10 October 2005

Kasih Sayang

Talk not wasted affection, affection never wasted. If it enrich not the hearth of another, its waters returning. (Wardswoth Longefellow)
Adakah kasih sayang terbuang percuma?Kasih sayang tidak pernah terbuang percuma. Jika kasih sayang tidak memperkaya diri orang lain, ia akan kembali.
Kita semua butuh kasih sayang untuk mempertahankan sifat-sifat kemanusiaan kita. Jadi, saya selalu saja keheranan ketika ada orang yang memperlakukan orang lain dengan tidak ada sentuhan kasih sayang. Kasih sayang secara sederhana saya katakan sebagai hati. Ya, hati, semua segi kehidupan butuh hati. Bergaul butuh hati, belajar butuh hati, bercinta butuh hati, bahkan bekerja pun butuh hati.
Kenapa bekerja butuh hati? Karena dalam bekerja kita bergabung dengan manusia-manusia lain yang tidak bisa kita samakan dengan robot non perasaan. Mereka hidup dan sama seperti kita butuh sentuhan hati.
Minggu yang lalu, saya makan siang dengan beberapa sahabat yang memiliki pekerjaan berbeda-beda. Dua orang diantaranya memiliki posisi lumayan di perusahaan dan banyak berhubungan dengan bawahan. Kiat sukses mereka memperlakukan bawahan adalah dengan menggunakan hati. Karena bekerja bukan hanya mendapatkan uang melainkan juga ibadah. Ketika sentuhan hati digunakan ada dua manfaat yang akhirnya mereka dapatkan. Pertama, rasa kebersamaan di antara seluruh karyawan untuk membangun perusahaan. Kedua, kenyamanan yang tercipta pada lingkungan kerja.
Namun jikalau, setelah kita menggunakan hati dan tidak membuat efek positif bagi orang lain maka efek positif akan kembali pada diri kita. Kita akan semakin kaya akan hati. Dan bersyukurlah ketika seluruh rongga diri dipenuhi dengan hati karena itu bisa dijadikan modal untuk berjalan wajar dalam kondisi apa pun.

(Yogyakarta, 9 Oktober 2005)

No comments: