21 September 2015

Ingin VS Butuh


Suami saya sedang tergila-gila sama batik sejak memiliki langganan brand Aamir Kinsler yang pemiliknya saya kenal baik, bu Jumratul Aliyah.
"Bun, setiap hari aku ingin pakai batik!" Ujarnya
Sejak itulah saya secara berkala membelikannya batik.
Dua hari lalu, kami mendapatkan update corak batik terbaru dan saya langsung memesan kembali.
Ketika saya bilang pada suami saya kalau udah memesan kembali batik, dia bertanya, "Bun, mari kita evaluasi kembali, apakah saya ingin atau butuh batik? Bukankah kita sepakat untuk membeli karena butuh bukan ingin?" Tanyanya
Well, saya pun ngakak, "sebenarnya karena INGIN sih Ay. Tapi juga BUTUH untuk campaign cinta Indonesia." Ujar saya sambil ngakak


Berbicara tentang INGIN VS BUTUH, nyaris semua dari kita tidak bisa membedakannya sebab ada NAFSU didalamnya :)
Misalnya saja, ingin makan di restoran padahal masakan rumah juga enak
Ingin pergi ke luar negeri, padahal wisata Indonesia juga keren
Ingin beli produk dengan brand terkenal dari import, padahal merk Indonesia juga kece badai
Ingin beli kendaraan lebih mewah, padahal kendaraan di rumah juga masih bagus dan layak
Ingin minum softdrink, padahal jamu kunyit asam nggak kalah segarnya

Duuuh, plak sama diri sendiri niiih. Banyak ingin daripada butuh...
Btw, mengenai batik Aamir Kinsler emang nggak ketulungan bagusnya :)
Sengaja nggak majang batiknya ah, biar kontak sendiri ama yang punya produknya ya :)

Sekarang saatnya kembali mengevaluasi, apakah kita melakukan, membeli sesuatu karena INGIN atau BUTUH.
‪#‎formasiG‬
‪#‎madeinindonesia‬

No comments: