahasan IBU dan ANAK MENULIS.
"Nanit, apa yang harus dilakukan seorang Ibu agar anaknya bisa menulis?" tanya saya
Dia dengan kalem menjawab, "Ibu harus mendukung apa yang dilakukan anak sehingga mereka bisa berkembang"
Aduuh aduh, jawaban ketuaan.

Lain lagi cerita tentang Ammar.
Setiap anak meminta apapun, saya dan suami selalu mengatakan, "Berdoa sama Allah semoga Allah ngasih"
Mungkin itu sangat mengena di hati si bungsu, Ammar.
Menjelang tidur dia mengatakan banyak keinginan yang ingin dicapai
"Tapi, Ammar terus minta sama Allah, karena semua yang Bunda dan Ayah miliki juga punya Allah. Allah yang kasih buat kita, jadi Ammar minta saja sama Allah apa yang Ammar mau."
Dada saya berdesir kencang...
Seolah kembali mengingatkan diri dan hati ini mengenai APAPUN YANG INGIN DICAPAI ADA ALLAH YANG AKAN MEWUJUDKANNYA.
Hanya Allah...
Cukup Allah...
Minta sama Allah...

Bahkan jika tidak tercapai pun, Allah pasti punya alasan.
Nanit dan Ammar memang kami ajari untuk selalu berserah pada Allah.  Mencintai Allah dan Rasulullah dengan sepenuh hati.

Tadi malam bersama teman-teman Nanit, saya menonton kisah detik-detik akhir Rasulullah.
Saya menangis tersedu-sedu melihat filmnya, air mata mengalir deras mengikuti kisah tersebut. Tangisan yang awalnya diam-diam berubah menjadi isakan, akhirnya anak-anak menatap saya sambil saling colek.
Setelah anak-anak pulang, saya kembali melanjutkan film dengan Nanit, Ammar, dan Ayahnya. Airmata tetap tumpah tak terbendung, saya rindu Rasulullah.
Selesai menonton kami bergegas tidur...
"Apa yang membuat Bunda menangis?" tanya Nanit.
"Tentang kecintaan Rasul pada umatnya dan pesan-pesan beliau mengenai menjaga sholat dan menyayangi orang yang lemah. Tidak ada seorangpun memiliki jiwa penuh cinta seperti beliau. Bunda umat yang tidak sempurna menjalankan pesan itu." saya masih menangis
"Bun, maaf ya aku tidak menangis, sungguh aku belum paham tentang hal ini" ujar Nanit sambil memeluk saya.
Ah iya, anakku, tekad Bunda dan Ayah, engkau dan seluruh saudaramu akan menjadi orang-orang pecinta Rasul dan meneruskan sunah-sunahnya...

Pensiun




Kalau saya sudah membicarakan pensiun, saya akan diinbox banyak ibu dan meminta saya tidak pensiun secepat yang saya inginkan.

"Saya masih butuh teteh"
"Bagaimana kalau teteh pensiun, apakah masih mendampingi saya?"
"Teteh akan hilang dari peredarankah?"
dan banyak sekali yang inbox saya dan merasa kalau saya pensiun saya akan menghilang.
PADAHAL...
 
Saya hanya pensiun dari INDSCRIPT karena pada saat itu sudah terjadi REGENERASI di dalam perusahaan.
Saya mungkin sudah lebih sering tinggal di desa mengurus peternakan, kebun, dan jalan-jalan di sawah.
Saya bisa jadi lebih sering pergi berdua dengan suami.
Saya lebih banyak ngemong anak bayi *ehem.
Saya sedang mengurus banyak anak-anak di Sekolah Gratis, Aamiin.
Semoga Allah memberi usia dan keberkahan hingga tercapai cita-cita ini.
TAPI...
 
Saya akan tetap konsen dengan aktivitas sosial mendampingi para perempuan berkarya dari rumah.
Saya akan semakin semangat mendirikan lebih banyak titik Sekolah Gratis.
Saya siap kapanpun dihubungi melalui wa, telegram, fb, dan semua alat komunikasi kekinian.
SEMOGA...
 
Kita tetap bersahabat baik...
Kita tetap bersama...

Kita tetap bershilaturahmi...

Kita akan tetap jadi saudara...

TUGAS SEORANG PEREMPUAN ITU TIDAK MUDAH tapi juga tidak perlu dibuat menjadi lebih sulit dengan selalu berpikir "ini sulit, ini susah, ini kacau, ini bikin stress"
Untuk memudahkan semua pekerjaan seorang ibu, bisa dimulai dengan terus UPDATE dan UPGRADE diri. 

Seorang Perempuan tidak boleh MALAS BELAJAR!
Perempuan juga harus pintar memanajemeni waktu.  Tidak bisa tidak!

SHARING mengenai manajemen waktu adalah sharing yang paling banyak saya lakukan kepada ibu-ibu. Kenapa? karena memang problem terbesar perempuan ada disana...
Segudang aktivitas yang dilakukan seringkali membuat waktu 24 jam terasa kurang. Terutama untuk ibu-ibu dengan multiperan.

Tak sedikit ibu rumah tangga yang saya kenal juga sebagai pebisnis hebat.  Mungkin bagi sebagian orang OMZETNYA masih sederhana, tapi semangat juang para Ibu Rumah Tangga ini sangat MEWAH!

Dengan BELAJAR sangat mungkin mencapai banyak hal, ILMU memang memudahkan mencapai IMPIAN.

Dari ratusan ribu ke jutaan...
Dari jutaan ke belasan juta...
Dari belasan juta ke puluhan juta...
Seterusnya bergerak karena ILMU dan ACTION...
Menjadikan bisnis menjadi bermanfaat.

Seperti selalu diingatkan oleh suami saya, BISNIS ITU DIUKUR DARI SEBERAPA BESAR MANFAATNYA BUKAN SEBERAPA BESAR OMZET ATAU PROFITNYA

Ya Allah mohon kuatkan HATI semua perempuan yang RAPUH, taburi SEMANGAT dalam perjalanannya yang BERLIKU.  Kita saling do'akan yang terbaik untuk masa depan perempuan Indonesia...

Tugas saya setelah pensiun adalah menyebarkan MANFAAT lebih banyak dari bisnis yang telah diregenerasikan dan atas restu suami saya akan fokus pada GERAKAN SOSIAL PENGASUHAN ANAK, yang telah saya mulai sekarang ini.  Mohon do'a 1000 titik pertama Sekolah Gratis berdiri.