19 February 2014

Partai Persatuan Perempuan

Dalam setiap obrolan dengan para perempuan, kerapkali saya mencuri inspirasi kisah mereka lalu mencoba menerapkannya dalam keseharian. Misalnya ketika saya bertemu dengan Rina Dewi Lina, seorang Financial Planner yang juga mengisi program UANG ANDA di TVRI, saya mencuri kebiasaannya menabung yang kini mulai dijalankan oleh keluarga kecil saya.
 
Saya mencuri ilmu kesederhanaan yang dijalankan oleh ibu kost saya saat saya tinggal di Jogjakarta. Saya memanggilnya yuntit. Beliau adalah seorang perempuan yang tidak pernah berangan mendapatkan sesuatu yang lebih dari hidupnya sekarang, “jalankan saja yang sudah didapatkan dengan sukacita dan kita akana bahagia.” Ujarnya. Perempuan yang sangat mungil ini sudah saya anggap selayakanya ibu saya sendiri, tak pernah absen saya menjenguknya saat saya bertandang ke Jogja.
 
Perempuan pemaaf sebutan saya pada popoh Wong Nyuk Yun. Istri dari pengusaha Gouw Tjioeng Yun yang kisah hidup keluarganya saya tulis. Saya terkesan dengan perjalanan hidup popoh dan menjadi inspirasi daya untuk senantiasa memaafkan.
 
Namun, yang paling dasyat adalah getaran yang saya rasakan tadi malam. Ketika saya menonton sosok walikota Surabaya, Ibu Risma di mata najwa melalui youtube. Talkshow ini terlewatkan beberapa hari lalu. Saya menonton dengan penuh semangat. Ingin menyeruput energi positif yang sering saya dengar dari kerabat dan kawan ketika saya bertandang ke Surabaya. Auranya positifnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan kota metropolitan setelah Jakarta itu ternyata tidak mampu menghalau energi negatif yang hadir menggoyangkan langkahnya. Ibu walikota ini akhirnya memunculkan sisi kewanitaannya yang lembut dan meneteskan air mata ketika menceritakan satu persatu tantangan, hambatan, dan tekanan yang dia dapatkan, “saya sudah melakukan semua dengan sebaik-baiknya.” Begitu katanya.
 
Melihat perempuan, dari berbagai sisi baik kelemahannya hingga keunggulannya saya semakin yakin bahwa jika memang satu perempuan dengan perempuan lainnya saling mengisi maka akan tumbuh perempuan yang kuat dan mengubah dunia. Perempuan yang sedang berjuang untuk rakyat, harus didorong oleh kekuatan perempuan lainnya. Perempuan yang kuat, harus memberi energi pada perempuan yang lemah. Perempuan yang cerdas berbagai kecerdasan pada perempuan yang minim informasi. Perempuan yang hebat menyebarkan auranya pada mereka yang tertatih dalam hidupnya.
Ya, perempuan harus saling MENGINSPIRASI dan MENGUATKAN satu sama lain, bukan MELEMAHKAN satu perempuan dengan perempuan lain.
 
Terbayangkah jika itu terjadi? Pasti Partai Persatuan Perempuan akan menjadi partai besar dan kokoh di Indonesia :)
#social media menjadi salah satu alat mempertemukan kekuatan perempuan dari seluruh Indonesia

No comments: