20 June 2016

Puasa, Melatih Emosi Perempuan



Puasa merupakan sarana untuk melatih seorang Muslim agar memiliki kecerdasan emosional, mental yang sehat, dapat mengendalikan hawa nafsunya dari berbagai godaan.  Puasa menggembleng seseorang untuk lebih sabar dan tabah.  Puasa dapat lebih melembutkan hati dan jiwa seorang perempuan yang konon lebih sensitif daripada pria
Ketidakmampuan untuk menerima kenyataan yang berbeda dengan harapan menyebabkan seseorang Perempuan mengalami emosi.  Untuk mengatasi emosi, Anda harus mampu mengendalikannya dengan baik dan bijak. Pengendalian emosi diperlukan bukan hanya untuk meredam emosi melainkan untuk mengendalikan berbagai emosi yang mempersulit diri Anda.
Emosi mana yang akan menguasai diri Anda. Semua bergantung pada kebijakan Anda dalam mengelola emosi, Kemampuan beradaptasi dalam berbagai emosi akan membuat Anda mampu menyempurnakan langkah terus menerus.
Puasa merupakan sarana latihan untuk mengendalikan semua nafsu, termasuk nafsu amarah.  Bagaimana cara mengendalikannya?  Kita semua memiliki kebebasan dalam mengendalikan emosi yang ada dalam diri agar kehidupan dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.  Ketika kita merasa marah, jangan luapkan kemarahan pada orang lain tapi bertanyalah pada diri kita sendiri, "apakah kita pernah membuat orang lain marah? Apakah kita memang salah? Apakah kita berhak marah?" Dan berbagai pertanyaan lain yang kemungkinan bisa menahan kita untuk memuntahkan semua emosi kita melalui berbagai cara.  Berilah sedekah pada otak Anda untuk selalu tersenyum.  Tahukah Anda, dengan senyum kita memberikan vitamin buat otak sendiri sekaligus memberikan vitamin untuk otak orang lain?
Manfaatkanlah momen puasa untuk memberikan vitamin pada otak kita.  Bukan hanya untuk mengontrol perut, puasa seharusnya membuat otak dan pikiran lebih baik.
Biasakanlah memberi kesempatan kepada pikiran untuk mengambil keputusan.  Semakin Anda mahir menyerahkan keputusan kepada pikiran, maka semakin sehat emosinya.  Mengendalikan pikiran dan memberi sedekah senyuman pada otak Anda merupakan langkah awal dalam mengendalikan perasaan.  Jadikan akal yang mengendalikan perasaan, bukan perasaan yang mengendalikan akal.
Ramadhan adalah bulan kesabaran.  Mari kita isi ibadah puasa ini dengan mau bersedekah senyuman.

No comments: