Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

SEPERTI APA KAU MENDAMBA ANAKMU KELAK?



Saya tak pernah lelah membaca buku
Bagi saya buku adalah guru perubahan hidup lebih baik
Saya baca buku KELEKATAN IBU - ANAK saat Aisyah tidur 
Apa yang saya dapatkan dari buku karya Ibu Ratna Megawangi ini adalah:
  • Sebanyak-banyaknya alokasikan waktu antara ibu dan anak, bahkan menemaninya tidur
  • Sebanyak-banyaknya miliki emosi positif Ibu karena akan mempengaruhi emosi anak
  • Sebanyak-banyak gendong anak dan lekatkan di tubuh sang Ibu untuk sebanyak-banyaknya memberi rasa aman dan nyaman bagi anak sehingga kelak saat dewasa dia menjadi mandiri dan percaya diri sebab rasa aman dan nyaman sudah memenuhi hati dan pikirannya
INTINYA adalah kelekatan anak dan ibu amat sangat menpengaruhi kesuksesan hidup dan kesehatan fisik ketika dewasa
BAHKAN kelekatan masa kecil mempengaruhi kebahagiaan perkawinan mereka kelak




Saya ditanya banyak mamak, "Bagaimana cara mudah melatih anak berani, sepemberani Nanit dan Ammar?"
Jawaban saya ada 5:
1. Bawa dia ke lebih banyak tempat umum 
2. Biarkan dia bergaul dengan siapa saja
3. Ikutkan dia pada kompetisi anak
4. Ajak dia bicara bahwa siapapun yang dia hadapi, hadapilah
5. Jadilah ibu yang role model anak, melihat ibunya pemberani, anak akan menduplikasi

Mengajarkan hal baik pada anak tak perlu dengan memerintah dan otoriter
Maklumi kesalahan anak dan kembali arahkan pada kebaikan kembali
Salah satu cara membuat anak menjadi lebih baik sebetulnya dengan menanamkan mindset positif mengenai siapa diri mereka
Misalnya seperti yang ada di kamar Ammar ini, dia menuliskan bahwa dia cinta Allah, dia anak baik, dia pemberani, dan mindset positif lainnya
Saat mindsetnya positif, insyaAllah akan membantunya melangkah lebih positif





Dan tentang Aisyah...
Sejak di dalam kandungan, saya ingin dan bermimpi aisyah menjadi khafizah
Saya dan suami putar murotal sepanjang hari, sejak dalam kandungan
Saya dan suami baca Quran di depannya
Tantenya 
Fitri Handayani kirimkan alqolam untuk hafalannya
Kakak-kakaknya memperdengarkan kegiatan AlQuran saat mereka bermain
Menginginkan bayi kita menjadi apa, tak hanya ingin, butuh proses yang dijalankan dengan konsisten
Termasuk saya ingin anak-anak saya tak pernah malu berdagang, terlepas dari cita-citanya jadi apa di masa depan
Nanit ingin jadi Dokter dan Guru, tapi jiwa entrepreneurshipnya terus meningkat setiap harinya
Ammar juga berdagang meski cita-citanya pemain bola
Aisyah? Aisyah pun harus bisa berdagang, dia akan meniru kedua kakaknya
Tapi, kenapa harus bisa berdagang? Karena saya yakin profesi apapun tak bisa dilepaskan dari aktivitas dagang dan dimana yang akan datang mereka tak bisa bergantung pada sebuah pekerjaan yang konon akan semakin sempit karena harus bersaing dengan robot masa depan
Mereka akan mengendalikan masa depan dengan kelihaian mereka berdagang

SEVISI SEMISI DENGAN ANAK YANG MASIH KANAK-KANAK?


Anak-anak ya anak-anak, anak-anak belum baligh itu kadang bikin pusing, nggak mau diatur, bikin rempong 
Heeem, ada yang ngerasa demikian?
STOP ngerasa anak-anak itu bikin rempong
Ada yang anaknya tidur terlalu larut...
Ada yang anaknya berantakin rumah terus...
Ada anaknya yang ganggu ibunya kerja...
Ada yang ngerasa anaknya susah diatur...
STOP!

Jangan salahkan anak!
Jangan-jangan orangtuanya yang belum memberikan VISI dan MISI keluarga pada anak
Jangan-jangan orangtuanya yang belum ngajarin pentingnya konsisten dan disiplin sejak dini
Jangan-jangan itu salah kita!
Saya sering posting di FB mengenai aktivitas saya, suami, dan anak-anak
Anak-anak yang bangun subuh dan tidur awal...
Anak-anak yang no gadget...
Anak-anak yang jadi teman diskusi...
Anak-anak yang kemudian bikin ibu-ibu pada kepo, "Gimana bikin anak-anak bisa seperti itu?"
Allah yang izinkan, itu yang pertama
Kedua, perjuangan tanpa henti
Tak berhenti memberikan pemahaman...
Tak berhenti memberikan nasihat
Tak berhenti jadi sahabat

 Memang mengubah kebiasaan anak bukan persoalan mudah!
Anak saya pernah kok pengen main gadget terus TAPI kami tak pernah menyerah membuatnya kembali beraktivitas sehat tanpa gadget
Candu gadget bisa jadi kesalahan kami orangtuanya, maka kami juga harus membuat anak kembali menggunakan gadget dengan sehat
Kami terus berpikir kreatif untuk melepaskan gadgetnya yang kerapkali rebutan gadget bikin mereka berantem 
hebat
Kami mulai menentukan jam pakai gadget, memberi reward jika tak main gadget, hingga bersama-sama mengikuti kelas parenting online dan diskusi
Pelan-pelan aktivitas fisik juga diperbanyak...
Kini, anak-anak sudah mulai merasa gadget bukan lagi yang penting buat mereka, kini kami lebih banyak bersama dibandingkan bersama gadget.
Aktivitas pagi, pulang sekolah, hingga jam 18.00-20.00 menjadi sangat menyenangkan
Jam maghrib ke Isya kami memiliki aktivitas bersama, mulai cerita, ngaji, ngegambar, baca, ampe duduk manis di pangkuan xixixi dan kami akan tidur dengan bahagia dan bangun tidur dengan ceria

Ketika orang tua dapat menjadi sahabat anak, maka anak tak perlu mencari sosok lain untuk mencari jawaban atas pertanyan-pertanyaannya.

Dan anak pun tak akan pernah merasa sungkan untuk mengungkapkan perasaannya.
Seperti yang kerap dilakukan Ammar dan Nanit.

“Sabtu Minggu itu hari yang paling bikin aku bahagia,” kata Ammar.
“Kenapa? Bukannya setiap hari katanya Ammar itu bahagia?” tanya saya.
“Maksudku lebih bahagia, karena FAMILY TIMEnya seruuuuuuu,” ujarnya ditengah-tengah kebersamaan kami menghabiskan waktu akhir pekan Bersama.

Olaaaaaa, dan saya pun jadi tahu, anak-anak pengennya ya begini, kemana-mana barengan.

 “Aku tahu kenapa Bunda melakukannya, Bunda mau menebus kesalahan.” Ucapan itu keluar dari mulut Nanit suatu malam saat saya mengajaknya tidur bersama saya dan Aisyah, padahal biasanya saya selalu meminta Nanit tidur sendiri.

“Menebus kesalahan?” tanya saya dan Ayahnya.

Lalu dia mengatakan bahwa saya membentaknya tadi sore karena berantem dengan Ammar dan saya menebus kesalahan dengan mengajaknya tidur bersama.Kkarena tidur bersama saya adalah kebahagiaan buatnya.
Saya dan suami tertawa terbahak-bahak.

Dan hari ini saya mendapatkan hadiah yang sangat indah dari bersahabat dengan anak-anak.


"Nanti kalau Bunda udah tua, tinggal sama Ammar aja, ya? kata Ayah anak lelaki itu anak Bundanya sampai kapan pun," kata Ammar.

"Aku nggak mau kuliah di luar negeri, Bun. Aku nggak mau jauh dari Bunda," kata Nanit.

Dan ada banyak statement yang bikin saya dan suami terharu. Merekalah sahabat baik kami, saat ini, dan di masa tua kami kelak.

Begitulah komunikasi antara kami, keluarga kecil yang dibangun dengan transparansi komunikasi dan berani berbicara.

MY AMAZING AMMAR


"Ayah, benarkah istri itu harus melayani suami?" tanya Ammar.
Suami mengangguk, lalu Ammar berkata, "sungguh kasihan jadi perempuan, dia sudah melahirkan, menyusui, membereskan rumah, memasak, dan semua dilakukan, lalu badannya capek, lalu harus melayani suami juga." Sungguh kami terkejut dengan argumennya.
Ammar menambahkan, "Seharusnya suami ikut membantu istrinya yang capek bukan hanya ingin dilayani saja."
Saya dan suami saling berpandangan, lalu suami menjelaskan mengenai peran istri terhadap suami seperti apa

Oh Ammar kelak engkau akan menjadi suami yang luar biasa, surga istrimu tercipta darimu, masyaAllah

Di lain waktu…

"Menurutku keluarga kita itu keluarga bahagia," ujar Ammar malam itu. Saya tersenyum.
"Apa kriteria keluarga bahagia menurut Ammar?" tanya saya.
Dia menjawab, "Sering berkumpul bersama dan tak pernah marah-marah Ayah Bundanya."
Kami semua tersenyum

Pada kesempatan tengah berdua…

"Ammar, jijik iiiih, jangan megang-megang dan ciumin kaki Bunda!" teriak saya.
Tapi si lelaki kecil ini terus melakukannya, saya geli sebenernya, takut kotor juga.
"Kata Bunda, seorang Ibu nggak pernah jijik sama anaknya, mandiin, nyebokin, dan bersihin apapun, ciumin terus saking sayangnya, harusnya anak juga gitu kan, Buuuuun, aku nggak jijik kok, aku sayang Bunda," jawabnya setelah saya protes terus.
Bunda pasrah hahahhaa

Saat saya mengungkapkan isi hati…

"Ammar, Bunda tuh suka amazing banget sama argumen Ammar, kok bisa sih Ammar mengeluarkan argumen-argumen yang gimaaanaaaa gituh," ujar saya.
"Amazing itu apa?" tanya dia.
"Amazing. heeem luar biasa," sahut saya.
"Luar biasa itu apa?" tanya dia lagi.
Dan berlanjutlah dia bertanya arti kosakata baru.
MEMUJI pun jadi ilang kebawa angin. Wkwkwkkw

Hingga pada suatu saat saya mendapatkan komentar tentang lelaki kecil itu…

Ammar itu dewasa
Ammar itu cerdas
Ammar itu pinter
Ammar itu mengayomi
Beberapa ibu teman sekolah Ammar memberikan pujian pada Ammar berdasarkan cerita teman-temannya dan hasil pengamatan mereka saat kami berkumpul di pinggir kolam renang sambil menikmati suasana latihan renang anak-anak kami.

MasyaAllah, sebaik-baiknya pujian hanya milik Allah saja, manusia hanya sebaik-baiknya berusaha yang 
terbaik dalam hidupnya

Terimakasih Ammar....

WANITA MENCIPTA SURGA



Wanita bisa menciptakan surga di hatinya, dengan banyak bersyukur
Wanita bisa menciptakan surga bersama suaminya, dengan banyak bersyukur
Wanita bisa menciptakan surga bersama anak-anaknya, dengan banyak bersyukur
Wanita bisa menciptakan surga bersama sahabat-sahabatnya, dengan banyak syukur
SYUKUR membuat hati lebih lapang
SYUKUR membuat hati lebih bahagia
SYUKUR membuat hati lebih legowo


Kitalah yang sering lupa bersyukur bukan kurang yang Allah beri
Menciptakan surga di dalam diri kita dengan memperbanyak syukur 
Syukur membuat hati menjadi lebih luas
Syukur membuat beban semakin ringan
Syukur membuat selalu tenang menerima apapun yang Allah beri
SYUKUR membuka pintu rezeki, insyaAllah
SYUKUR membuka pintu surga, insyaAllah


Beruntunglah kita menjadi wanita
Ditakdirkan dengan menonjolnya sifat kasih sayang dibandingkan pria
Maka, gunakanlah kasih sayang itu untuk merangkul lebih banyak muslimah
Yang sedang lemah, dikuatkan
Yang sedang sedih, dibahagiakan
Yang kurang mampu, dicukupkan
Yang sedang bertikai, didamaikan
Yang melakukan kesalahan, diingatkan


STOP MENGELUH!
Karena memang nggak ada untungnya!
Mengeluh cuman bikin hidup terasa makin berat
Mengeluh cuman bikin masalah makin rumit
Mengeluh tak membuat langkah makin ringan
Berhenti mengeluh dan lanjutkan perjuanganmu menuju surgaNya...


TANAMKAN IKHLAS
Maaf, kalau tanpa ikhlas sih hal kecil aja bisa jadi besar
Punten, kalau nggak ikhlas sih masalah kecil aja jadi bengkak segede gajah
Sorry, kalau nggak ikhlas nerima kekurangan orang mending nggak usah gaul deh
KEIKHLASAN jadi penting banget dalam kerja, ibadah, belajar, dan gaul karena dengan ikhlas semua yang terasa berat bisa kerasa lebih ringan
dan semua yang dijalankan jadi lebih asyik-asyik aja tanpa gerundel kesana-kesini, apalagi jadi ghibahan dan fitnahan.
IKHLAS aja....


WANITA MENCIPTA SURGA adalah buku ke-68 saya, kali ini duet bersama Ibu Siti Muntamah untuk mengajak sahabat muslimah bermuhasabah. Sebagian dari tulisan ini adalah petikan dari buku tersebut. Semoga lahirnya Wanita Mencipta Surga mampu membangunkan semua wanita untuk menjadi sahabat bagi wanita lainnya.
Bayangkan jika wanita menyatu dalam satu ikatan persahabatan, batu karang saja bisa hancur. Hehehe

NGASUH TANPA PANIK



Antara ngasuh anak dan ngasuh bisnis emang nggak bisa dipisahkan bagi mamak-mamak mah.
Bisnis nggak boleh menggerus aktivitas ngasuh. Ngasuh juga nggak bisa jadi alasan bisnis terbengkalai. Keduanya musti dijalankan dengan hati bahagia, kalau nggak bahagia bisa sengsaralah kita dengan beragam keluhan.

Bisnis? capeknya ada, bahkan kalau udah banyak masalah, heeeeem kadang lupa sama syukur

Anak? capeknya juga ada, bahkan kalau anak rewel atau susah dikendalikan, lupa juga sama syukur
Kalau saya mau menyebutnya bahagia diantara dua ini adalah dengan konsep *Berhenti Panik*
Segala hal yang nggak ngenakin dalam dua hal diatas nggak boleh dihadapi dengan panik

Anak rewel? stop panik!
project macet? stop panik!
komplain datang? stop panik!
Begitu panik hilang, bahagia tetap ada di setiap keadaan

Seperti kemarin, saya terapi diri saat sedang isi 20an lebih grup dan tiba-tiba wa seperti not connecting, delay, dan mati suri

Pengen panik sih? soalnya di pikiran gini:
1. Gimana mamak-mamak nunggu materi sambil kesel, kok materi nggak datang-datang?

2. Gimana majemen waktu saya yang harusnya jam segini sharing, terus gatot, harus diganti kan waktunya?

3. Gimana kalau disangka nggak amanah dengan janji?

Aaaaah STOP PANIK, saya ambil air wudhu dan dhuha-an, setelah mengerjakan hal lainnya sambil nunggu bener

Hasilnya SOLUSI BARU datang setelah diskusi dengan Leader Indscript. STOP PANIK! bikin kita lebih EASY GOING dan akhirnya MUDAH MENDAPATKAN SOLUSI

Selamat *BERHENTI PANIK* mamak-mamak sayang...

Satu lagi, Mak. Untuk bisa berhenti panik pastikan serba tercatat urusan manajemen waktu ya, biar nggak gedebrakl-gedebrukan, tuh di ruangan saya APAPUN SAYA TULIS, saya gunakan banyak BOARD INDSCRIPT untuk mengatur keseharian, target, hingga keuangan

Selamat belajar *BERHENTI PANIK*

MEMINTA IZIN PADA BAYI?



Sewaktu saya menulis buku duet saya dengan istri Walikota Bandung, Ibu Siti Muntamah bayi saya masih dalam keadaan sakit, batuk pilek dan agak panas badannya. Tentu bayi agak rewel ya saat sakit, tapi saya tidak mau menyerah dan menjadikan itu alasan tidak menulis, saya tetap menulis dan menargetkan menyelesaikan tulisan lebih cepat.

Bagaimana saya menulis dikejar deadline dengan memiliki bayi?

1. Saya diskusi dengan bayi saya, "Aisyah, Bunda lagi kejar target nulis buku, Aisya
h izinkan?" meminta izin pada bayi yang mungkin menurut teman-teman belum paham apa-apa, sebetulnya wajib, bahkan saat mau makan depan dia pun saya minta izin, "Aisyah, Bunda makan dulu ya, Aisyah dua bulan lagi baru makan deh."

2. Menargetkan jumlah yang akan ditulis dan mengejarnya tanpa alasan. Bayi sakit tidak kita pantengin terus 24 jam kan? setelah minum obat, dikasih ASI, diseka, dipeluk, dia akan tidur pulas, saat bayi tidur? masihkah mau beralasan bayi sakit?

3. Jika masih rewel dan ingin digendong, ya saya gendong saja, menggendong sambil menulis ndak masalah, bahkan bayi makin tahu apa yang dikerjakan Bundanya
 
4. Niatkan untuk ridho Allah dalam menjalankan apapun, maka Allah akan mempermudah apapun meski mungkin sulit di bayangan kita

Alhamdulillah buku WANITA MENCIPTA SURGA akan kami launching 9 Maret 2019 dan pemesanan buku akan segera kami buka. Mohon doanya, duet kami akan berlanjut untuk buku-buku selanjutnya di muslimah dan parenting.

Jujur, berduet dengan beliau membuka cakrawala berpikir saya semakin luas, masyaAllah beliau sungguh menakjubkan!

Bismillah, menuju pembukaan PO dan launching WANITA MENUJU SURGA

Dahsyatnya Daily Activities


Kakak ngasuh, Si tengah main kartu, Bunda makan sambil nyuapin 😍
.
Sepagi ini rumah udah rapi, anak-anak udah mandi, dan siap bantu Bunda untuk kerjaan apa aja. Aktivitas harian ini bisa lancar karena diatur oleh DAILY ACTIVITIES yang saya catat dengan detail dari bangun tidur ke mau tidur lagi lalu dipasang di ruang keluarga dan ini berlaku untuk seluruh anggota sehingga kami sama-sama tahu apa yang akan kami kerjakan bersama-sama ♥️
.
Temen-temen dirumah juga sama-sama saling bantu kegiatan dirumah yuk! 😘
.
#indblack #handsockindblack #mansettangan #aksesorishijab #aksesorismuslimah #hijab #handmade #inspirasiperempuan #indarimastuti

Komunikasi Itu CERMIN


Komunikasi Itu CERMIN

Dalam berbagai lini kehidupan, komunikasi sangat penting
Terutama dalam bisnis, komunikasi lisan dan tulisan sangat penting
Komunikasi tulisan digunakan untuk membuat iklan hingga promo tools lainnya
Komunikasi lisan digunakan ketika suatu saat Anda harus melakukan presentasi dan melakukan deal untuk project besar "maupun kecil"
Komunikasi lisan butuh latihan
Salah satu latihannya adalah berbicara di depan cermin, sudah enakkah gaya bahasa kita, gerak tubuh kita, dan intonasi suara kita?

KELUARGA NYUNDA


KELUARGA NYUNDA
barangkali itu yang ingin kami ajarkan pada anak-anak, bagaimana mereka bangga dengan kesundaannya sejak dini
Kami menginformasikan di Sunda ada apa saja
Kami juga membiasakan bahasa Sunda dalam keseharian
Kami juga membangun budaya Sunda yang santun dalam gerak langkahnya
Kami menjaga kesundaan hadir dalam hidupnya
Sunda itu kereeen, meski kini nampaknya mulai banyak orang Sunda menggeser kesundaan dengan modernisasi yang mengepungnya
Mengganti bahasa Sunda dengan bahasa Indonesia seolah itu lebih keren, padahal bahasa Ibu lebih keren dan memiliki keunikan sendiri
Bahasa Indonesia jauh lebih mudah dipahami dibandingkan bahasa SUnda 
Bahkan mengganti bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam keseharian sehingga lupalah pada bahasa Ibu dan bahasa nasional
Kalau bisa, mari BUDAYAKAN dulu BAHASA IBU sambil terus menguatkan bahasa lainnya
Akan sangat membanggakan jika kita mencintai SUNDA bukan hanya bahasanya tapi juga budayanya yang sungguh santun

#keluarga sunda