25 April 2016

Menulis Memang Tidak Mudah, Tapi Pasti Bisa!

(Bersama buku ke-61)

Menulis adalah hobi saya.  Sejak SD, saya sudah membiasakan menulis.  Namun, menulis yang sesungguhnya alias benar-benar belajar menulis, mungkin baru saya lakukan ketika SMA. 
Langkah berani saya yang penulis pemula adalah mengirimkan naskah ke majalah GADIS tahun 1996 dan DIMUAT! Itulah yang menjadi faktor motivasi untuk meneruskan bergelut di dunia penulisanYa, dari kemunculan karya pertama itu makin kuatlah keinginan lebih serius terjun di dunia penulisan. 
Kuatnya keinginan bukan berarti saya tidak pernah mengalami hambatan untuk memulai menulis.  Saya mengalami kekurangan ide bahan tulisan, juga kemacetan di tengah-tengah penulisan. 
Namun saya tidak menyerah.  Apa yang harus saya lakukan saat ide saya macet? Apa yang harus saya lakukan saat kehabisan bahan tulisan? Kuncinya ternyata hanya satu, saya harus bertahan untuk menulis.
Terus menulis tanpa henti.
Saat saya kehabisan ide, saya harus mencari ide.
Saat saya kehabisan bahan tulisan, saya harus mencari referensi.
Saat saya mengalami kemacetan, saya harus merefleksikan diri untuk lebih disiplin menulis.
Mulai dari disiplin menulis satu lembar per hari.  Lantas terus meningkatkan jumlah halaman perharinya.
Semakin hari, saya semakin diberi kemudahan untuk memulai menulis.
Seiring berjalannya waktu, hambatan memulai menulis yang pernah saya alami di awal karir penulisan mulai jarang terjadi.
Memulai menulis memang tidak gampang.  Dibutuhkan komitmen yang besar, karena selain harus intens terus menulis, juga harus konsisten.  Konsisten dalam arti, naskah yang ditulis harus selesai dan tidak terbengkalai.
Penulis juga akan mendapat banyak kemudahan dalam memulai menulis jika dia selalu mengupgrade kemampuan dirinya dengan kebiasaan membaca, tetap dinamis dan fleksibel untuk menerima ilmu-ilmu baru, pandai mengatur mood, pantang menyerah, mau belajar dari karya orang lain dan tidak pernah puas dengan karyanya.
Perlu Anda pahami, pada awal karir seorang penulis akan mengalami proses yang berliku seperti halnya proses metamorphosis.  Dari telur, berubah menjadi larva dan pada akhirnya akan mengalami metamorphosis yang sempurna. Perubahan menjadi kupu-kupu yang cantik akan segera terwujud seiring dengan ketekunan Anda menjalani proses sebagai penulis.  Anda mau?




No comments: