Showing posts with label dunia anak. Show all posts
Showing posts with label dunia anak. Show all posts

SEPERTI APA KAU MENDAMBA ANAKMU KELAK?



Saya tak pernah lelah membaca buku
Bagi saya buku adalah guru perubahan hidup lebih baik
Saya baca buku KELEKATAN IBU - ANAK saat Aisyah tidur 
Apa yang saya dapatkan dari buku karya Ibu Ratna Megawangi ini adalah:
  • Sebanyak-banyaknya alokasikan waktu antara ibu dan anak, bahkan menemaninya tidur
  • Sebanyak-banyaknya miliki emosi positif Ibu karena akan mempengaruhi emosi anak
  • Sebanyak-banyak gendong anak dan lekatkan di tubuh sang Ibu untuk sebanyak-banyaknya memberi rasa aman dan nyaman bagi anak sehingga kelak saat dewasa dia menjadi mandiri dan percaya diri sebab rasa aman dan nyaman sudah memenuhi hati dan pikirannya
INTINYA adalah kelekatan anak dan ibu amat sangat menpengaruhi kesuksesan hidup dan kesehatan fisik ketika dewasa
BAHKAN kelekatan masa kecil mempengaruhi kebahagiaan perkawinan mereka kelak




Saya ditanya banyak mamak, "Bagaimana cara mudah melatih anak berani, sepemberani Nanit dan Ammar?"
Jawaban saya ada 5:
1. Bawa dia ke lebih banyak tempat umum 
2. Biarkan dia bergaul dengan siapa saja
3. Ikutkan dia pada kompetisi anak
4. Ajak dia bicara bahwa siapapun yang dia hadapi, hadapilah
5. Jadilah ibu yang role model anak, melihat ibunya pemberani, anak akan menduplikasi

Mengajarkan hal baik pada anak tak perlu dengan memerintah dan otoriter
Maklumi kesalahan anak dan kembali arahkan pada kebaikan kembali
Salah satu cara membuat anak menjadi lebih baik sebetulnya dengan menanamkan mindset positif mengenai siapa diri mereka
Misalnya seperti yang ada di kamar Ammar ini, dia menuliskan bahwa dia cinta Allah, dia anak baik, dia pemberani, dan mindset positif lainnya
Saat mindsetnya positif, insyaAllah akan membantunya melangkah lebih positif





Dan tentang Aisyah...
Sejak di dalam kandungan, saya ingin dan bermimpi aisyah menjadi khafizah
Saya dan suami putar murotal sepanjang hari, sejak dalam kandungan
Saya dan suami baca Quran di depannya
Tantenya 
Fitri Handayani kirimkan alqolam untuk hafalannya
Kakak-kakaknya memperdengarkan kegiatan AlQuran saat mereka bermain
Menginginkan bayi kita menjadi apa, tak hanya ingin, butuh proses yang dijalankan dengan konsisten
Termasuk saya ingin anak-anak saya tak pernah malu berdagang, terlepas dari cita-citanya jadi apa di masa depan
Nanit ingin jadi Dokter dan Guru, tapi jiwa entrepreneurshipnya terus meningkat setiap harinya
Ammar juga berdagang meski cita-citanya pemain bola
Aisyah? Aisyah pun harus bisa berdagang, dia akan meniru kedua kakaknya
Tapi, kenapa harus bisa berdagang? Karena saya yakin profesi apapun tak bisa dilepaskan dari aktivitas dagang dan dimana yang akan datang mereka tak bisa bergantung pada sebuah pekerjaan yang konon akan semakin sempit karena harus bersaing dengan robot masa depan
Mereka akan mengendalikan masa depan dengan kelihaian mereka berdagang

SEVISI SEMISI DENGAN ANAK YANG MASIH KANAK-KANAK?


Anak-anak ya anak-anak, anak-anak belum baligh itu kadang bikin pusing, nggak mau diatur, bikin rempong 
Heeem, ada yang ngerasa demikian?
STOP ngerasa anak-anak itu bikin rempong
Ada yang anaknya tidur terlalu larut...
Ada yang anaknya berantakin rumah terus...
Ada anaknya yang ganggu ibunya kerja...
Ada yang ngerasa anaknya susah diatur...
STOP!

Jangan salahkan anak!
Jangan-jangan orangtuanya yang belum memberikan VISI dan MISI keluarga pada anak
Jangan-jangan orangtuanya yang belum ngajarin pentingnya konsisten dan disiplin sejak dini
Jangan-jangan itu salah kita!
Saya sering posting di FB mengenai aktivitas saya, suami, dan anak-anak
Anak-anak yang bangun subuh dan tidur awal...
Anak-anak yang no gadget...
Anak-anak yang jadi teman diskusi...
Anak-anak yang kemudian bikin ibu-ibu pada kepo, "Gimana bikin anak-anak bisa seperti itu?"
Allah yang izinkan, itu yang pertama
Kedua, perjuangan tanpa henti
Tak berhenti memberikan pemahaman...
Tak berhenti memberikan nasihat
Tak berhenti jadi sahabat

 Memang mengubah kebiasaan anak bukan persoalan mudah!
Anak saya pernah kok pengen main gadget terus TAPI kami tak pernah menyerah membuatnya kembali beraktivitas sehat tanpa gadget
Candu gadget bisa jadi kesalahan kami orangtuanya, maka kami juga harus membuat anak kembali menggunakan gadget dengan sehat
Kami terus berpikir kreatif untuk melepaskan gadgetnya yang kerapkali rebutan gadget bikin mereka berantem 
hebat
Kami mulai menentukan jam pakai gadget, memberi reward jika tak main gadget, hingga bersama-sama mengikuti kelas parenting online dan diskusi
Pelan-pelan aktivitas fisik juga diperbanyak...
Kini, anak-anak sudah mulai merasa gadget bukan lagi yang penting buat mereka, kini kami lebih banyak bersama dibandingkan bersama gadget.
Aktivitas pagi, pulang sekolah, hingga jam 18.00-20.00 menjadi sangat menyenangkan
Jam maghrib ke Isya kami memiliki aktivitas bersama, mulai cerita, ngaji, ngegambar, baca, ampe duduk manis di pangkuan xixixi dan kami akan tidur dengan bahagia dan bangun tidur dengan ceria

Ketika orang tua dapat menjadi sahabat anak, maka anak tak perlu mencari sosok lain untuk mencari jawaban atas pertanyan-pertanyaannya.

Dan anak pun tak akan pernah merasa sungkan untuk mengungkapkan perasaannya.
Seperti yang kerap dilakukan Ammar dan Nanit.

“Sabtu Minggu itu hari yang paling bikin aku bahagia,” kata Ammar.
“Kenapa? Bukannya setiap hari katanya Ammar itu bahagia?” tanya saya.
“Maksudku lebih bahagia, karena FAMILY TIMEnya seruuuuuuu,” ujarnya ditengah-tengah kebersamaan kami menghabiskan waktu akhir pekan Bersama.

Olaaaaaa, dan saya pun jadi tahu, anak-anak pengennya ya begini, kemana-mana barengan.

 “Aku tahu kenapa Bunda melakukannya, Bunda mau menebus kesalahan.” Ucapan itu keluar dari mulut Nanit suatu malam saat saya mengajaknya tidur bersama saya dan Aisyah, padahal biasanya saya selalu meminta Nanit tidur sendiri.

“Menebus kesalahan?” tanya saya dan Ayahnya.

Lalu dia mengatakan bahwa saya membentaknya tadi sore karena berantem dengan Ammar dan saya menebus kesalahan dengan mengajaknya tidur bersama.Kkarena tidur bersama saya adalah kebahagiaan buatnya.
Saya dan suami tertawa terbahak-bahak.

Dan hari ini saya mendapatkan hadiah yang sangat indah dari bersahabat dengan anak-anak.


"Nanti kalau Bunda udah tua, tinggal sama Ammar aja, ya? kata Ayah anak lelaki itu anak Bundanya sampai kapan pun," kata Ammar.

"Aku nggak mau kuliah di luar negeri, Bun. Aku nggak mau jauh dari Bunda," kata Nanit.

Dan ada banyak statement yang bikin saya dan suami terharu. Merekalah sahabat baik kami, saat ini, dan di masa tua kami kelak.

Begitulah komunikasi antara kami, keluarga kecil yang dibangun dengan transparansi komunikasi dan berani berbicara.

MY AMAZING AMMAR


"Ayah, benarkah istri itu harus melayani suami?" tanya Ammar.
Suami mengangguk, lalu Ammar berkata, "sungguh kasihan jadi perempuan, dia sudah melahirkan, menyusui, membereskan rumah, memasak, dan semua dilakukan, lalu badannya capek, lalu harus melayani suami juga." Sungguh kami terkejut dengan argumennya.
Ammar menambahkan, "Seharusnya suami ikut membantu istrinya yang capek bukan hanya ingin dilayani saja."
Saya dan suami saling berpandangan, lalu suami menjelaskan mengenai peran istri terhadap suami seperti apa

Oh Ammar kelak engkau akan menjadi suami yang luar biasa, surga istrimu tercipta darimu, masyaAllah

Di lain waktu…

"Menurutku keluarga kita itu keluarga bahagia," ujar Ammar malam itu. Saya tersenyum.
"Apa kriteria keluarga bahagia menurut Ammar?" tanya saya.
Dia menjawab, "Sering berkumpul bersama dan tak pernah marah-marah Ayah Bundanya."
Kami semua tersenyum

Pada kesempatan tengah berdua…

"Ammar, jijik iiiih, jangan megang-megang dan ciumin kaki Bunda!" teriak saya.
Tapi si lelaki kecil ini terus melakukannya, saya geli sebenernya, takut kotor juga.
"Kata Bunda, seorang Ibu nggak pernah jijik sama anaknya, mandiin, nyebokin, dan bersihin apapun, ciumin terus saking sayangnya, harusnya anak juga gitu kan, Buuuuun, aku nggak jijik kok, aku sayang Bunda," jawabnya setelah saya protes terus.
Bunda pasrah hahahhaa

Saat saya mengungkapkan isi hati…

"Ammar, Bunda tuh suka amazing banget sama argumen Ammar, kok bisa sih Ammar mengeluarkan argumen-argumen yang gimaaanaaaa gituh," ujar saya.
"Amazing itu apa?" tanya dia.
"Amazing. heeem luar biasa," sahut saya.
"Luar biasa itu apa?" tanya dia lagi.
Dan berlanjutlah dia bertanya arti kosakata baru.
MEMUJI pun jadi ilang kebawa angin. Wkwkwkkw

Hingga pada suatu saat saya mendapatkan komentar tentang lelaki kecil itu…

Ammar itu dewasa
Ammar itu cerdas
Ammar itu pinter
Ammar itu mengayomi
Beberapa ibu teman sekolah Ammar memberikan pujian pada Ammar berdasarkan cerita teman-temannya dan hasil pengamatan mereka saat kami berkumpul di pinggir kolam renang sambil menikmati suasana latihan renang anak-anak kami.

MasyaAllah, sebaik-baiknya pujian hanya milik Allah saja, manusia hanya sebaik-baiknya berusaha yang 
terbaik dalam hidupnya

Terimakasih Ammar....

NGASUH TANPA PANIK



Antara ngasuh anak dan ngasuh bisnis emang nggak bisa dipisahkan bagi mamak-mamak mah.
Bisnis nggak boleh menggerus aktivitas ngasuh. Ngasuh juga nggak bisa jadi alasan bisnis terbengkalai. Keduanya musti dijalankan dengan hati bahagia, kalau nggak bahagia bisa sengsaralah kita dengan beragam keluhan.

Bisnis? capeknya ada, bahkan kalau udah banyak masalah, heeeeem kadang lupa sama syukur

Anak? capeknya juga ada, bahkan kalau anak rewel atau susah dikendalikan, lupa juga sama syukur
Kalau saya mau menyebutnya bahagia diantara dua ini adalah dengan konsep *Berhenti Panik*
Segala hal yang nggak ngenakin dalam dua hal diatas nggak boleh dihadapi dengan panik

Anak rewel? stop panik!
project macet? stop panik!
komplain datang? stop panik!
Begitu panik hilang, bahagia tetap ada di setiap keadaan

Seperti kemarin, saya terapi diri saat sedang isi 20an lebih grup dan tiba-tiba wa seperti not connecting, delay, dan mati suri

Pengen panik sih? soalnya di pikiran gini:
1. Gimana mamak-mamak nunggu materi sambil kesel, kok materi nggak datang-datang?

2. Gimana majemen waktu saya yang harusnya jam segini sharing, terus gatot, harus diganti kan waktunya?

3. Gimana kalau disangka nggak amanah dengan janji?

Aaaaah STOP PANIK, saya ambil air wudhu dan dhuha-an, setelah mengerjakan hal lainnya sambil nunggu bener

Hasilnya SOLUSI BARU datang setelah diskusi dengan Leader Indscript. STOP PANIK! bikin kita lebih EASY GOING dan akhirnya MUDAH MENDAPATKAN SOLUSI

Selamat *BERHENTI PANIK* mamak-mamak sayang...

Satu lagi, Mak. Untuk bisa berhenti panik pastikan serba tercatat urusan manajemen waktu ya, biar nggak gedebrakl-gedebrukan, tuh di ruangan saya APAPUN SAYA TULIS, saya gunakan banyak BOARD INDSCRIPT untuk mengatur keseharian, target, hingga keuangan

Selamat belajar *BERHENTI PANIK*

Jangan Bergantung Pada Manusia, Nit


Jangan Bergantung Pada Manusia, Nit

Hari ini saya mendapati Nanit terlihat sangat sedih, ketika saya tanya kenapa, beliau hanya mengatakan: "Nanti kalau ngobrol sama Bunda, Bunda selalu bilang, ayo perbaiki diri"

Saya tersenyum mendengarnya, konsep selalu memperbaiki diri memang sedang saya tekankan pada anak-anak bahwa ketika terjadi sesuatu pada mereka sebelum mereka menyalahkan teman-temannya maka yang harus dilakukan adalah mereka mengintrospeksi diri

Setelah saya bujuk akhirnya Nanit bercerita bahwa hari ini beliau sangat sedih karena merasa dijauhi oleh teman-temannya walaupun hanya karena kesalahan kecil atau kesalahan yang tidak dia buat

Saya tersenyum dan mengatakan bahwa dalam sebuah pergaulan tidak akan semua orang menyukai kita, seperti halnya tidak akan semua orang tidak menyukai kita, maka yang harus dilakukan oleh seorang manusia adalah beradaptasi di segala kondisi

Satu hal yang harus Nanit pegang adalah bahwa dia tidak boleh bergantung pada manusia, dia hanya bergantung pada Allah saja ketika ada orang menjauhi maka itu lebih baik dibandingkan dijauhi oleh Allah. Konsep memperbaiki diri pun harus terus Nanit lakukan setiap saat... 

Allah adalah sandaran manusia, itu sebabnya manusia tidak boleh bersandar pada manusia manusia bersandar pada manusia maka yang datang adalah kecewa tempat kita bersandar tidak sesuai dengan yang kita harapkan

Saya dengan Nanit hampir menyerupai obrolan orang dewasa, tangisannya pelan-pelan meredup dan saya memeluknya erat, lalu kami membuat komitmen bersama: JIKA tidak ada seorangpun yang akan berteman dengan Nanit, Bunda tetap sahabat terbaik Nanit, dan kami membuat komitmen untuk lebih rajin bermain bersama

Saya sebagai orang tua tidak bersikap reactive untuk setiap pengaduan seorang anak, yang harus saya tekankan pada setiap pengaduan anak adalah perubahan ke arah lebih baik

Mereka harus mengetahui bahwa dunia tidak akan selalu seperti yang mereka harapkan dan pada saat dunia tidak seperti yang mereka harapkan mereka sudah lebih kuat mental menghadapinya

Dear Nanit, bertumbuhlah menjadi perempuan sholehah, pengubah keadaan, dan penggerak ke arah kebaikan



Lelaki Penyayang Anak-Anak



LELAKI PENYAYANG ANAK-ANAK

Lelaki ini hampir 12 tahun bersama saya dan tidak ada berubah selama ini
Masih tetap lembut
Masih tetap perhatian
Masih ringan tangan membantu apapun di rumah
Dan yang pasti beliau penyanyang anak-anak
Tak pernah protes jika banyak anak-anak bermain di rumah
Tak galak jika anak-anak melakukan kesalahan
Dialah yang kemarin baru menggenapkan usianya ke-38 tahun
Lelaki yang sama seperti saat kami menikah di tahun 2007: lelaki penyayang anak-anak



BERUNTUNGLAH KITA JADI IBU


BERUNTUNGLAH KITA JADI IBU

Tadi sore saya kedatangan tamu, dua orang perempuan yang aktif 
Kami mengobrol tentang dunia penulisan dan pertanyaan salah satu diantara mereka adalah "kami bisa menulis apa atuh?"
Saya menjawab:
"Beruntunglah kita jadi ibu, ibu adalah lumbungnya ilmu. Ibu mempraktekkan apa saja di dunia ini sebagai seorang ibu. Ilmu masak, ibu ahlinya. Ilmu parenting, ibulah yang paling sering praktek tiap hari. Ilmu desain interior, ibu paling suka ngotakngatik rumah ampe jadi nyaman buat keluarga. Ilmu kesehatan, ibu paling cekatan sebagai dokter keluarga. Ilmu apapun, ibulah yang mungkin pertama kali tahu dan praktek, demi anak-anaknya. Pengalaman itulah yang bisa dituliskan menjadi sebuah buku, dilengkapi dengan tambahan ilmu lain yang bertebaran di sekitarnya, melalui bacaan, diskusi ringan, atau apapun. Yang penting adalah SEORANG IBU HARUS PEDE MENULISKANNYA"
Mak, berbahagialah jadi ibu, ibulah lumbung ilmu untuk anak-anaknya dan lingkungan sekitarnya, InsyaAllah
Bener nggak mamak Ade Rakhma Novita Sari?

#gerakanbersyukur
#belajarjadiibu
#day9

SEKARANG KAU DITIMANG, KELAK ENGKAU MENIMANG



SEKARANG KAU DITIMANG, KELAK ENGKAU MENIMANG

Anakku pada masanya nanti engkau akan menjadi seorang ibu
Jadilah ibu yang lebih baik dari ibumu ini
Ibumu ini kadang nggak sabaran, maka jadilah dirimu ibu yang sabar
Ibumu ini kadang kurang perhatian, maka jadilah dirimu ibu yang selalu perhatian pada anak-anakmu
Ibumu ini kadang masih suka mengeluh, maka jadikan dirimu seorang ibu yang pantang mengeluh
Ibumu ini, aaaah, seorang ibu yang harus lebih banyak lagi belajar menjadi ibu sesungguhnya
Dan kelak engkaulah yang akan menjadi ibu
Dan jika kelak engkau menjadi ibu, maka lebih baiklah dibandingkan ibumu
Ibu menyanyangimu....

#gerakanbersyukur
#belajarjadiibu
#day8

Ibu, Lakukan Saja Yang Terbaik


SEBAGAI IBU, LAKUKAN SAJA YANG TERBAIK!

Tidak ada ibu yang sempurna...
Tidak ada ibu yang tanpa salah...
Tidak ada ibu yang ideal...
Setiap ibu adalah manusia biasa
Setiap ibu tak lepas dari khilaf
Setiap ibu adalah iya, manusia
Yang harus dilakukan setiap ibu akhirnya adalah melakukan yang terbaik saja
Jika salah, perbaiki
Jika gagal, kembali bangkit dengan langkah baru sebagai sebaik-baiknya ibu
Jangan takut melangkah meski pernah salah
Apa yang saya lakukan ketika saya dihinggapi rasa bersalah pada anak? saya biasanya akan meminta maaf pada anak-anak dan berjanji akan menjadi ibu yang lebih baik
Tidak ada salahnya ibu meminta maaf pada anak, sebab ibu adalah manusia biasa
Terimakasih anak-anakku, meski Bunda penuh salah, kalian pemaaf :')

#BelajarJadiIbu
#gerakanbersyukur
#day4



ANAKKU, ADA SESEORANG YANG MELENGKAPI BUNDA SAAT MENDIDIKMU... AYAHMULAH ORANGNYA

ANAKKU, ADA SESEORANG YANG MELENGKAPI BUNDA SAAT MENDIDIKMU... AYAHMULAH ORANGNYA

Bunda bukan ibu yang sempurna, tapi Ayahmu menyempurnakan ketidaksempurnaan itu
Bunda bukan perempuan hebat, tapi kehadiran Ayahmu membuat ibumu merasa lengkap
Bunda bukan pendidik ulung, Ayahlah yang banyak memberikan ilmu bagaimana Bunda mendidik
Bunda penuh rasa takut saat engkau sakit, Ayahmulah yang menguatkannya
Setiap Bunda lelah, Ayah sigap menggantikan menggendongmu
Setiap Bunda khilaf, Ayah lembut mengingatkan
Tapi Nak, Ayahmu pun tak sempurna seperti halnya Bundamu
Kelak, jika engkau menemukan ketidaksempurnaan kami, ajari kami untuk lebih baik dalam melangkah
Kita saling belajar ya, Nak
Kami, orangtuamu, akan belajar darimu seperti hal apapun yang kami lakukan menjadi madrasah pertama bagimu
Ayah yang hebat itu bukan yang pinter cari uang
Ayah yang hebat bukan yang pinter bisnis
Ayah yang hebat bukan dia terlihat hebat di mata banyak orang
Ayah yang hebat bukan yang memiliki karir cemerlang
Ayah yang hebat adalah...
Ayah yang meluangkan waktu untuk bermain bersama anak-anak
Ayah yang menjadi partner ibunya dalam mengurus rumah tangga
Ayah yang mencintai ibunya sepenuh hati
Ayah yang lebih sering memeluk anak-anak
Ayah yang memapah ibu dan anak-anaknya menuju surga

Terimakasih kepada para Ayah yang menemani sang istri dalam mendidik anak-anaknya

#Gerakanbersyukur
#Belajarjadiibu
#day7


ANAK DILAHIRKAN DARI RAHIM YANG SAMA TAPI MEREKA BERBEDA

ANAK DILAHIRKAN DARI RAHIM YANG SAMA TAPI MEREKA BERBEDA


Pelajaran penting ini saya dapatkan saat Aisyah masuk rumah sakit kemarin
Saya selalu menyamaratakan semua anak
Nanit sejak bayi umur dua minggu sudah dibawa keluar kota dan sehat
Ammar sejak bayi diajak travelling ke banyak kota dan sehat
Maka, Aisyah pun akan sama sehatnya seperti kedua kakaknya
Ternyata tidak!
Perjalanan pertama Aisyah menyisakan sakit dan harus masuk rumah sakit kemarin
Anak berbeda meski lahir dari rahim yang sama
Maka, setelah Aisyah masuk rumah sakit ini saya mengcancel semua pertemuan luar kota: Jakarta dan Yogya, dan saya tak bisa ke Surabaya 
Demi kesehatan Aisyah
Aisyah tak sama dengan kedua kakaknya
Aisyah harus kuat di rumah dulu baru akan kuat di luar rumah
Aisyah harus lengkap imunisasinya dulu, baru akan saya ajak keluar kota
Aisyah membuat saya belajar, semua anak yang dilahirkan dari rahim yang sama, tidaklah sama
Mak Ade Rakhma Novita Sari maafkan day1 terlewat, dan gerakan jadi ibu membuat saya jadi terus belajar


BISNIS JANGAN MELEWATKAN GOLDEN AGE ANAK

PADA SAATNYA NANTI KITA AKAN MERINDUKAN KEBERSAMAAN DENGAN ANAK-ANAK___BISNIS JANGAN MELEWATKAN GOLDEN AGE ANAK

Beginilah dunia bisnis bagi saya_tak pernah lepas dari anak-anak
Sewaktu Nanit dan Ammar kecil belum bersekolah keduanya akan saya bawa kemana-mana
Sebab saya berbisnis memang untuk jadi Ibu Rumah Tangga bukan wanita sibuk bisnis
Tapi mesti begitu, saya pernah melakukan kesalahan waktu Ammar usia 1.5 tahun
Waktu itu saya memutuskan tidak membawa Ammar ke suatu kota karena di kota tersebut sangat sibuk, akhirnya Ammar disapih dan berangkatlah saya
Pulang dari kota tersebut, Ammar hampir tidak mau dengan saya dan hingga sekarang Ammar lebih lengket dengan ayahnya
Nyesel? Pasti!
Saya melewatkan satu masa emas Ammar: bonding mengASI hingga 2 tahun
Maka ketika hamil Aisyah saya mengatakan pada suami saya, "Bunda mau belajar lebih baik mengurus anak, Aisyah akan full ASI dan diurus banget ama Bunda"
Barangkali pengalaman dengan Ammar yang suka diceritakan itu di'kuping' sama Ammar, hingga dia berkata, "Bunda jahat sama Ammar, belum dua tahun Ammar disapih, belum kenyang minum, udah dilepasin"
Aaaaah, rasa bersalah itu masih menganga di hati saya hingga sekarang, lucunya Ammar pernah minta dua tetes ASI dan menjilatnya :') lalu berkata, "ternyata ASI enak" ujarnya berbinar
INDSCRIPT adalah bisnis yang membesar seiring dengan usia anak-anak
INDSCRIPT dimulai sejak saya hamil anak pertama, Nanit
INDSCRIPT adalah bisnis yang awalnya dibuat untuk mendekatkan saya dengan keluarga, namun saya pernah melakukan kesalahan, KESIBUKAN DI INDSCRIPT membuat saya menjadi wanita sibuk bukan Ibu Rumah Tangga biasa
Pesan saya: Dunia bisnis jangan menjauhkan ibu dengan anak-anak, sebab tak perlu menunggu lama kita akan merindukan kebersamaan bersama anak-anak yang mungkin menjauh karena bisnis

#indscript
#tantangan30hari
#aku_dan_bisnisku
#lvbtrainingcenter
 — 

JANGAN ANGGAP REMEH BATUK PADA ANAK


JANGAN ANGGAP REMEH BATUK PADA ANAK

Ah cuman batuk
Ah cuman pilek
Dan kita mengabaikannya, termasuk saya dan suami termasuk jarang banget main ke dokter, merasa batuk pilek itu biasa pada anak
Tapi, berbeda dengan kejadian Aisyah, tiba-tiba kami tersadar ini bukan batuk biasa
Pergilah kami ke bidan, dikasih obat
Pergilah kami ke dokter, dikasih obat
Tiga hari kemudian, kenapa ini, batuknya semakin membuat Aisyah tercekik
Kami panik luar biasa!
"Sudah pergilah ke Rumah Sakit" ujar mertua
Rumah sakit? Selalu terbayang jarum infus yang membuat saya merinding
"Belum tentu Aisyah harus rawat inap, kita cek saja dulu" suami saya menenangkan
Baiklah, dengan rasa takut (yang berlebihan) saya membawa Aisyah ke Rumah Sakit
Sebelum berangkat suami ngegoogling dulu dokter yang direkomendasikan di rumah sakit tersebut
"Dokter ini bagus, Bun. Ramah, mau jawab konsul by sms, tidak selalu pakai obat, bla bla bla"
Alhamdulillah...
Dokternya memang ramah, kami memperlihatkan video saat Aisyah batuk
"Pertusis" katanya, sambil memperlihatkan video anak batuk dengan kondisi tercekik keabisan nafas
Iya, Aisyah terkena pertussis atau batuk rejan yang mengakibatkan saat dia batuk akan kehabisan nafas sehingga wajahnya membiru #menakutkan
Untuk lebih jelas saya posting hasil googling saya tentang pertusis:

Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah sekali menular. Penyakit ini dapat mengancam nyawa bila terjadi pada lansia dan anak-anak, khususnya bayi yang belum cukup umur untuk mendapat vaksin pertusis.

Batuk rejan dapat dikenali dari rentetan batuk keras secara terus-menerus yang diawali tarikan napas panjang lewat mulut (whoop). Seseorang bisa menderita batuk rejan hingga tiga bulan lamanya, sehingga penyakit ini juga biasa disebut “batuk seratus hari”.

Pertusis lebih sering terjadi pada bayi kurang dari satu tahun dan anak-anak kecil berusia satu sampai enam tahun.

Tahapan infeksi batuk rejan
Tanda-tanda dan gejala batuk rejan biasanya baru muncul sekitar 10 hari setelah terinfeksi. Proses infeksi pertusis dibagi menjadi tiga fase. Pertama diawali dengan fase katarhal yang ditandai dengan gejala flu umum (hidung tersumbat, hidung berair, batuk, bersin-bersin, mata merah, dan demam ringan). Meski tampaknya sepele, fase ini merupakan masa yang paling menular. Fase ini dapat berlangsung hingga beberapa minggu setelah gejala batuk muncul.

Fase selanjutnya adalah paroksismal, yang ditandai dengan gejala batuk terus menerus yang berlangsung selama beberapa menit. Pada anak yang sudah agak besar, batuk akan disertai napas mengi yang keras saat menarik napas. Gejala pertusis selama fase ini juga bisa disertai dengan muntah setelah batuk. Pada fase ini, batuk terutama terjadi di malam hari.

Fase terakhir adalah konvalesens, di mana anak akan tetap mengalami batuk kronis yang bertahan sampai beberapa minggu setelah fase paroksismal terlewati. Gejala batuk pertusis bertahan dalam jangka waktu panjang dan butuh waktu yang lama untuk sembuh. Itu sebabnya batuk rejan juga dikenal dengan istilah batuk 100 hari — walaupun lama sakitnya tidak benar-benar 100 hari.

Jika tidak ditangani, komplikasi batuk rejan bisa berakibat fatal
Fase pertama dari perkembangan batuk pertusis adalah masa di mana infeksi sangat rentan menular. Namun begitu, di fase kedualah orangtua perlu sangat berhati-hati dan jangan sampai menunda pengobatan medis. Fase paroksismal memiliki tingkat risiko kematian yang paling tinggi.

Pasalnya, batuk keras yang terjadi terus menerus selama beberapa menit dapat menyebabkan paru anak kelelahan. Ada kemungkinan besar anak dapat mengalami sesak napas atau bahkan hingga sulit bernapas (apnea). Pada akhirnya, paru yang kelelahan bisa membuat anak kekurangan oksigen (hipoksia) dan berujung pada gagal napas yang berakibat fatal.

Sekitar setengah dari jumlah bayi berusia kurang 1 tahun yang terinfeksi batuk pertusis harus menjalani perawatan rumah sakit untuk komplikasi pernapasan serius seperti pneumonia, atau kelainan otak. Sebuah penelitian dari Denmark melaporkan bahwa bayi yang mengalami batuk pertusis berisiko lebih tinggi untuk mengalami epilepsi pada masa kanak-kanak.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 30-50 juta kasus batuk rejan per tahum di dunia dan menyebabkan 300.000 kematian. Di Amerika Serikat, kasus penyakit ini diperkirakan sekitar 800.000 sampai 3,3 juta kasus per tahun.

Batuk rejan dapat dicegah dengan vaksin
Batuk rejan mudah menular. Namun vaksin DtaP dan Tdap dapat membantu mencegah penyebaran infeksi. Risiko penularan bahkan bisa ditekan drastis hingga 55 persen hanya dengan vaksin.

Sedangkan untuk penanganannya, yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah terapi yang diberikan lebih bersifat suportif, perhatikan asupan nutrisi dan kebutuhan cairan anak. Kedua adalah mencegah terjadinya gagal napas dan kekurangan oksigen.

Ketiga, anak berusia kurang dari 1 bulan yang mengalami batuk rejan akan dirawat di ruang isolasi serta diberikan antibiotik (erythromycin dan azithromycin).

Saya copas dari artikel alodokter dan hellosehat.com agar lebih bagus penjelasannya karena saya bukan dokter tak pandai menjelaskan penyakit :)

Inti dari sharing saya adalah JANGAN ABAIKAN BATUK PADA ANAK, OBATI ATAU CEGAH SEJAK DINI

Aisyah terpapar Pertusis karena tubuhnya belum kebal penyakit, dimana pertusis sendiri sebetulnya ada imunisasinya di usia bayi 2 bulan

Pelajaran bagi saya dalam hal ini melindungi Aisyah dari segala penyakit dengan meminimalisir membawanya ke luar dari rumah hingga kekebalannya cukup menangkis segala paparan penyakit

Aisyah lekas sembuh ya, Bunda disini bersamamu

KETIKA ANAKKU BEBERAPA DETIK TAK BERNAFAS


KETIKA ANAKKU BEBERAPA DETIK TAK BERNAFAS

Menghadapi malam jauh lebih menakutkan saat mendampingi Aisyah
Batuknya akan muncul satu jam sekali 
Bisa dibilang setiap malam hanya memandangi Aisyah dan berkata, "jangan batuk ya, Nak, capek"
Tapi ya Aisyah tetap batuk
Dan setiap batuk saya harus melihat beberapa detik Aisyah tak bernafas
Dia capek...
Lelah...
Dia sulit bernafas...

Antara ikhtiar dan panik terus menyadarkan Aisyah untuk kembali bernafas salahsatunya dengan memberi oksigen

Bu, sekali lagi jangan abaikan batuk pilek pada anak, mereka harus ditangani ahlinya lebih dini

Dan kembali saya ambil petikan betapa berbahayanya batuk pertusis pada anak dari hellodokter.com

****
Fase pertama dari perkembangan batuk pertusis adalah masa di mana infeksi sangat rentan menular. Namun begitu, di fase kedualah orangtua perlu sangat berhati-hati dan jangan sampai menunda pengobatan medis. Fase paroksismal memiliki tingkat risiko kematian yang paling tinggi.

Pasalnya, batuk keras yang terjadi terus menerus selama beberapa menit dapat menyebabkan paru anak kelelahan. Ada kemungkinan besar anak dapat mengalami sesak napas atau bahkan hingga sulit bernapas (apnea). Pada akhirnya, paru yang kelelahan bisa membuat anak kekurangan oksigen (hipoksia) dan berujung pada gagal napas yang berakibat fatal.

Sekitar setengah dari jumlah bayi berusia kurang 1 tahun yang terinfeksi batuk pertusis harus menjalani perawatan rumah sakit untuk komplikasi pernapasan serius seperti pneumonia, atau kelainan otak. Sebuah penelitian dari Denmark melaporkan bahwa bayi yang mengalami batuk pertusis berisiko lebih tinggi untuk mengalami epilepsi pada masa kanak-kanak.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 30-50 juta kasus batuk rejan per tahun di dunia dan menyebabkan 300.000 kematian. Di Amerika Serikat, kasus penyakit ini diperkirakan sekitar 800.000 sampai 3,3 juta kasus per tahun.

****

Aisyah, buah hati Bunda dan Ayah, lekas sehat ya, Nak...
Bunda dan Ayah serahkan engkau pada ahlinya sebagai ikhtiar mengobatimu dan Allahlah yang Maha Menyembuhkanmu
Untuk para Ibu yang anaknya sedang sakit, k@ita berdoa sama-sama semoga anak-anak kita dicabut sakitnya
Terimakasih buat sahabatku, Indriani Rzaid Odnv untuk amalan yang dikirimkan dan saya sebarkan untuk ibu-ibu lain agar kita amalkan bersama
Bismillah...


Perempuan Sumber Inspirasi


Mamak Kamilah Ahmad adalah seseorang yang awalnya tidak saya kenal, berbeda suku dan negara, eaaaa
.
Kedatangannya ke kopdar pertamanya di Emak Pintar Bandung yang dikaptenin oleh mamak Fenny Solehati membuat kami menjadi satu hati hingga kini
.
Siapa yang menduga kalau perempuan ini menjadi sumber inspirasi saya juga, bangkrut berkali-kali dan bangkit berkali-kali. Kini, bersama MY HIJABnya, mamak Kamilah Ahmad terus bertumbuh. InsyaAllah kita akan bertemu hari Sabtu ya, maaak
.
Kopdar MY HIJAB dengan para perempuan tangguh, kita akan belajar bersama-sama
.
Tangerang saya akan dataang
.
Persahabatan kita dihistorikan dengan sebuah bantal oleh mamak Pipitpitria Hakim
.
#indblack #handsockindblack#mansettangan #aksesorishijab#aksesorismuslimah #hijab #handmade#inspirasiperempuan #indarimastuti

Benahi Keuangan


Nggak pakek alasan buat benahi keuangan
ini serius mamak-mamak sayangkuuu, benahi keuangan itu wajib banget buat kita, meski bisnisnya dari rumah doang
Biar kerasa ada untungnya...
Biar jelas kalau rugipun rugi berapa...
Biar ketahuan sisa duit berapa...
Biar nggak dzolim ama bisnis yang dipakek muluk duitnya dan besar pasak daripada tiang
Iniii, Financial Workbook dibikin buat mamak-mamak yang tahun 2019 pengen berubah #2019gantigaya
Jangan gini-gini aja...
Jangan gitu-gitu aja...
Tiap hari musti lebih baik...
Tiap tahun musti lebih dasyat...
Bisnis itu LAHAN BELAJAR SETIAP SAAT
Belajar mengasah mental...
Belajar bersosialisasi...
Belajar salesmanship...
Belajar administrasinya...
sampai belajar keuangannya...
Kalau ownernya dah paham itu, InsyaAllah delegasiin aja kelas ke superteamnya
soooo, 2019 siap ganti gaya jadi brutal ya alias BERANI TOTAL xoxoxoox

= Aku dan Bisnis ku=

= Aku dan Bisnis ku=
.
Emak emak mental Gratisan!
.
2014 awal mula saya memberanikan diri terjun didunia jualan online ala emak emak.
.
menjadi full time mom terjebak dengan rutinitas yang selalu berulang setiap hari, membuat saya gampang jenuh dengan hidup!
.
jenuh kemudian malas beraktifitas, tidak pede bersosialisasi dan akhirnya rendah diri menjadi ibu rumah tangga biasa tanpa prestasi.
.
berkebalikan dengan dunia saya sebelum menikah yang penuh tantangan dan kemandirian.
.
facebook lama lama menjemukan buat saya hanya untuk update status dan stalking timeline orang, kepooo.
.
hingga akhirnya kepo dengan fb teman yang mendadak tajir dari jualan pakaian online kala itu.
.
hmmm, kereeen bisa berpenghasilan dengan berjualan mengndalkan fb.
.
ahaaa saya juga pasti bisa, lalu mulailah saya menjadi marketer. saya memilih jualan produk yang saya butuhkan saat itu, mulai dari baju menyusui, mainan anak, dress, hingga peralatan dapur.
.
keuntungan recehan saya hanya ambil 10-25rb per produk, uang ini saya tabung untuk membeli produk yang saya jual. jadilah saya gratisssss memilikinya. meski kadang juga kudu nombok kalo salah hitung ongkir. hehehe
.
dari mental gratisan akhirnya berkembang jadi mental mandiri finannsial, disini mulai melek strategi penjualan.
.
apa stategi saya untuk mandiri finansial? tunggu kelanjutan besok yaaa😜

Semangat hari pertama 💪😊 cc mb Novita Ariestanty izin ikutan semoga istiqomah ingatkan akuh ya teteh sayaaaang Indari Mastuti

#tantangan_30_hari
#aku_dan_bisnisku
#lvbtrainingcenter

TERUS apa yang membuat saya terus melangkah?


BENERAN nggak semua yang saya lakukan berhasil,
gagal bisa jadi lebih banyak
TAPI yang mungkin terlihat adalah keceriaan saya yang kayaknya seperti nggak pernah gagal atau nggak pernah sedih
TERUS apa yang membuat saya terus melangkah? saya selalu yakin kita nggak pernah tahu kunci sukses kita ada di langkah yang keberapa
Daripada menyesali yang gagal
Daripada nangisin kekecewaan
Daripada greget ama kesalahan
Mending lakukan terus hal baru tanpa henti sampai kita tahu mana yang paling berhasil pencapaiannya
Mamak tak mau nyerah!