19 October 2014

Terima Dia sebagai Anugerah


"Teh, beri nama untuknya." Ujar perempuan itu sambil menangis
Entah, entah, saat mendengar itu saya hanya sendu mengharu biru dan sesekali mengusap air mata
Lalu, saya pulang dengan fisik dan pikiran yang remuk redam. Tertidur di lantai hingga dibangunkan oleh mamah untuk pindah ke tempat tidur
Bangun tidur itulah tiba-tiba sebuah nama melintas, "Khadijah Muthmainah" sebuah nama dengan arti yang istimewa

Ya namanya Khadijah Muthmainnah, semoga kelak dia akan seistimewa perempuan istimewa bernama Khadijah.
Sebelum berangkat ke Jakarta subuh tadi, mamah berkata, "terima dia sebagai anugerah." Dan saya tersedu di depannya. Dia memang anugerah.

No comments: