16 September 2006

Biarlah Allah saja...

Hargailah segala sesuatu yang masih kau miliki sebelum ia hilang darimu, dan kamu akhirnya menyadari betapa berharga semua itu bagimu.

Tadi malam, sungguh, aku bermimpi salah satu Handphoneku hilang dan entah kenapa rasa kehilangan itu membuatku terbangun dan seolah-olah bukan Hpku yang hilang tapi seperti ada sesuatu yang akan ‘hilang’ dariku. Audzubillah, aku tidak ingin terlalu khawatir dengan mimpi lantas mengkaitkannya dengan apapun sebab yang ku tahu mimpi hanyalah ‘bunga tidur’ semata tapi.............
Sebelumnya memang aku sudah mengecewakan seseorang yang kini sangat dekat denganku dan jujur saja, aku merasa dia akan memutuskan sesuatu jika tak ada kepastian dariku...
Beberapa hari ini kegundahan melanda, haruskah aku memutuskan peristiwa penting –seumur hidup- itu sekarang? Haruskah aku mengundurkannya kembali? Haruskah aku menerima semuanya dengan ikhlas dan berhenti untuk mempermasalahkan hal yang mengganjalku? Haruskah?...Dan akhirnya terakhir aku berpikir haruskah aku kembali ke beberapa waktu yang lalu dimana aku takut untuk menikah karena takut bersama dengan orang yang salah? Tapi, siapa yang salah? Apakah ‘mereka’ yang bersalah atau ada yang ‘salah’ dalam diriku?
Aku sebenarnya hanya ingin berpikir sederhana saja.....bahwa...Jodoh, mati, dan rizki sudah diatur olehNya...
Ketika jodohku datang maka segalanya akan dipermudah olehNya
Ketika matiku datang maka kematian itu diridhoi olehNya
Dan Ketika rizkiku datang maka rizki itu diberkahiNya
Semoga ketiga pemikiran sederhana itu lebih membuatku nyaman dan ikhlas. Biarkan...biarlah semua keputusan itu datang dari Allah dan ditiupkan kedalam hatiku dan semoga apa pun itu ‘itulah yang terbaik’ untukku. Amin.

Jakarta, 16 September 2006

No comments: