05 July 2017

SAAT IBU MARAH (Perlukah Diam Saat Marah?)



Saya sedang mendidik diri saya sendiri saat ini, agar lebih mampu mendidik anak. Barangkali itu tekad saya!

Sebab mendidik diri sendiri itu sulit! TAPI HARUS BISA!

Seperti kemarin, saya INGINNYA MARAH pada si bungsu yang tidak mau melepaskan diri dari youtube 

Alasan dia adalah "Ini kan hari Minggu, Bun. Kata Bunda, boleh main youtube hari Minggu saja"
Grrrrh, maksud saya sih hari Minggu juga nggak seharian kayak kemarin dan saya ingin marah karena merasa Ammar nggak nurut.

TAPI, saya tidak mau MENGOMEL, saya MARAH dan menyimpannya dalam hati sambil mengucapkan istigfar.

Saya belajar kembali....
Ketika anak saya berteriak *saya langsung menunjuk diri sendiri jangan-jangan saya sudah mencontohkannya
Ketika anak berantakan *saya tunjuk diri sendiri, uuups jangan-jangan saya kurang rapi
Ketika anak cengeng *saya membatin, apakah saya yang telah membuatnya menjadi cengeng
Ketika anak lihat youtube *jangan-jangan ini juga karena saya nonton youtube mulu *meskipun yang ditonton atau didengarkan ilmu menurut saya, tapi menurut mereka tidak tahu juga kan ilmu atau bukan ilmu

Membuat diri kita menjadi LAYAK dijadikan role model oleh anak sangat tidak mudah

Berat? Iya berat, mendadak kita musti sekuat tenaga MENGUBAH begitu banyak kebiasaan agar tampil maksimal di depan anak
Jaim? tidak, tetapi membiasakan lebih baik dari waktu ke waktu
KEKESALAN dan MARAH saya tumpahkan dengan istigfar, nangis, dan diam hingga marah reda
PAGI INI saya bertanya pada Ammar, "Tahukah Ammar kalau Bunda kemarin marah sama Ammar?"
Dan dia menggeleng, "Aku tidak tahu kalau Bunda marah"
OMG...hahahaha

LALU...
Saya mengajak Nanit dan Ammar mengobrol tentang hubungan ibu dan anak dengan bahasa yang paling sederhana, "Bunda sedang berusaha tidak meluapkan marah pada anak-anak Bunda, maukah kalian membantu Bunda untuk lebih sabar?"

MENJADI LEBIH SABAR tidak mudah

"Bunda hanya sedang belajar jadi ibu yang sesungguhnya. Tidak mau marah meski kesal, tidak ingin berteriak, tidak ingin membuat kalian sedih." ujar saya

TIDAK MUDAH MEMENDAM MARAH lalu membicarakannya di saat hati sudah tenang, TAPI saya ingin belajar melakukannya SEBAB berbicara dalam keadaan marah hanya akan menyakiti anak-anak...

No comments: