Imunisasi Lewat Care Mobile

”Data terakhir WHO, kematian balita sebesar 1,4 juta jiwa per tahun akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, misalnya: batuk rejan 294.000 (20%), tetanus 198.000 (14%), campak 540.000 (38%). Di Indonesia sendiri, UNICEF mencatat setiap dua puluh menit seorang anak Indonesia meninggal karena campak." (sumber: http://www.imunisasi.net/).
Untuk itu, pemerintah kian giat melakukan imunisasi dengan memaksimalkan berbagai media. Sebut saja posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu yang sudah tersebar di berbagai wilayah bahkan hingga pelosok. Umumnya, terdapat di balai dusun, kelurahan, sampai balai RW. Bahkan sudah memiliki daftar imunisasi wajib. Seperti BCG, Hepatitis B, Polio, DTP, serta campak.    
Puskemas juga bekerja sama dengan perangkat masyarakat, seperti kepala desa, ketua RW, dan ketua RT. Secara berkala memberikan vitamin yang bisa dibagikan ketika momen pertemuan rutin arisan dan PKK. Pemberian vitamin tersebut tentu berdasarkan data mengenai jumlah dan usia balita di kawasan tersebut. Para Ibu dihimbau untuk memberikan kepada anaknya.
Selain itu, masih ada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS. Sasarannya adalah para murid Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung pada bulan tertentu. Petugas kesehatan mendatangi sebagian besar tempat pendidikan tersebut untuk memberikan vaksin. Tujuannya agar menimimalisir penyebaran penyakit di sekitar dan meningkatkan kesehatan anak-anak sehingga dapat tumbuh dengan sehat.
Saat ini pun telah mendapatkan dukungan dari Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC). Pun tengah bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di masing-masing Propinsi (DKI Jakarta dan Jawa Barat) melahirkan program Ronald McDonald Care Mobile. Berupa klinik berjalan yang memberikan imunisasi wajib, pelayanan konsultasi, serta pemeriksaan kesehatan anak.

Simak pula testimoni mengenai Ronald McDonald Care Mobile berikut ini. "Masyarakat terus membawa bayi atau balita mereka ke posyandu untuk diimunisasi, sehingga para kader tidak kesulitan mengumpulkan masyarakat. Mereka akan terus berdatangan karena mereka telah memahami pentingnya imunisasi bagi anak-anak mereka,” kata Hj. Junengsi, kader posyandu Kelurahan Kalibaru. Nah, bagi yang ingin mengenal lebih jauh dengan program Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) dapat membaca di http://rmhc.or.id/.  

Apa yang paling sulit dikawal? HATI!


Maka banyak orang yang bilang, "hati siapa yang tahu?" Sebaik-baiknya manusia kita tidak pernah tahu hatinya.
Ini yang membuat saya senantiasa khawatir, "jangan-jangan hati saya masih kotor, jangan-jangan saya masih bla bla bla" dan ini yang kemudian menghasilkan keputusan bahwa saya harus punya pengawal dalam urusan beginian.

Sejak itulah, setelah saya bershilaturahmi kembali dengan teh Ninih dan beliau mau meluangkan waktu barang beberapa menit untuk konsultasi mengenai agama, saya merasa lebih tenang. Ada banyak pertanyaan saya ajukan pada beliau dan beliau sangat sabar menjawab.
Keputusan untuk mengalokasikan satu hari dalam satu minggu untuk mengaji di Darut Tauhid bersama team Indscript Corp dikuatkan dengan alasan team kami.


"Jika kita punya waktu banyak untuk dunia, kenapa satu hari saja tidak punya waktu untuk mengisi rohani?" Ujar Nurul Khotimah
Demikian juga dengan Chika Ananda, salah satu team kami yang sangat agamis.
Siapa yang tahu ternyata hubungan belajar ditambah satu tugas, saat teh Ninih akhirnya membuat buku bersama kami.


"Teh, kalau bikin buku kayak gini gimana? (Masih edisi rahasia ;))" tanya saya
"Waah itu simple bikin bukunya, yuk teteh mau,"
Alhamdulillah.....


Alhamdulillah, Allah memberi jalan untuk terus mengisi hati, seperti kata teteh, "belajarlah terus untuk mengisi hati, hindarkan rasa sudah paham segalanya. Sesungguhnya tidak ada manusia sempurna."
Selamat tahun baru Islam untuk teman-teman dan bismillah kita sama-sama menyongsong ILMU baru, TARGET baru, dan LINGKUNGAN baru untuk mendukung percepatan kita menuju lebih baik.

Mengumpulkan ENERGI di pagi hari



Kebiasaan saya berlari 50menit - 1 jam sehari sudah saya mulai sejak awal ramadhan. Meski awalnya saya berpikir untuk membakar lemak dan jadi langsing, sekarang saya lebih fokus pada sehat dan cadangan energi sepanjang hari.

Mbak Ninda Harahap dan mbak Monica Kumalasari adalah dua orang pelari yang jadi inspirasi saya. Keduanya memasukkan jadwal lari sebagai lifestyle yang bukan lagi kewajiban tapi gaya hidup positif.
Setelah sekian bulan berlari, dengan kemampuan berlari 3-6Km sehari saya merasakan perbedaan.
Saya merasa lebih berEnergi sepanjang hari, bahkan dengan pola kombinasi yang saya lakukan (lari+nulis atau lari+doing to do list) membuat saya memiliki banyak waktu mengerjakan hal lain sepanjang hari.


Akhirnya saya mulai berpikir, sebuah lifestyle baru memang akan terbangun dari sebuah keterpaksaan yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan.
Saat keterpaksaan berubah jadi kebiasaan itu, kita sudah siap memetik banyak buah manis setiap saat.

Sekretaris Bunda



Menuju 2015, saya dan team di kantor terus merancang strategi 2015. Kerapkali Nanit dan Ammar ikut dalam meeting kami. Namanya anak-anak, kadang mereka mengganggu tapi kadang mereka cukup duduk diam di sisi saya atau sisi ayahnya.
Beberapa hari lalu...

Nanit: bunda, aku minta kertas absensi karyawan
Saya: buat apa?
Nanit: minta satuuu aja
Lalu saya ambilkan kertas itu
Dan dia menuliskan namanya di kertas absensi
Nanit: bunda, apa namanya kalau karyawan kayak teh Nida Syauqiyah Amjad Dzihni?
Bunda: Sekretaris
Nanit: oooh
Lalu dia menuliskan kata sekretaris pada posisinya di kartu absensi
Saya geli, sungguh
Saya: Nanit mau jadi sekretaris bunda?
Nanit: Nanit mau bantuin bunda berbisnis

Aaaah Naniiiit

Darisini saya belajar, anak tak perlu petunjuk dalam kata-kata untuk melakukan sesuatu, dia butuh melihat kebiasaan ibunya.
Selamat membantu bunda, Nanit

Siap Dalam Segala Kondisi


Saya terkejut saat sahabat saya berkata, "tahukah kamu, beberapa bulan lalu saya nyaris depresi karena nama saya menjulang tinggi, keuangan saya terjerembab ke tanah. Pada saat itu saya berpikir untuk apa sebuah "brand keren" jika saya tidak sehat secara financial."

Saya terkejut mendengarnya karena saya sama sekali tidak pernah melihatnya mengeluh, paling tidak membaca status keluhannya. "Tapi..." Belum selesai saya bicara dia memotong, "tapi tidak perlu semua orang tahu apa yang sedang terjadi, saya terus mencari solusi bukan mengeluh. Saya banyak mencari inspirasi dari orang lain yang hidupnya jauh lebih buruk dari saya, darisana saya memiliki kekuatan untuk bergerak." Ujarnya

Sahabat saya tidak tahu, bahwa sesungguhnya saya pun pernah mengalami masa sulit secara financial dan dia tidak pernah tahu itu. Ternyata kami memiliki type yang sama, kami siap dalam segala kondisi tanpa mengeluh yang berlebihan ataupun bahagia yang berlebihan.

Dan kami pun menutup obrolan kami dengan mimpi di tahun depan. "Kita masih punya waktu dua bulan untuk merancang target di tahun depan." Lalu kami berpisah dan saya mengenangnya sebagai sahabat yang luar biasa.

Kurikulum 2013


Tadi malam saya ngobrol dengan Frida Antonia tentang sulitnya kurikulum saat ini, lalu saya membaca status mbak Devy Nadya Aulina yang sama juga topiknya --- kurikulum saat ini menyulitkan guru apalagi anak ;(

Saya jadi merinding dan langsung mengecek ulang buku yang si sulung Nanit miliki. Baca semua, termasuk agenda harian dari bu Gurunya...
Pagi tadi, saya memandikan Nanit dan mengobrol tentang pelajarannya

Saya: nanit, bunda dengar pelajaran saat ini susah ya?
Nanit: susah?
saya: katanya berat buat anak-anak, belajarnya banyak. Bener nit? Nanit ngerasa susah nggak?
Nanit: di sekolah Nanit belajarnya lama, bun. Anak SD lain udah pulang, Nanit masih belajar. Tapi, nggak susah kok...Nanit bisa ngerjain soal-soalnya. Sekolah itu asyik buat Nanit, hari ini Nanit juga mau ngasih oleh-oleh buat bu guru karena udah bikin Nanit senang belajar

Saya menghela nafas mendengar jawaban Nanit karena jujur saya terbawa ngeri dengan diskusi kami, apalagi Nanit kalau mengerjakan PRnya paling nggak mau dibantu saya maupun ayahnya, "Nanit bisa ngerjain sendiri." Begitu katanya.

Daaan, sebelum saya berangkat ke Jakarta tadi, Nanit membuka kulkas dan mengambil snack yang masih terbungkus rapi, "ini buat bu Kipti ya, bun? Buat oleh-oleh."
Aaah Naniiiiiit.....
:')

Terima Dia sebagai Anugerah


"Teh, beri nama untuknya." Ujar perempuan itu sambil menangis
Entah, entah, saat mendengar itu saya hanya sendu mengharu biru dan sesekali mengusap air mata
Lalu, saya pulang dengan fisik dan pikiran yang remuk redam. Tertidur di lantai hingga dibangunkan oleh mamah untuk pindah ke tempat tidur
Bangun tidur itulah tiba-tiba sebuah nama melintas, "Khadijah Muthmainah" sebuah nama dengan arti yang istimewa

Ya namanya Khadijah Muthmainnah, semoga kelak dia akan seistimewa perempuan istimewa bernama Khadijah.
Sebelum berangkat ke Jakarta subuh tadi, mamah berkata, "terima dia sebagai anugerah." Dan saya tersedu di depannya. Dia memang anugerah.

Kekuatan Perempuan


Bayi Khadijah Muthmainah

Kekuatan perempuan takdir untuk membantu perempuan lainnya

Subhanallah, penggalangan donasi dalam satu malam menembus 13 juta.
Dana ini dialokasikan bagi seorang ibu yang tidak memiliki biaya melahirkan namun harus melahirkan dengan operasi yang mahal dikarenakan usia kehamilannya sudah 10 bulan 5 minggu, dengan detak jantung bayi lemah, dengan ibu yang memiliki tekanan darah tinggi, dengan berbagai kelemahan lainnya yang tidak memungkinkan melahirkan normal.

Atas kehendak Allah, beliau datang ke rumah saya meminta bantuan dan atas kehendak Allah lebih dari sepuluh ibu, sahabat-sahabat saya langsung memberi sedikit rezeki untuk bahu membahu.
Tidak ada yang tidak direncanakan oleh Allah, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan, tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan. Insya Allah, demi perempuan dan kekuatan perempuan, kami para perempuan Allah ciptakan...


Kolaborasi

Bersama Ibu Wakil Walikota Bandung

 Meet ibu Wakil Walikota Bandung. Berkomunikasi dan berdiskusi tentang perempuan adalah hobi yang selalu kami lakukan saat bertemu

"mau menemani ibu tanggal 21? Ibu menerima penghargaan dari Jepang untuk bank sampah yang ibu dirikan." Ujarnya

Saya berbinar dan mengecup pipinya yang lembut, "selamat ya, bu. Teruslah menginspirasi saya"

Rumah Produktif

Papan Jualan Nanit

Dalam berbagai kesempatan kunjungan tamu, beberapa diantaranya kaget. "Wow. Di rumah sederhana inilah semua aktivitas dilakukan?" Tanya seseorang.

Betul di rumah ini, rumah pertama yang saya miliki setelah menikah, rumah dimana anak-anak saya dibesarkan. Disinilah mimpi dan satu persatu kenyataan dibangun...
Ya, rumah saya tidak besar, tapi hampir seluruh sudut ruangan menjadi ciri khas dari aktivitas. Ada satu ruang yang saya khususkan untuk aktivitas redaksi, ada yang di lini penjualan produk, ada di batik corner, hingga ruang tanaman tumbuh menyubur. Bahkan di wilayah tangga menjadi ruang pajang buku-buku karya para ibu.

Disinilah saya berkarya, berlari bersama para perempuan lainnya mewujudkan sejuta mimpi. Disini, sebuah rumah yang saya sebut RUMAH PRODUKTIF, rumah yang bukan hanya BERMANFAAT bagi pemiliknya tapi juga untuk semua orang yang MENYATU didalamnya.
Di rumah inilah lahir IIDN, IIDB, Sekolah Perempuan, Showroom IIDB, Serta berbagai aktivitas lain yang dipersembahkan untuk perempuan.


Tahun 2015 di depan mata, sudah siap mewujudkan produktivitas bersama-sama?