29 August 2016

Bertanyalah Pada Anak-Anak Kita



Suatu kali saya pernah turun dari mobil yang masih jalan hanya karena melihat anak-anak remaja sedang tawuran.

Saya langsung turun dan memisahkan mereka. Butuh mental yang cukup besar untuk melakukan pemisahan belasan anak yang tawuran.

Prinsip saya anakku, anakmu, dan anak kita semua membuat saya semakin kuat dalam menghadapi anak-anak remaja dengan berbagai karakternya.

Namun, memisahkan tawuran ini memang ada konsekuensinya, bagaimana kalau saya yang DIBOGEM oleh anak-anak yang sedang tawuran itu? itulah yang membuat saya akhirnya memikirkan cara kreatif untuk memecah konsentrasi mereka saat sedang melakukan hal yang menurut kita sebagai orangtua__tidak pantas.

Memarahi mereka, tidak akan pernah membuatnya jera.

Menegur, tidak akan pernah membuat mereka paham, apalagi dalam kondisi marah dan akhirnya teknik ini yang saya gunakan, "mengalihkan konsentrasi mereka dengan PERTANYAAN"

Dua kali melakukannya dan berhasil membuat kerumunan anak bubar jaya.

Petang itu, suara keributan terjadi tepat adzan maghrib, dengan menggunakan mukena saya keluar dari gerbang rumah.

"Barudak, atos sarolat? (anak-anak, udah pada sholat)?" tanya saya dengan suara lantang.

Tiba-tiba senyap... semua mata memandang ke arah saya.

"Ieu atos maghrib, atos sholat taacan? (Sekarang sudah maghrib, sudah sholat belum?)" tanya saya kedua kalinya.

Mereka menjawab serempak, "Taacan..(belum..)"

**anak-anak mulai hilang konsentrasi lagi berantem.

Lalu, saya kembali berteriak lantang, "Sok sarolat heula, sok arangkat ka mesjid. (Ayo sholat dulu, sekarang segera berangkat ke mesjid)"

dan kerumunan itu bubar...
Melakukan pendekatan pada anak dan remaja memang butuh KREATIVITAS seperti halnya berbisnis.

Cacian pada anak tidak akan membuat mereka membaik...

Menyalahkan anak juga tidak akan membuat mereka menjadi lebih baik...

Mereka butuh sesuatu yang berbeda dari kita, orangtua mereka....

Mari, bersama-sama berani melakukan yang terbaik pada anak-anak kita.

Tanpa menyalahkannya...

Tanpa menyakiti hatinya...

Tanpa mencemoohnya...

Tanpa menyindirnya...
Teknik bertanya bisa jadi bisa diaplikasikan untuk hal apapun yang terkait pada anak, semoga.

#BERBAGI MIMPI bersama anak-anak SMA

No comments: