MENUMBUHKAN ETOS KERJA DAN MEMBANGUN MIMPI

9:25 AM


-
-
Apakah saat ini Anda sedang dipecat dari pekerjaan?
Apakah usaha Anda bangkrut?
Dan seketika merasa mimpi yang sudah terbangun indah melayang begitu saja ke awan. Lalu tetiba berpikiran semua gara-gara si Anu. Si Anu yang membuat Anda terpuruk tidak seharusnya terjadi. Saya sering mengatakan jangan biarkan orang merebut mimpimu? Lho kenapa bisa?

Ketika Anda ‘mengizinkan’ orang lain menyakiti, menghina, mengucilkan bahkan melakukan tindakan ‘abuse’ terhadap diri kita. Efeknya adalah hal tersebut membuat nyali menciut serta mencari alasan untuk mulai menjauhi mimpi kita yang sebenarnya.

Lantas bagaimana caranya bila Anda ‘kadung’ merasa sudah terjauhkan dari mimpi-mimpi yang seringkali masih berkelebat dalam angan?

Salah satu caranya ialah MENUMBUHKAN ETOS KERJA kembali. Sebagai umat beragama yang meyakini bahwa Tuhan adalah yang Maha Pemegang Hidup, kita harus selalu yakin bahwa sesulit apapun drama kehidupan, PASTI ada jalan keluarnya.

IKHTIAR DAN DOA...

Dr. Thohir Luth mengatakan dalam bukunya yang berjudul “Antara Perut dan Etos Kerja dalam Perspektif Islam” menyatakan bahwa setiap Muslim harus dapat menumbuhkan etos kerja secara Islami karena pekerjaan yang ditekuninya bernilai IBADAH.

Kemudian hasil dari pendapatan pekerjaannya juga bisa digunakan untuk kepentingan ibadah termasuk di dalamnya menghidupi ekonomi keluarga.  

Berikut adalah beberapa cara/kiat supaya kita mempunyai etos kerja yang handal dan supaya jangan sampai terulang kembali orang lain mencuri mimpi-mimpi kita:
1. Niat merupakan pondasi utama dalam setiap aktivitas. Mari tengok kembali apa niat  Anda ketika membangun mimpi tersebut? Adakah terbersit sebagai ajang pamer, ujub dan menyombongkan diri serta untuk mengangkat prestise? Sebab, sabda Rasulullah mengatakan bahwa sesungguhnya segala perbuatan itu berasal dari niat.
2. Bekerja dengan sungguh-sungguh, fokus dan menyertakan ikhlas dalam segala tindakan. Sebuah kalimat bijak mengatakan, semua hal yang baik akan kembali kepada pemiliknya. Pun demikian juga sebaliknya, semua hal buruk akan kembali kepada pemiliknya. Bekerja dengan jujur dan dengan tata cara yang dihalalkan, maka niscaya usaha tersebut tidak akan mengkhianati hasil.
3. Tetap pelihara harapan dalam hati. Kekuatan manusia selain tenaga dan fisik yaitu harapan yang disemai dalam untaian doa pada Yang Maha Kuasa. Selain itu tetap memperbaiki kualitas diri, baik dalam bersikap, bergaul sehingga terjauh dari toxic people yang sekiranya sewaktu-waktu dapat menjegal langkah kita.
4. Tanamkan sikap profesionalisme dalam bekerja. Membangun hubungan kekeluargaan dengan lingkungan itu harus, supaya kita merasa selalu rileks dan enjoy ketika bekerja. Namun, sikap profesionalisme tetap dikedepankan sebagai bukti bahwa Anda seorang yang amanah atas pekerjaan.
5. Perbaiki pola komunikasi dengan lingkungan kerja, seperti rekan kerja dan bawahan guna mencapai kinerja yang optimal dengan memasukkan unsur cooperative untuk saling meneguhkan dan menguatkan satu sama lainnya.

Manusia adalah ‘kholifatul fil ardhi’, yaitu sebagai pengelola dunia. Maka setiap diri kita adalah pemimpin bagi diri sendiri. Maka JANGAN IZINKAN DIRI KITA DIJAJAH OLEH ORANG LAIN. Yang paling berkuasa pada diri kita adalah diri sendiri dan Tuhan. Mimpimu ada di tanganmu dan atas izin Allah...

Semangat terus yaa Sahabatku...


You Might Also Like

0 komentar