23 February 2017

BUKU dan IMPACTNYA!



Hari ini saya mengedukasi seluruh jaringan Indscript kenapa buku kami dengan ketebalan yang sama harganya bisa BERBEDA...

Buku kami berupa WORKBOOK alias buku yang sangat kental dengan LATIHAN dan INTERAKSI antara penulis dan pembacanya bukan hanya TEXT BOOK saja.

Kami memberikan banyak pertanyaan yang harus DIJAWAB, bahkan ada satu buku yang mengisi setiap halamannya tidak boleh BOLONG dan dilakukan SETIAP HARI selama 30 hari.

Awwww harus banyak mikir kalau baca buku yang diterbitkan Indscript Training Center.  Ya, kami mengajak semua pembaca BERPIKIR dan MEMECAHKAN PERSOALANnya melalui BUKU.

Lantas, kenapa mahal ya? karena harga buku itu akhirnya menyesuaikan dengan IDE dan IMPACT yang akan didapatkan oleh sang pembeli buku alias PENGISI WORKBOOKNYA.

Penasaran bukan WORKBOOK 56 halaman bisa seharga 500K?

Kenapa saya membuat WORKBOOK? sebab interaksi saya dengan para emak membuat saya paham masalah mereka di lapangan dan buku ini semoga MENJADI SOLUSINYA.

Perempuan butuh GUIDE untuk BISNIS dan NULIS bukan hanya sekedasr TEORI.

Memang sempat ada yang protes: WORKBOOKnya MAHAL Tapi NGGAK ADA TEXTNYA.
Namanya juga WORKBOOK bukan BUKU TEXT.

Workbook itu penuh dengan LATIHAN yang musti DIISI bukan hanya dibaca.
Eh tapi, benar nggak sih kalau beli baju 200ribuan terasa murah TAPI kalau beli buku 200ribuan terasa mahal banget?

Nggak semua yang merasa begitu ternyata.     Ada seorang pebisnis yang membeli WORKBOOK total senilai 20juta HANYA untuk diberikan pada JARINGAN PENJUALNYA (Distributor dan reseler).  Kepeduliannya kepada jaringan pemasarannya agar bertumbuh patut diacungi JEMPOL!

Sempat salah sangka awalnya, saya yang dari awal menjelaskan bagaimana cara menjual workbook, tetiba beliau mengirimi saya VOICE, "Teteh, saya nggak jualan workbook tapi mau memberikan workbook pada jaringan distributor saya.  Hmmm, speechless.

Alhamdulillah  buku Dinii Fitriyah sudah siap terbit, sekarang mulai janjian sama Novita Ariestanty untuk bikin rancangan bukunya juga.

Ya, para mentor Indscript selain mesti terus update dengan inovasi juga harus bisa menulis buku.

Cicah Masy'adah dan Jumratul Aliyah, siap-siap menetas jadi penulis juga ya.

Untuk Anda, perempuan Indonesia, selamat mengerjakan tugas-tugas dalam workbook INDSCRIPT.

Ingin Berlari di Angkasa Bersama Indscript?

Tadi malam sukses air mata saya mengalir deras saat curcol dengan 170an pasukan Indscript:
Saya sungguh-sungguh akan belajar untuk memahami team dengan melambatkan lari dan menunggu kami siap lari bersama sama cepatnya...

Sekarang kami sedang belajar bersama dan segera mencapai puncak karir sebagai LEADER yang siap mencetak 1.000 jaringan baru dari kalangan Ibu Rumah Tangga 

Terimakasih sudah membuat saya paham bahwa melambatkan lari bukan berarti membuat kita tertinggal, tapi membuat kita semakin KUAT dan HEBAT dengan KEKUATAN yang SEIMBANG....
Indscript membentuk KEKUATAN antar Perempuan

Kalau ada yang mau gabung di INDSCRIPT saya selalu bilang:
Indscript banyak aturan
Produknya butuh edukasi
Harus konsisten 

Saya memberi tahu yang pahit-pahit dulu KARENA saya ingin yang jadi LEADER Indscript adalah yang secara sadar bergabung, tahu peta melangkah, punya motivasi tinggi untuk maju, bukan yang manja, lembek, nunggu intruksi, dan mudah menyerah.
Boleh jalan kayak siput tapi emang lahannya ya di pinggir jalan
Kalau mau lari kayak mobil, bisa di jalan raya
Mau kayak jet, ada di angkasa
Analogi itu seperti halnya pebisnis, terserah mau pilih jalan seperti apa
Kalau saya pilih JET, soalnya pesaingnya di angkasa bisa diitung jari, nggak kayak di jalanan yang bisa macet apalagi di pinggir jalan sesak sama pejalan kaki lainnya
Kalau mau kayak JET siapkan sarananya yaitu TEKNOLOGI
Saya juga awalnya menyerah kok sama teknologi, sekarang NGGAK MAU BILANG SAYA GAPTEK!

Saya INSYAF dan mau MELEK TEKNOLOGI
Mulai dengan menggunakan video
Lalu menggunakan TELEGRAM
Sekarang membina LEADER baru pakai TELEGRAM JUGA!
Biar dari 300K bisa jadi penghasilan JUTAAN memang musti menganologikan sebagai JET!

Siap LARI di angkasa bareng saya?
Kita SUKSES sejak dini jangan tunggu lagi!
Nggak usah pakai TAPI dan NANTI!
Saya SERIUS membina LEADER baru INDSCRIPT masa yang dibina nggak SERIUS dapat penghasilan WOW

Alhamdulillah bulan kemarin ada yang sudah tembus FEE 12 juta.  Bagaimana,  ingin berlari di angkasa bersama kami?

Mengapa Dewa Eka Prayoga Memutuskan Untuk Menjadi Penulis?



Finally lengkap sudah mentor kelas BISNIS PENULISAN, bakal jadi grup vokal satu emak dan dua bapak muda.  Saya, Indari Mastuti bersama Tendi Murti dan Dewa Eka Prayoga.
Hmm…yang nggak kenal dengan Dewa Eka Prayoga?
Buat yang belum kenal, tulisan ini adalah tulisan Dewa Eka Prayoga, yang saya kutip untuk Anda semua agar kenal atau lebih mengenal sosok beliau.  Silahkan disimak.

Selain membaca, menulis adalah hobi saya.
Tapi tahukah Anda, awalnya Saya tidak tertarik sama sekali dengan dunia kepenulisan...
Buku pertama Saya dikritik habis oleh pakar-pakar kepenulisan. Memang sih, angka penjualannya cukup memuaskan, tapi kritikan mereka membuat Saya berpikir, "Sepertinya Saya tidak punya Bakat menulis"
Satu tahun berlalu, Saya benar-benar berhenti menulis. Malas, tulisannya jelek.

Namun, skenario Allah berkata lain. Ketika itu Saya mengalami kebangkrutan besar. Nggak ada yang bisa Saya lakukan selain mencurahkan isi pikiran Saya dalam sebuah buku, terbitlah "7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula", best seller dalam 1 bulan.

Saya berpikir. Dan terus berpikir.
Mungkin ini jalan hidup Saya. Karena tidak mungkin dua buku Saya tersebut menjadi Best Seller jika Allah tak mengizinkan.
Saya merenung.
Saya mencoba menggali motivasi terkuat kenapa Saya harus rajin menulis dan menuangkannya dalam bentuk buku.
Saya menemukannya.
Dan setelah Saya menemukannya, Saya tidak pernah berhenti menulis, bahkan ketika harus melawan sakit sekalipun.
Inilah alasan Saya:

Pertama, Bermanfaat untuk Banyak Orang.
Saya terus berpikir, "Apa yang harus Saya lakukan agar bisa terus bermanfaat bagi banyak orang sementara Saya bisa diam di rumah bersama anak dan istri tercinta?"
Saya sempat rajin mengisi seminar dimana-mana. Sebulan bisa 8-10x. Tapi Saya menyadari, akan ada akhirnya. Dimana ketika Saya sakit, maka Saya tidak bisa berbagi lagi.
Memuangkannya dalam bentuk buku adalah solusi terbaik. Lalu Saya rajin menulis buku, bahkan 2-3x dalam setahun, hanya karena ingin bermanfaat bagi banyak orang.
Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya?

Kedua, Meninggalkan Jejak di Kehidupan.
Saya takut kematian. Jujur, rasanya dosa yang diperbuat terlalu banyak ketimbang kebaikan yang dilakukan.
Saya terus merenung, "Kalau Saya mati nanti, orang2 merasa kehilangan gak ya?". Atau pertanyaan, "Kalau Saya mati nanti, hal apa yang bisa Saya tinggalkan di muka bumi?"
Saya menemukan jawabannya. Bukulah salah satunya.
Menulis buku akan menjadi jejak yang bisa kita tinggalkan di bumi. Suatu saat, Saya cucu kita ditanya, "Oh, kamu cucunya Pak Dewa ya? Beliau semasa hidupnya menginspirasi banget. Saya banyak belajar dari kisah dan pengalamannya di buku-bukunya".
Ahh... senang sekali rasanya, jika nama kita diingat walaupun kita telah tiada. Bayangkan nama itu Anda.

Ketiga, Meleverage Income dan Kebaikan.
Betul, tidak bisa dipungkiri, selain kebaikan yang ter-leverage (seperti yang Saya jelaskan di poin pertama tadi), menulis buku juga dapat meleverage income Anda.
Saya sudah merasakan. Dan terus merasakannya.
Tak terhitung sudah, income yang Saya terima dari hasil penjualan buku, mungkin 1 milyar lebih. Lupa.

Tentu agar incomenya banyak, jualannya kudu jago. Buku Anda harus best seller, bahkan Mega-Best Seller. Baru hasilnya bisa Anda nikmati dan rasakan.

Tahun ini, di tahun 2017, Saya tak hanya bersemangat untuk menelurkan buku-buku baru, tapi juga ingin membantu kawan2 untuk mampu menulis buku dan menerbitkannya. Apapun genre bukunya, tak harus bisnis, sesuai keahlian dan passion Anda.

Alhamdulillah, setelah berbincang dengan partner Saya di KMO Indonesia, Mas Tendi Murti (Penulis yang sudah melahirkan banyak buku, baik sebagai Writer maupun Ghost Writer), akhirnya kami memutuskan membuka kelas dengan topik: BERBISNIS TULISAN.

Tak hanya kami berdua, kami pun mengajak Teh Indari Mastuti (Penulis yang udah malang melintang di dunia kepenulisan dan menghasilkan banyak karya), yang siap berbagi pengalaman dan strategi memonetize tulisannya agar menjadi pundi-pundi rupiah.

Kelas pertama yang kami bertiga usung terbatas hanya untuk 250 orang dan alhamdulillah langsung terisi dalam waktu yang relative singkat.  Apakah Anda salah satu pesertanya? Jika belum, jangan sampai Anda ketinggalan untuk kelas berikutnya ya.

Sudah NGGAK MUSIM MENYALAHKAN PESAING!



Merasa bisnis down?
Produk mendadak nggak laku?
Terus mau menyalahkan pesaing? ah NGGAK MUSIM!
Jangan salahkan pesaing tapi SALAHKAN DIRI SENDIRI
Jangan-jangan kita kurang berIMPROVISASI
Jangan-jangan kita nggak berani berINOVASI
Jangan-jangan kita nggak pernah PERNAH BELAJAR dan ACTION lebih cepat
Jangan-jangan saking sibuknya lihat pesaing jadi LELAH BERAKSI
Pesaing itu jangan disalah-salahkankarena dalam hal apapun akan selalu ada
Sukses kita ada di tangan kita bukan siapapun
Mulai sekarang STOP salahkan pesaing!
Stop bilang: habis produk di sana murah banget sih, banting harga
Stop bilang: habis dia kasih diskon melulu jadi pelanggan saya lari
Stop bilang: habis promosinya lebay jadi banyak yang terjebak
atau malah dengan kejam bilang, "padahal produk dia jelek banget, kok bisa laku?"
Hmm, PLEASE STOP!

Mulai INTROSPEKSI DIRI, LANGKAH, dan SEGERA LARI!
Anda kan nggak tahu kalau:
Pesaing itu PEMBELAJAR *dia mau belajar terus
Pesaing kita KONSISTEN *dia nggak pernah lelah promosi
Pesaing kita KOMIT sama GOALSnya dan terus mengejar hingga tercapai!
Ya kita hanya lihat pesaing dari permukaan tak tahu betapa GIGIHNYA DIA BERJUANG!

Mulai sekarang :
Bukalah pikiran Anda, terima kritikan dari orang-orang terdekat dengan tangan terbuka, jangan baperan.  Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, tidak Anda, tidak juga saya. Itu sebabnya ketidaksempurnaan akan menimbulkan KRITIK baik kritik kejam maupun kritik membangun dan jika kita paham mengenai konsep ketidaksempurnaan maka menerima KRITIK sama asyiknya seperti sedang melahap makanan bergizi: MEMBUAT KITA dan BISNIS KITA LEBIH SEHAT dan BISA MENYEMPURNAKAN LANGKAH.

Teruslah belajar.  Bisnis akan NAIK seiring KENAIKAN ILMU dari ownernya.

Teruslah berinovasi, jangan takut salah.  Pebisnis harus bisa MENTOLERIR KESALAHAN, dari kesalahan kita tahu POLA BISNIS PALING TEPAT.  Kesalahan di masa lalu tidak perlu membuat Anda jadi rendah diri dan malu.  Orang sukses adalah mereka yang bisa menceritakan masa lalu dengan mata berbinar, tidak peduli sekelam apa masa lalunya, yang penting bisa mengambil banyak pelajaran dari masa lalunya.

Perbaikilah karakter Anda menjadi lebih baik.  Bersihkan hati dari  rasa BENCI dan IRI HATI KARENA keduanya hanya jadi penghalang REZEKI.  Anda tidak akan SUKSES dengan MENGHINAKAN orang lain.  KESUKSESAN itu 20 persen STRATEGI dan 80 persen KARAKTER

Siapkah?