24 April 2016

Menulis Dimulai dari Pengalaman

Saya suka menuliskan apa saja yang saya rasakan, yang saya inginkan dan terutama yang saya alami.  Ya, karena pengalaman pribadi merupakan tema yang paling mudah ditulis.  Selain itu pengalaman pribadi tiap orang itu pasti memiliki keunikan tersendiri.


Selama hidup setiap manusia akan memiliki pengalaman baru setiap harinya. Tak heran bila pengalaman bisa dijadikan sumber ide.  Entah itu kebahagiaan dalam keluarga, rahasia terkelam dan tersembunyi, masa lalu atau bahkan kesedihan. 

Saat kita pergi berwisata ke suatu tempat dan berniat untuk menuliskan pengalaman kita selama bepergian, banyak tema yang bisa kita jadikan bahan tulisan.  Tema tersebut bisa berupa ulasan kehidupan masyarakat, makanan khas daerah ataupun gambaran keindahan tempat yang kita kunjungi.

Memulai menulis dengan yang pernah kita alami dan paling dipahami akan membuat tulisan kita lebih tajam.  Yang kita perlukan hanyalah peka terhadap sekitar kita dan aktif menuangkan isi hati di keseharian kita. 

Salah satu trik yang bisa kita terapkan saat menulis berdasarkan pengalaman pribadi adalah kita bisa membayangkan seolah-olah tengah bercerita pada sahabat atau saat kita menulis di diary. 
Diary bisa dijadikan tempat mengasah keterampilan menulis.  Passion menulis saya juga berawal dari hobby saya menulis pengalaman-pengalaman hidup saya di diary. 

Seperti kata orang pengalaman adalah guru yang terbaik.  Hal tersebut berarti bahwa pengalaman hidup manusia di masa lalu adalah cerminan yang dapat dijadikan pelajaran untuk hidup lebih baik di masa depan.  Dari pengalaman, kita  dapat belajar untuk tidak mengulang kesalahan dan mengambil langkah terbaik untuk hari ini dan masa depan.

Pengalaman yang dituliskan akan menjadi pembelajaran bagi diri sendiri dan banyak orang.  Menceritakan pengalaman yang disertai dengan kemampuan kita untuk memaknai pengalaman tersebut akan menjadi poin lebih. 

Selain itu jadikan pengalaman yang dituliskan sebagai sarana kita untuk terus mengembangkan diri ke hal-hal yang positif.  Karena menulis itu proses metamorphosis untuk menyebarkan kebaikan.
Nah, Siapkah Anda bermetamorfosis untuk menyebarkan kebaikan melalui pengalaman Anda yang dituliskan?


No comments: