25 April 2016

Penulis Terkenal Mengalami Proses Menyedihkan Juga, Kok!


(Buku karya penulis alumni Sekolah Perempuan yang naskah pertamanya ditolak tapi berhasil masuk ke penerbit besar untuk naskah keduanya)

Sebelum menikah saya adalah wanita karir.  Setelah menjalani pernikahan, bukan hanya mengenai perubahan status yang saya hadapi, tetapi juga berbicara mengenai pilihan yang akan di ambil. 
Apakah saya akan terus melanjutkan karir bekerja di kantor, ataukah memilih menjadi ibu rumah tangga yang berkarya dari rumah.  Berkarya dengan menjadi Penulis misalnya.  Kedua  pilihan itu memiliki konsekuensi masing-masing.  Setelah saya mendiskusikan dengan suami, akhirnya saya memilih yang kedua.  Alhamdulilah keputusan ini adalah keputusan terbaik yang saya ambil. 
Tak hanya terjadi pada saya, , banyak orang yang sudah menjadikan menulis sebagai profesi utama mencari nafkah.  Menulis tidak lagi hanya sekedar hobi belaka.
Karena itu saya bisa bilang pada Anda semua, Resign karena mau jadi penulis? Why NOT?
Ya, kenapa tidak?  Banyak orang yang menjadikan profesi penulis menjadi profesi idaman.  Mungkin termasuk Anda juga.  Memandang bahwa menjadi penulis itu enak. Bisa bekerja di rumah dan dimana saja, dapat royalty melimpah dan terkenal.  Well, sebenarnya Anda salah. 
Sebelum menjadi terkenal seperti sekarang, kehidupan J.K. Rowling menyedihkan.  Naskahnya berkali-kali ditolak.  Dia perlu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.  Namun dia tak pernah berhenti berproses untuk menjadi penulis.  Komitmen dan konsistensi untuk tetap menulis membuat dia pada akhirnya bisa mewujudkan mimpinya. 
Jadi, kalau Anda memutuskan untuk resign untuk kemudian menjadi penulis hanya sekedar karena profesi itu tampak santai namun menjanjikan, Anda akan kecewa.  Karena disaat  sedang menjalani proses menjadi penulis dan belum mendapatkan apa yang Anda impikan. Anda akan mudah menyerah.
Memutuskan untuk menjadi penulis yang akan banyak bekerja dari rumah juga menuntut kemampuan kita untuk bisa memanajemen waktu dengan baik.  Targetlah diri Anda setiap hari untuk terus produktif menghasilkan tulisan.  Buktikan pada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa lebih produktif dan lebih baik  setelah Anda resign.
Resign karena mau jadi penulis? Why NOT? Namun sebelum memutuskan, pertimbangkan dengan matang.  Bekali diri Anda dengan pengetahuan di berbagai bidang.  Dan kalau Anda sudah benar-benar yakin, jalanilah keputusan Anda dengan suka cita.  Teruslah menulis, Menulis dan Menulis.





No comments: