Menyebar Semangat


"Senjata para penulis adalah tulisannya"

Itu barangkali yang selalu saya sematkan di akhir setiap sesi pelatihan menulis.

"Tuliskan apa yang kamu tahu itu benar dan tidak membuat masalah justru memberikan solusi pada setiap masalah". Itu pesan guru saya.

Maka, betapa saya merasa beruntung dikeliling para penulis yang terus menyebarkan ilmu melalui tulisan. Semoga setiap tulisan menjadi penyebar semangat dan investasi pahala.


‪#‎Menyebar‬ semangat dan berNETWORKINg di program ChitChat hari ini

Sahabat Saya, Si Pemberi KRITIK


"Aku jarang banget muji, tapi malam tadi kamu sangat keren. Kamu cepat tanggap." Begitu kata salah satu sahabat saya.

Ada beberapa sahabat baik yang saya miliki. Meski ada sangat banyak teman baik yang saya miliki.
Sahabat saya adalah mereka yang berrkarakter memberi KRITIK secara langsung pada saya. "In, harusnya kamu bla,bla,bla"

Atau, "In menurut gue, lu harusnya bla bla bla"
Atau, "In kebijakan lu itu bagusnya sih bla bla bla"
Atau, "In gue nggak suka kalau bla bla bla"


Dan banyak saran, kritik, hingga masukan yang mereka lakukan pada setiap gerakan. Minim pujian sekali
Tapi, inilah yang membuat hubungan kami terus berkembang dengan baik sebab KRITIK, SARAN, dan MASUKAN membuat kami berkembang bersama. Kami SALING MENDENGARKAN.
Kadang merasa perih juga dikritik apalagi jika si sahabat sudah dengan kerasnya mengkritik tapi saya hampir selalu menurut pada mereka, "iya, gue akan perbaiki." Ujar saya dan biasanya saya memang melakukan perbaikan.


Perih memang, tapi jauh lebih baik dibandingkan melemparkan kritik tentang diri kita pada orang yang salah, saya memegang prinsip TABAYYUN untuk melangkah dan sahabat saya pun memegang erat prinsip tabayyun ini. Ini yang saya sebut persahabatan, mereka bukanlah pemuja dan pemuji, tapi mereka pemberi KRITIK yang membuat kita bERPIKIR untuk mengubah diri lebih baik.

Sepanjang saya berbisnis menuju 8 tahun ini, lingkungan berkompetisi sangat kentara dan sahabat saya inilah yang kerapkali membuat saya TUMBUH dan dimulai dengan KRITIK mereka.

Terima kasih untuk sahabatku....

Konsisten MemPROSPEK


Prospek sangat kental di dunia sales. Semua bisnis tidak akan berkembang tanpa penjualan. Modal sebesar apapun akan habis jika barang tidak terjual. Modal kecil akan berputar menjadi besar jika barang gampang dijual.

Bukan hanya bisnis saya, bisnis Anda pun harus konsisten untuk melakukan prospekting. Untuk itulah saya menerapkan job desc memprospek sehari 30 orang diemail.
Seiring dengan konsistensi menggunakan METRIK, kami kini semakin mudah memprospek bahkan selalu over target hingga lebih 100an prospek per hari.

‪#‎sudah‬ punya METRIK untuk mengawal konsistensi?
‪#‎sorum‬ IIDB

Masalah dan Solusi

 Saya sangat sering ditanya, "teh, nggak punya masalah ya? Kok kayaknya happy, ceria, dan stabil dalam banyak hal. Termasuk statusnya memotivasi terus dan keliatan beraktivitas tanpa batas."
Pertanyaan ini selalu saya jawab, "seperti halnya Anda, saya juga punya masalah looh. Kadang saya juga sedih, jengkel, marah, pengen nangis. Bedanya hanya butuh sekian menit saya merasakan hal tersebut karena saya akan kembali FOKUS pada MIMPI saya. Saya fokus pada solusi bukan mengalah pada keadaan."

Pada saat sedih, jengkel, atau hal negatif yang tetiba muncul di hadapan. Langkah pertama saya adalah TIDUR . Saya sering mengendapkan masalah dengan tidur. Setelah bangun tidur biasanya saya lebih FRESH dan siap diskusi. Teman pertama saya diskusi adalah SUAMI. Kadang saya nangis juga di pelukannya dan dia akan puas mendengarkan saya curcol sebelum akhirnya memberikan masukan. Dan kalimat ampuh yang selalu saya dapatkan dari suami adalah "fokus pada mimpi bunda, tunjukkan kita bisa dalam kondisi apapun."

Marah, sedih, kecewa, jengkel, adalah sesuatu yang manusiawi dan karena saya manusia biasa, saya merasakan hal itu. Hanya saja fokus saya pada pencapaian di depan sana kerapkali mengalahkan rasa-rasa negatif yang menyesakkan dada.
Bahkan, tidak jarang pada setiap rasa kesal, marah, jengkel, akan muncul IDE baru. Saya mencoba mengubah perasaan negatif menjadi hasil yang positif.
Mudahkah melakukan itu? Sangat tidak mudah! Tapi butuh LATIHAN yang kemudian menjadi sebuah KEBIASAAN.

Semangat pagi, semangat berlibur di hari Minggu
Salam penuh semangat,
Indari Mastuti Full

Ibu yang Menjadi Murid Anaknya


Ternyata memang benar, bukan hanya anak yang meneladani ibunya, tapi ibu sangat bisa belajar pada anaknya.

Sejak punya anak, saya belajar banyak pada kedua anak. Saya belajar tentang persahabatan dari mereka, belajar berbicara lebih santun, belajar hangat dan selalu ceria.
Dalam keseharian Nanit dan Ammar hampir selalu membuat saya merenung dengan teguran halusnya
"Bunda, eta kasar, kedah nu sae nyariosnya." Ujar mereka mengingatkan saya menggunakan bahasa sunda yang halus.


Dalam persahabatan pun sering diingatkan, namanya anak-anak kadang mereka berseteru karena rebutan, tapi tak pernah menunggu lama mereka baikan dan bermain bersama kembali.
Tadi malam, dalam persiapan ujian hari ini, Nanit belajar. Tapi, yang ditest oleh Nanit adalah ibunya. Dia meminta bundanya menjawab berbagai pertanyaan sekolah yang nampaknya dia sudah paham. Aaah memang benar, bukan hanya ibu yang mengajari anak. Anak kerapkali mengajari ibunya.

Proposal DO'A dalam Sebuah Umroh


Pengajian Umroh

Pengajian Umroh
Menjalankan umroh tentu menjadi idaman bagi semua orang, demikian juga menjadi impian saya. Itulah yang membuat saya memasukkan MIMPI berumroh di akhir tahun 2013, dimana ingin sekali saya laksanakan di tahun 2014.

Ada rentetan mimpi yang ingin saya capai di tahun 2014 dan rentetan mimpi itu saya buat dalam bentuk DREAM board di akhir tahun 2013.
Aktivitas membuat dream board saya jalankan dari tahun ke tahun, dan efektif membuat mimpi menjadi nyata, mimpi di tahun 2013 menjadi 100% terealiasasi digenapkan dengan kepergian saya umroh, bahkan bonusnya mamah dan mertua ikut didalamnya.

Puji syukur atas izinNya yang tidak pernah pelit memberi restu pada setiap cita-cita dan mimpi, Dia memberi banyak untuk setiap langkah.


Semoga demikian juga dengan proposal do'a yang dipanjatkan pada saat umroh bisa diACC olehNya. Salah satu yang paling penting adalah yang selalu disampaikan suami, "doa pertama adalah mohonlah ampunanNya dari segala khilaf, mohonlah pertambahan keimanan, dan mintalah apapun setelah itu."


Bismillah... Mohon doanya bagi semua teman ya

Salam penuh do'a
Indari Mastuti dan keluarga

Terima Kasih Internet


Terlepas dari banyaknya hal NEGATIF yang berseliweran di internet, hal POSITIF jauh lebih banyak tersaji. Kini, semua INFORMASI tersaji dengan sangat mudah. Mau belajar, mau berkomunikasi, mau terkoneksi, mau ngintip teman lama, semua semudah memencet bel rumah

Seperti tadi pagi, untuk menyelenggarakan Premium Business Class yang berlangsung dua angkatan, salah satu peserta yang berasal dari luar kota tidak perlu datang. Selama 2 jam pertemuan beliau mengikuti kelas dengan mengaktifkan SKYPE.

"Bagaimana, jelas tertangkap apa yang saya jelaskan?" tanya saya pada beliau, sambil sesekali mengajak beliau menyapa peserta yang hadir secara offline.
"Jelas teh. Ini menyimak sambil mengerjakan tugas." sahutnya


Dari skype saya jadi MENGINTIP workshop dan ruang kerja beliau tanpa perlu berkunjung ke Tangerang.
Maka, semakin yakinlah saya dengan apa yang pernah saya utarakan pada setiap pertanyaan media mengenai "menurut teh Indari, bagaimana perempuan masa kini?"
Saya selalu menjawab, "Perempuan masa kini itu hebat! dan perempuan di era sekarang harus selalu merasa bersyukur ada di era saat ini, karena untuk BELAJAR tidak perlu keluar rumah, untuk belajar tidak perlu menghabiskan banyak uang, cukup bersahabat dengan INTERNET. Ambil banyak hal yang positif dari internet dan buang hal yang negatifnya."


Alhamdulillah, mari berbahagia dengan adanya Internet. Sebaik-baiknya sesuatu adalah yang memberikan manfaat.
Dan, malam ini saya akan memandu seluruh perempuan peserta Sekolah Perempuan dari berbagai belahan negeri untuk belajar MENULIS melalui WEBINAR di WIZIQ.

cc: Julie Nava Anna Farida Ida Fauziah Buku Directselling Kartikowatidh

Saya Memilih (TIDAK) Menyerah

 Pernah merasa bosan dengan masalah?
Pernah merasa paling menderita sedunia?
Pernah merasa orang lain jauh di atas kita?
Dulu saya pernah merasakannya juga (siapa bilang saya kuat dari orok hehe)
Tapi, seiring dengan masalah, luka, dan air mata tetiba saya bangkit dan berkata "bukan saatnya menyerah, hidup masih panjang dan ada begitu banyak yang harus diperjuangkan."


Salah satu cara saya bisa tumbuh lebih kuat adalah dengan MENULIS. Saya membiasakan diri menuliskan apa yang dirasakan menjadi sebuah tulisan. Ada banyak buku HOW TO saya tulis yang berasal dari persoalan yang saya alami dan berakhir pada solusi yang saya lakukan
Saya merasa dengan tidak menyerahlah saya jadi penulis.


Itulah barangkali pesan yang saya sampaikan pada peserta Sekolah Perempuan dalam kelas webinar malam ini - MENGGALI IDE Menulis bisa dimulai dari pengalaman hidup sendiri. Selain juga mengatakan bahwa jadi penulis bukan hanya sekadar INGIN tapi butuh proses panjang mewujudkannya yaitu dengan KONSISTEN menulis setiap hari dengan dikawal METRIK 


Selamat menulis, peserta Sekolah Perempuan gelombang keenam.
Anna Farida Ida Fauziah Julie Nava Juliana Dewi Kartikawati Nikma Basyar Suci Shofia dan semua yang hadir di webinar malam ini.

Semangat Berkompetisi

Nanit Mengisi TTS
 Si sulung, Nanit memiliki semangat yang sangat tinggi untuk berkompetisi. Dia selalu menawarkan diri untuk mengikuti berbagai kegiatan berlomba sejak usia 3 tahun.

Kadang saya geli dengan semangatnya, "Nanit akan menyabet piala, bun." Ujarnya jika akan pergi berlomba.
Ayahnya menimpali, "meski tidak jadi juara, ayah dan bunda tetap bangga karena Nanit berani berkompetisi."
Nanit Mengisi TTS


"Jadi tidak perlu menang?" Tanyanya
"Lakukan yang terbaik saja, Nit. Berkompetisi dengan sehat dan lakukan yang terbaik." Pesan saya.


Dalam dunia ini, berkompetisi terjadi dimana-mana. Tentu saja, dengan beragam tujuan dalam berkompetisi.
Dalam dunia bisnis pun mengenal ada yang namanya kompetisi, bahkan kompetisi dalam real business jauh lebih complicated.
Namun, seperti yang saya ajarkan pada Nanit, berkompetisi dengan cara yang sehat menjadi investasi untuk menjadi lebih hebat.

Ini dia, keikutsertaan Nanit pagi ini, sebuah kompetisi menemukan 4 macam bunga khas Indonesia

"Kenapa Bunda Sayang sama Semua?"

Kemarin saat saya memandikan Nanit, dia bertanya

Nanit: Bun, kenapa bunda sayang ke semua? Bunda sayang juga ke Luna, ke Keisya, ke Muti, ke semua anak yang main sama Nanit
Saya: karena kan kita harus menyanyangi semua manusia, Nit. Saling sayang menyanyangi
Nanit: Bunda juga sayang kucing, nggak boleh jahat ke kucing, ke cicak, ke binatang yang ada di rumah
Bunda: karena mereka mahkluk hidup yang merasakan sakit, marah, dan semua perasaan seperti kita.
Nanit: tapi bunda juga bilang nggak boleh lempar sepatu, petikin tanaman, harus sayangin semua
Bunda: intinya apa Nit?
Nanit: intinya kita harus sayang ke semua, mau yang hidup atau benda mati.
Bunda: agar?
Nanit: kalau udah sayang, pasti bahagia...

Adeuuuh....