06 September 2017

MEMPERJUANGKAN BERHIJAB



Kristy Powell, seorang warga Amerika tak pernah menyangka ia mendapatkan uang penggantian atas kasus yang menimpa dirinya senilai 1 Milyar dalam kurs Rupiah.

Pasalnya suatu saat, ia dituduh melakukan suatu kejahatan (mengutil). Dalam proses pemeriksaan oleh kepolisian, jilbabnya ditarik paksa hingga terbuka. "Aku merasa telah telanjang saat itu," ungkapnya. Di negara yang konon menyuarakan keras HAK ASASI ini, menerima laporan Kristy atas dugaan PERAMPASAN HAK SESEORANG MENJALANKAN IBADAHNYA.
Sebab, JILBAB BAGI MUSLIMAH ADALAH KEWAJIBAN DALAM AGAMA ISLAM.

Perkara ini berkembang dan akhirnya, dimenangkan oleh Kristy Powell. Dan ia berhak mendapatkan penggantian atas hak azasi nya yang telah dirampas oleh kepolisian setempat.
Pertanyaannya, apakah kita muslim di Indonesia yang katanya mayoritas beragama muslim sudah memperjuangkan hijab kita?

Dengan kata lain, berhijab bukan sebuah hal yang memalukan. Diluar sana, mati-matian orang MEMBELA MURUA'H diri pada Hijabnya.
Sementara kita disini apa yang sudah kita lakukan?
Dalam kondisi negara yang seperti ini, yang sudah semakin menerima hijab bagian dari kehidupan keseharian kita. Buktinya pada saat paskibra pada Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2017 tempo hari banyak peserta yang memakai jilbab, bahkan menggunakan cadar.
Tapi terkadang para muslimah masih ada juga yang belum secara sempurna menghijabi seluruh auratnya. 

TERTUTUP TAPI TERBUKA...
MENUTUP, BUKAN MEMBUNGKUS...

Semoga kisah Kristy Powel dan para peserta paskibra dalam memperjuangkan hijabnya dapat kita petik hikmahnya.

No comments: