06 September 2017

PEREMPUAN KEMBALILAH KE DAPUR (Ketika tangan asisten rumah tangga tak bisa menggantikan lezatnya makanan Ibu yang dibuat dengan penuh cinta)



Baru-baru ini beredar VIRAL berita tentang Menteri Sosial kita, Ibu Khofifah Indar Parawansa. IA SEDANG ASYIK MEMASAK MENU MAKANAN UNTUK KELUARGA.

Masih dengan pakaian yang ia kenakan saat pulang dari kunjungan kerja yang melekat di badan, dengan santainya beliau sedang menggoreng menu masakan favorit keluarganya. Padahal sepulang bekerja ia tentu merasa lelah. Tapi ia TAK SEGAN turun ke dapur menunaikan kewajibannya sebagai seorang ibu dan istri. 

Benarlah kata-kata tetua zaman dahulu, bahwa setinggi-tingginya perempuan menuntut ilmu, mengejar karir sampai pada level menteri atau presiden sekalipun, naluri keperempuanan tidak bisa menyangkal. Bahwa SATU-SATUNYA SINGGASANA KERAJAAN PEREMPUAN YANG SESUNGGUHNYA ADALAH DI DAPURNYA.
Contohnya ibu menteri Khofifah. 

Urusan domestik rumah tangga memang tidak sepatutnya di delegasikan seutuhnya kepada asisten. Di negara-negara bule, urusan rumah tangga hampir semuanya dilakukan sendiri oleh ibu rumahtangga.

Kenapa?
Karena ketika seorang ibu memasak dengan kedua tangannya, ada setangkup CINTA yang tidak dimiliki oleh asisten rumah tangga atau koki sekalipun.

Pakar psikologi mengatakan pula bahwa, walaupun masakan yang disuguhkan ibu di meja makan tidak selezat yang dibuat chef di restoran mengapa anak-anaknya selalu menyambut dengan suka cita?

CINTA. HANYA CINTA YANG MAMPU MENGIKAT IBU, ANAK DAN SUAMI MELALUI MAKANAN.
Maka tidak heran, suami banyak yang tetap menuntut isterinya memasak menu sehari-hari, sesibuk apapun ia di kantor. 

Berbahagialah kalian wahai para perempuan yang masih dimintai tanggung jawab memasak untuk keluargamu. Tersebab, keluargamu tak ingin CINTA mu tergantikan oleh tangan asisten.
Barakallah ukhti...

Oh ya, maafkan saya tidak ingin membuat pro dan kontra dalam penulisan status ini, sebab saya pun sedang berjuang untuk kembali ke dapur.  Doakan saya ya.

No comments: