08 December 2005

Di atas langit ada langit

Ketika berbicara masalah keberdayaan orang lain yang lebih dari diri kita saatnya kita mengatakan pada diri bahwa di atas langit ada langit. Artinya, selalu ada yang 'lebih' dibandingkan diri. Hal itu akan membuat kita malu untuk sombong. Namun, bukan berarti kenyataan itu memukul hati lantas menjadi minder.
Di atas langit memang ada langit. Seorang yang kita anggap paling wah saat ini, di sudut sebelah sana ada yang lebih wah. Tapi kita juga mesti ingat bahwa ada langit dan bumi. Keduanya memang harus jadi cermin diri.
Ketika kita bercermin pada langit, itu mengingatkan kita untuk tidak sombong dan ketika kita bercermin pada bumi, itu mengingatkan kita untuk tidak serakah.

(Bandung, 20 November 2005)

No comments: