MULAI DARI DIRI SENDIRI



Suatu hari saya bertamu di sebuah rumah yang sangaaaaat bersih, lalu saya yang ingin membuang pampers anak saya mencari tempat sampah, beliau berkata, biar beliau yang akan membuangnya ke kali
Ke kali? saya menghela nafas dan bertanya kenapa ke kali
bla..bla..bla penjelasannya dan saya kembali menghela nafas
Bersih di rumah, tapi kotor di tempat lain sepertinya sudah menjadi kebiasaan masyarakat kebanyakan
Membuat sampah di tempat yang tidak dipertimbangkan bisa merugikan lokasi lainnya atau masyarakat lainnya
Sediiiiih sekali hati ini
Piluuuu.....
Dan saat bencana karena sampah ini datang maka masyarakat berlomba-lomba mengatakan seseorang tak becus jadi pemimpin padahal bisa jadi bencana datang karena tingkah polah buang sampah yang tidak tepat
Paling mudah memang menunjuk kesalahan orang dibandingkan introspeksi kesalahan sendiri
Ini yang membuat saya takut untuk menunjuk-nunjuk lalu ikut tercebur pada obrolan yang sedang "ngehits" khawatir saya melupakan borok sendiri
-
-
-
Membaca komentar atau postingan status di social media memang mengerikan
Semua opini seolah menjadi kebenaran
Maka dibandingkan membaca, mengomentari, dan menshare yang sudah terpampang di sosial media saya memilih bergerak dengan versi yang bisa dilakukan oleh saya sendiri
Berhenti mengomentari apa yang dilakukan orang lain dan bergerak menuju perbaikan diri sendiri dan masyarakat terdekat
-
-
-
Tidak perlu berharap pada siapapun untuk bergerak, mulai saja dari diri sendiri
Tidak perlu menyerahkan kesalahan hanya pada pemerintahan, masyarakat harus bersatu padu menuju perbaikan dari segala sisi
Tak perlu menunggu uluran tangan orang lain, mari bergerak lebih banyak beraksi menuju kesempurnaan
MULAI DARI DIRI SENDIRI dan jika semua orang melakukannya saya rasa semua akan menjadi lebih baik

No comments:

Post a Comment