20 July 2016

Tidak Ada yang Bisa Mematahkan Mimpi



Tulisan tentang menuliskan MIMPI selalu saya tulis berulang-ulang karena itulah sebuah kebiasaan yang saya bawa sejak kecil.  Saya yang berasal dari keluarga sederhana atau bisa dibilang kekurangan bisa BERTAHAN HIDUP, semua karena saya punya MIMPI dan HARAPAN.

Ada 101 keajaiban yang saya desain dan saya visualkan dalam bentuk tulisan.  Ada tangis, luka, pahit, bahkan kekonyolan yang saya alami untuk mewujudkannya.  Mimpi itu saya tulis sejak remaja, satu persatu mimpi itu saya capai salah satunya adalah ketika saya bangun dari tidur dan sudah menjadi seorang PENULIS.

“Teh, enak ya jadi teteh.  Semua mimpi yang diidamkan semasa kecil bisa tercapai,” ujar seorang perempuan di komunitas saya.

Saya tersenyum lalu mengatakan, “bahkan hingga sekarang saya masih bermimpi dan berjuang.  Selama hidup masih banyak yang belum saya capai sebab mimpi terus berkembang dengan hebatnya.  Kamu juga bisa mencapai mimpimu, perkaya hati dengan semangat perjuangan maka jiwa raga akan bergerak ke arah mimpimu.”

Mungkin beberapa dari Anda pernah membaca buku PUZZLE MIMPI , dimana kisah saya sejak kecil hingga jatuh bangun berbisnis ditulis oleh sahabat saya Anna Farida.  Ketika saya diwawancarai oleh penulis, saya pun menangis mengenang masa-masa tersebut.  Betapa tidak mudahnya meraih pencapaian hingga saat ini, namun saya dengan sekuat tenaga mengumpulkan puzzle yang terserak untuk mewujudkan 101 mimpi saya, salah satunya adalah bisnis saya bisa terus bertahan dan berkembang.  Di tengah berbagai hentakan cobaan dan rintangan dalam berbisnis selalu ada cahaya di depan sana, selalu ada jalan di ujung sana.  Tidak ada sesuatu yang bisa mematahkan mimpi.  Saya percaya, saya bisa meraihnya.

Jangan takut bermimpi tinggi, karena itulah yang akan memapah kita semua. Bukan hanya mimpi, lengkapi juga dengan KERJA KERAS, KEYAKINAN, dan DO'A serta ILMU yang memudahkan kita meraihnya.

Ya, ILMU, karena mau mencapai apapun kita butuh ilmu. Sudah siap belajar? 

Selamat belajar dan merancang mimpi.

No comments: