05 July 2017

IBU dan BAPAK, STOP MEMBULLY ANAK (Bagaimana memperlakukan anak menjadi bintang dalam kehidupannya di masa kini dan masa depan)



TERNYATA, bully tidak hanya datang dari luar lingkungan anak. Bahkan orang terdekat bisa melakukannya. Siapakah mereka? KITA, iya, kita orangtuanya...

Tidak sadar karena gemes kita bilang:
Si pipi tembeeeeem, muaaach
Si hidung mungiiiiil
Si kepala botaaaak

Tidak sadar karena marah kita mengatakan:
Dasar lelet, gitu aja nggak bisa!
Dasar cengeng, gitu aja nangis!
Dasar bodoh, masa ranking satu dari belakang sih, memalukan!

Tidak sadar kita melakukan hal-hal yang MENGECILKAN anak, si bintang kehidupan kita.
TADI MALAM, saya melihat tayangan seorang ibu yang memiliki anak disable. Tiga tahun pertama di karuniai anak disabilitas bukan sesuatu yang mudah, si ibu memilih depresi, diam di rumah terus, tidak mau mengenalkan anak pada semua orang.

BERUNTUNG, si anak memiliki pengasuh yang penuh cinta, selama 3 tahun dia dikenalkan ke banyak orang oleh pengasuhnya, belajar banyak hal, bermain, jalan-jalan dengan sang pengasuh.
Lambat laun sang ibu menerima kekurangan anak dan mulai mendampinginya.

DAN, seperti yang sudah saya share SEMUA ANAK ADALAH BINTANG itu adalah BENAR: anak disabilitas itu telah menjelma menjadi PIANIS CILIK BERSUARA EMAS.

Ibu dan Bapak, semua anak punya potensi untuk berkembang lebih hebat JANGAN padamkan karena satu kekurangannya.
Dampingi...
Peluk...
Kuatkan....
Motivasi tanpa henti…

HAL TERBERAT bagi anak adalah adalah DIBULLY DENGAN MEMBANDINGKAN...
Si anu mah masih kecil juga juara, kamu mah....
Please kayak si ini, rajin nggak kayak kamu pemalas...
Bla - bla - bla....

Ibu dan Bapak, berhenti membully anak baik secara sadar atau tidak, satu KATA NEGATIF akan merusak jutaan syaraf anak
Berikut ini saya share tips POSITIF menghadapi anak terlepas dari kelebihan dan kekurangannya:

Pertama, KETIKA ANAK DIRASA NAKAL, maka diamlah sejenak. Tanyakan pada diri kita:
Siapa yang telah membuatnya seperti ini?
Apa ada yang salah dengan yang kita lakukan sehingga anak meniru?
INTROSPEKSI DIRI dulu sebagai orangtua

Kedua,  KETIKA ANAK DIRASA BODOH, maka stop mencapnya bodoh secara langsung. Oke kita merasa dan simpan rapat, lalu tanyakan dalam hati
Sudahkah mendampinginya belajar?
Apakah kita tahu kesulitan anak belajar di bagian mana?

Ketiga, KETIKA MERASA ANAK TIDAK ISTIMEWA. Buka mindset bahwa anak dilahirkan dalam paket lengkap: kurang dan lebihnya. Tugas kita adalah menggali kelebihannya dan meminimalisir kekurangannya BUKAN membullynya. Anak adalah BINTANG!

Keempat, JADILAH SAHABAT ANAK bukan menjadi orangtua yang merasa anak harus mengikuti titah kita. Anak juga manusia seperti kita, punya keinginan, punya kesempatan, dan punya harapan. 

Semoga kita semua dikarunia kebijakan dalam menemani tumbuh kembang anak, Bismillah.

No comments: