30 June 2005

Tips Marketing10 : Buatlah diri Anda dapat Dipercaya

Aksan bertemu dengan calon konsumennya. Setelah ngobrol ngalor ngidul mengenai produk yang ditawarkan, Aksan kemudian pamit. Pada saat pamit, sang calon konsumen meminta kartu namanya..ladalah..Aksan lupa membawa si kartu nama. Dengan terkekeh Aksan mengatakan kalau kartu namanya tertinggal malah mengatakan biar dia saja yang menghubungi sang calon konsumen. Ada kemungkinan Aksan akan kehilangan kesempatan untuk menjaring konsumen baru karena ketidakpercayaan calon konsumen atas identitas jelas Aksan.
Sebelum melakukan pertemuan dengan calon konsumen hendaklah lengkapi diri anda dengan identitas yang lengkap mengenai data perusahaan (brosur, list harga, surat pengantar perusahaan) atau identitas diri (kartu nama) karena itu sangat penting untuk masa akan datang.
Selain itu, dalam pengenalan diri dan produk anda tidak perlu melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya karena itu berarti anda BUNUH DIRI. Pada saat si calon konsumen tertarik membeli dikhawatirkan bualan anda tidak terbukti sama sekali kemudian mereka kecewa dan Duerrrr anda kehilangan konsumen terbaik anda. Lagipula konsumen tidak perlu kata-kata melainkan bukti. Setuju?
Seorang sahabat di Ujung Pandang, Bapak Naza, SE seorang pengusaha Telekomunikasi terkemuka dengan bendera PT. Incipna Indonesia malah menghadirkan fotocopy dirinya dalam kartu nama alias kartunama berphoto dan saya setuju dengan konsep pembuatan kartu nama seperti itu. Saya yakin bahwa sebuah kartu nama merupakan perwakilan diri kita pada orang lain. Bisa jadi setelah sekian tahun tidak bertemu dengan kita, konsumen telah melupakan seperti apa diri ini, tapi kartu nama seperti itu serta merta akan menembak ingatannya kembali. Dan hingga kini saya masih mengingat secara utuh betapa simpatiknya Bapak Naza. Selamat memperkenalkan diri!