06 September 2017

KETIKA LELAKI BICARA CINTA SEHARUSNYA FISIK BUKAN UKURANNYA (Ketika era operasi plastik, sedot lemak menjadi standar kecantikan perempuan masa kini, mereka ragu dengan ketulusan sebuah cinta)




"Jatuh cinta cukup sekali, sebab hidup hanya sekali". Demikian pepatah lama yang sepertinya masih layak dikonsumsi untuk orang-orang sekarang.

Konon, OTAK PRIA memiliki ruang 99% LOGIKA dan sisanya diisi oleh INTUISI atau perasaan. Sementara perempuan adalah kebalikannya.

Maka jangan heran dengan sikap pria yang seakan-akan cuek bebek. Karena di otaknya telah terprogram cara kerja yang kontras dengan perempuan. Setidaknya begitulah kata psikolog, dimana cara pandang dan cara kerja otak perempuan dan pria, BERBEDA.

Kembali ke masalah 1% intuisi yang dimiliki pria. Ketika pria jatuh cinta, maka si 1% ini 'seakan-akan' MENGUASAI yang 99%.

Salah satu contohnya, terjadi pada pria tampan yang biasa tampil berakting di film 007 James Bond. Dialah Pierce Brosnan.
Kata siapa pria tak punya cinta?
Mr. Bond ini berbeda dari pria kebanyakan yang konon mementingkan urusan fisik perempuan yang menjadi pasangannya.
TOLOK UKUR CINTA MEMANG WAKTU.

Sekian tahun bersama, pasangan suami istri sejatinya semakin mengokohkan tali kasih sayang dalam bahtera yang bahagia. Sudah tidak lagi membahas masalah ukuran tubuh yang kenyataannya semakin melebar pasca pernikahan. Sebab ada proses persalinan. Dan yang terpenting adalah karena BAHAGIA.


Seorang suami ataupun istri, mengejar tujuan pernikahan yaitu SAKINAH MAWADAH WARAHMAH.

Jadi ketika masih ada perempuan yang merisaukan bentuk tubuhnya dikhawatirkan tidak menyenangkan suami, lalu melakukan berbagai perawatan yang KEBANYAKAN malah MENYAKITKAN.

Justru ternyata hal itulah yang "merusak" pikiran kita.

Karena, sesuai berjalannya waktu. CINTA MENCARI KEDAMAIAN. Hati yang ikhlas menghabiskan sisa hidup berdua, berdampingan dalam suka dan duka.

Tahukah kita, bahwa sebagian besar usia kita habiskan bersama pasangan?

Maka semaikanlah bibit cinta dan kedamaian dalam rumah tangga. Seperti yang diajarkan Qur'an kepada kita melalui Rasulullah sebagai suri tauladan seluruh umat.

 

No comments: