19 February 2007

Membudayakan BUKU sebagai HADIAH



Ketika kita menjual buku kepada seseorang, kita tidak hanya menjual sekilo kertas serta tinta dan lem. Kita menjual sesuatu kehidupan yang sama sekali baru.
Christopher Morley

Sebetulnya semua sudah paham kalau Buku adalah jendela dunia, dan dunia bisa kita ketahui dengan membaca buku. Tapi sayang, pemahaman itu tidak secara nyata terealisasikan dengan praktek baca buku apalagi beli buku. Entah mengapa beli buku seharga Rp. 30.000,- terasa begitu mahal, padahal untuk harga satu kaos santai harga itu dinilai terlalu murah.

Well, ini hanya sekedar sharing ide saja. Mengingat pentingnya membaca buku itulah saya senantiasa menghadiahkan buku jika ada yang merayakan sesuatu, misalnya, ulang tahun, pernikahan, atau sekedar hadiah biasa. Terlepas dari apakah mereka suka baca atau tidak saya tetap kekeuh untuk tetap memberikan hadiah buku.

Lambat laun, itu menjadi budaya yang saya anut dan akhirnya terpikirlah, jika semua orang lebih memilih buku untuk hadiah pasti kita semua nggak dipaksa untuk terus baca, baca, dan baca. Akirnya buku menjadi konsumsi harian yang benar-benar terasa vital.

Well, ini memang benar-benar sekedar sharing ide saja, kalau saja kita semua membudaya memberi hadiah berupa buku, maka pertumbuhan minat baca bangsa kita akan meningkat lebih cepat. Orangtua nggak akan sibuk ngegebukin anaknya supaya ngerjain PR toh mereka sudah nggak kesulitan mencari solusi menyelesaikan PR mereka. Itu semua karena banyak hal positif dan ilmu dari buku yang dibacanya bahkan perusahaan nggak perlu mahal-mahal training pegawainya , karena mereka udah pada kreatif bikin solusi pada setiap banyak persoalan.Kita semua bakalan happy karena banyak orang yang bisa diajak ngomong seru. Well, pasti banyak hal yang menyenangkan di dunia ini ketika semua orang suka baca. Heem, tapi itu kan pendapat saya. Entah, pendapat sahabat. well, kalau gitu, yuk mulai budayakan memberi hadiah berupa buku,,. Ya,ya,ya,

“Jika punya uang, saya akan membeli buku, jika masih ada sisa, saya akan membeli makanan dan baju” (Erasmus)
Bandung, 13 Januari 2007

No comments: