17 December 2017

KETIKA ANAK MENUNJUKKAN MINAT DAN BAKATNYA DI DUNIA BISNIS


-
-
Kata pepatah mengatakan bahwa," air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga."

Demikian juga bila seorang Emak pebisnis tidak usah heran bila menyaksikan sang anak sudah menunjukkan bakat dan minatnya terhadap bisnis yang kita geluti.

Lalu bagimana hendaknya sikap Emak ketika melihat anak memperlihatkan ketertarikan pada bisnis?
Jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka dengan senang hati saya akan menjawab alhamdulillah dan menyambut baik i’tikad si kecil.

Tahukah Anda, bahwa di masa mendatang PERSAINGAN UNTUK MENDAPATKAN PEKERJAAN AKAN SEMAKIN KETAT. Maka SOLUSI BERBISNIS adalah menjadi sangat tepat bagi anak sebagai bekal ia melangkah dewasa kelak. Tentunya sebagai orangtua sudah mempersiapkan kemandirian tersebut dimulai sejak usia dini. Maka dengan senang hati saya akan mewariskan segala pengalaman bisnis kepada anak-anak.

Berikut ini ada beberapa hal yang mungkin dapat menjadi pedoman terkait dengan dunia bisnis yang melibatkan anak:
PENGENALAN BISNIS. Keseharian saya sudah sangat dikenali dengan baik oleh kedua anak saya, Nanit dan Ammar. Namun sejauh ini baru Nanit si sulung yang sudah sangat menunjukkan minatnya pada bisnis. Buktinya tempo hari pada saat kami melakukan trip ke Kediri, ketika melakukan acara Kopdar dengan Emak Pintar Jawa Timur tempo hari, Nanit sudah meminta saya membuka kelas membuat slime dan minta dibuatkan handsock untuk anak. Keren yaa...
Keterlibatan anak seringkali terjadi tanpa disengaja dikalangan Emak pebisnis. Artinya ketika proses edukasi yang kita lakukan pada anak bahwa ibunya adalah seorang pebisnis, itu sudah merupakan jalan awal mendekatkan anak dengan bisnis secara tidak langsung. Dan tidak mungkin pada akhirnya anak menjadi jatuh cinta pada dunia bisnis. Selanjutnya tinggal konsistensi orangtua untuk mendidik anak MEMILIKI SKILL yang tinggi dalam menjalankan bisnis.

LEBIH MENGHARGAI UANG. Efek yang dapat dirasakan langsung oleh anak ketika ia mencintai bisnis yakni lebih menghargai uang.
Dari mana memperolehnya..
Bijak mempergunakan sesuai kebutuhan untuk dirinya...
Dengan kata lain, ia mulai pandai menggunakan uang secara bijaksana. Tidak melulu mempergunakan uang HANYA untuk jajan serta membeli keperluan yang kurang penting. Dan mengerti makna skala prioritas.

BERBISNIS MAMPU MENGGALI POTENSI ANAK. Tidak mesti setiap bisnis yang dijalankan orangtua akan serta merta disukai anak. Karena bisa jadi mereka memiliki kesukaan bidang lain. Berikan dukungan penuh pada minat yang mereka pilih. Support dan bimbingan orangtua sangat mempengaruhi percaya diri anak untuk lebih mengembangkan diri dan bisnisnya.

ANAK AKAN LEBIH MEMILIKI RASA TANGGUNG JAWAB DAN MENJADI LEBIH DISIPLIN. Inilah muara akhir dari didikan orangtua terhadap anak mengenalkan tentang bisnis.

Jadi ketika anak Anda ingin berbisnis, why not? Asal tidak menganggu HAK utamanya sebagai anak yakni BERSEKOLAH DAN BERMAIN DENGAN TEMAN SEBAYANYA.





No comments: