24 August 2016

Perempuan Indonesia Harus Mandiri



Sekitar 80 istri pimpinan BUMN berkumpul di Yogyakarta, mereka antusias menyeruput sharing saya mengenai mewujudkan perempuan Indonesia mandiri secara ekonomi.

"Perempuan harus siap dalam berbagai situasi, termasuk menjadi partner suami dalam hal ekonomi keluarga." Pesan saya

Dan tekad perempuan dalam ruangan itu menggelora, beberapa diantara dengan vokal berkata, "Ya, saatnya kami kembali berbisnis" ada juga yang bertanya, "bagaimana membangun bisnis penulisan?"
Di pertemuan-pertemuan offline dengan para perempuan  maupun di  pertemuan-pertemuan online, begitu banyak saya temui perempuan-perempuan yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi perempuan mandiri.  Mereka adalah perempuan-perempuan pembelajar yang selalu haus ilmu, ingin belajar ini dan itu dengan tak jemu-jemu.  Di kelas Reparasi Bisnis yang awalnya untuk mereparasi bisnis yang sudah ada, akhirnya saya menambah materi untuk yang MAU MEMULAI BISNIS. 

Gamis yang saya endors beberapa waktu yang lalu adalah salah satu produk yang baru saja dilaunching dan bisnis yang baru kami kemas bersama dalam kelas Reparasi Bisnis. Sebuah bisnis yang dimulai dari NOL, bermodal keinginan kuat dan akhirnya menjadi sebuah bisnis dikemas secara professional dalam waktu yang relative singkat.

Itulah sebabnya, mengapa saya selalu bersemangat mengajar dan belajar dengan sesama perempuan.
Ya, perempuan!  Kenapa saya fokus pada bisnis dan terus menerus mengajarkannya pada perempuan lain? karena tujuan saya ingin mengajak lebih banyak lagi Ibu Rumah Tangga yang mandiri secara ekonomi.

Perempuan Indonesia, Mari menyatukan kekuatan dan semangat untuk bergerak lebih baik dari waktu ke waktu.

Mari kita kembangkan pembelajaran segala hal, karena kemandirian harus ditopang oleh pengenalan berbagai aspek. Agar Anda tidak kehilangan arah tentunya.  Awali dengan target yang ingin Anda capai jika kemandirian itu Anda kembangkan.

Dampak positif yang terasa jika kemandirian mulai timbul adalah kita tidak pernah lagi mengeluh karena ketidakpuasan perlakuan orang lain terhadap kita, karena secara mandiri kesuksesan Anda tak terpengaruh jika orang tersebut berlalu dari hidup Anda.

Perempuan harus mandiri bukan karena alasan harta semata.  Lebih jauh lagi mandiri itu bukan sekedar bisa berpenghasilan atau tidak.  Perempuan mandiri adalah perempuan yang berdaya.  Perempuan yang bisa membangun mindset positif dan mengenal diri sendiri, merumuskan impian-impiannya!


No comments: