13 September 2006

Untuk Adikku -YAKINLAH-

Realitas diciptakan oleh pikiran. Kita dapat mengubah realita mengenai diri kita dengan mengubah pikiran kita.
(Plato)

Adik bungsu di mata saya adalah seorang lelaki muda yang energik. Sejak kecil kami sangat dekat, walau juga tak jarang ‘pertengkaran’ terjadi tapi itu tidak membuat kami tidak saling menyanyangi satu sama lain..yeaaah, aku menyanyanginya, sangat menyanyanginya!
Dengan intensitas komunikasi aktif walau kami berjauhan (adikku di Kuningan dan dimanapun aku berada, kini, Jakarta) banyak hal yang kami masing-masing ketahui satu sama lain.
Seperti juga aku, adikku melakukan hal yang sama ketika dirinya merasa ‘aneh’ pada suatu hal, misalnya pekerjaan, cinta, dll.
Malam itu dia menelponku lebih dari satu jam. Yang kudengar hanya keluhan. Aku sempat heran karena yang aku tahu dia cukup ‘kuat’ dan periang bahkan paling santai dalam menghadapi permasalahan. Tapi rupanya yang dia hadapi adalah ‘klimaks’ dari kejenuhannya menghadapi berbagai persoalan.
“Kira-kira apa yang harus saya lakukan ya Teh?”
Aku tidak banyak terlalu banyak berbicara aku malah balik bertanya
“Kamu yakin nggak kamu bisa ngelewatin ini semua?”
Dia terdiam
“Aku nggak tau!”
Dan aku kembali berkata, “Yang penting sekarang adalah YAKIN DULU dulu bahwa KAMU BISA MELALUINYA dengan baik!”
“Caranya?”
“YAKIN dulu dan ketika KEYAKINAN itu sudah bisa kamu miliki maka kamu akan memiliki banyak cara melaluinya.COBALAH!! dan AKU YAKIN KAMU BISA!”
“Iya teh..” itu saja yang dia katakan di penghujung percakapan
Dan malam tadi dia menelponku kembali
“Teh, semuanya sudah lebih baik aku sudah lebih tenang sekarang.”
Aku hanya tersenyum senang.
Adikku, tahukah kamu bahwa di setiap kegalauan yang teteh rasakan, yang pertama tetep tanamkan dalam hati adalah KEYAKINAN BAHWA SEMUANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA dan dengan itulah teteh bisa kembali berdiri setelah tersungkur dan bisa tertawa setelah menangis.
Setelah yakin itu muncul maka teteh bisa melakukan segalanya lebih baik, mencoba lagi setelah gagal dengan kekuatan baru yang muncul perlahan tapi pasti.

Jakarta, 13 September 2006

(Teteh : Sebutan kepada kakak perempuan dalam bahasa sunda)

No comments: