20 June 2016

Tolong Jangan Dishare



"Teh saya kepikiran berita ini," kata seorang ibu sambil menshare sebuah berita tentang perilaku tidak baik anak-anak di suatu tempat.

"Teh sedih banget ya lihat yang begini," ujar seorang perempuan sambil menshare sebuah video yang kurang lebih isinya sama.

Akhir-akhir ini kita seringkali melihat atau membaca di internet gambar maupun
berita tentang keburukan atau kesalahan anak. 
Pesan saya hanya satu, TOLONG JANGAN DISHARE
Selamatkan anak kita dari rasa malu, dosa berkepanjangan dan aibnya.
Anak kita?
Ya, Anak KITA.  Kemarin saya tekankan kembali pada agen perubahan yang saya cetak di sekitar RW kami, "Anakku, Anakmu, Anak kita semua." 
Ammar adalah anak saya! Tapi juga anak ibu dan anak kita semua.
“Bagaimana pun juga lingkungan tempat bermain anak memengaruhi anak,” ujar Dian Noviyanti suatu hari, saat beliau mengikuti kelas penulisan biografi.
Jujur, saat itu jantung saya dag-dig-dug.  Namun, pernyataan tersebut membuat saya semakin menyadari, bahwa setiap ibu rasanya kini bukan hanya bertugas mendidik anak di rumah, tapi juga menjadikan anak di sekitar kita menjadi tanggung jawab kita
Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan? Mulai dari lingkungan kita dulu untuk
menjaga anak-anak kita.   Kita harus saling menjaga anak-anak yang ada di semua rumah, ciptakan rumah ramah anak.

Kita juga harus berhenti sharing keburukan ataupun kesalahan anak-anak kita.  Disaat kita melihat atau membaca di inernet gambar maupun berita tentang prilaku tak pantas seorang anak.  Tolong jangan dishare.
Lebih baik langsung ACTION membina mereka.
Semua ibu turun ke lapangan mendampingi semua anak Indonesia.  Dimulai dari wilayah terdekat kita, yaitu tetangga, seRT, se RW, sekelurahan, hingga merengkuh semua.

Kita beraksi mulai hari ini, selamatkan anak paling dekat dengan
lingkungan kita.  Saling mengedukasi sesama orang tua, karena banyak orang tua yang belum paham bagaimana konsep mendidik anak.  Tugas kita adalah saling menyebarkan ilmu.  Berani menegur jika salah.
Mari berhenti sebarkan keburukan-keburukan mereka dan mulailah mendampingi anak-anak kita!

No comments: