21 June 2017

Kita Tak Bisa Mengubah Masa Lalu Tapi Kita Bisa Mencetak Masa Depan



KENAPA BUNDA MUDAH MENGATAKAN SAYANG PADA ANAK LAIN? begitulah kira-kira pertanyaan Ammar, si bungsu pada saya. Rupanya dia cemburu!

Akhirnya saya menjelaskan pada Ammar, bahwa meski mereka bukan anak-anak yang dilahirkan oleh Bundanya, mereka adalah anak-anak yang harus dicintai, disayangi, dan dilindungi oleh Bundanya.

Sejak itulah, Ammar dan Nanit menjadi pengintai anak, mereka akan melaporkan pada saya jika ada anak yang "berbeda"

Bun, temanku, ibunya sudah meninggal...
Bun, mau adopsi temanku nggak? Ayahnya sudah tidak ada...
dan laporan lainnya.
Terimakasih anak-anakku, sahabatku, partner dunia akhiratku...
 
DALAM WAWANCARA SEBUAH MEDIA saya ditanya, "Bagaimana cara teh Indari mendidik anak? sehingga Nanit bisa mandiri, kreatif, dan penuh empati?" tanya beliau.
"Sepertinya saya tidak sedang mendidik anak, saya sedang mendidik diri sendiri untuk bisa mandiri, kreatif, dan mencoba penuh empati. Saya didik diri saya dan semoga bisa menjadi teladan bagi anak-anak."

IYA, seorang ibu dan seorang ayah tidak akan mampu mendidik anak-anak jika dia tidak mendidik diri sendiri sehingga pantas menjadi role model.

DALAM OBROLAN menjelang buka puasa antara Ammar dan seorang anak di Sekolah Gratis.
"Aku suka diledekkin si rumah kecil sama temen-temenku." ujar temannya
"Minta sama Allah nanti kalau sudah besar, rumahmu bakal buesaaaaaar" jawab Ammar.
"Etapi, kalau kita sudah besar, punya uang banyak, jangan dibelikan terlalu banyak keinginan kita.
Kita akan beli beras, telur, mie, lalu kita bungkusin yang banyaaak. Kita bagi-bagikan kepada yang kurang mampu. Kita lanjutkan apa yang Ayah lakukan." tambah Ammar.

Saya terharu dengan apa yang disampaikan oleh Ammar, dia ingin meniru jejak ayahnya...
SEMOGA, saya dan suami dimampukan terus mendidik diri sendiri untuk lebih baik dari waktu ke waktu, menjadi role model terbaik bagi mereka dan juga sebagai pencetak masa depan.

Ya, pencetak masa depan. 
“Kita tak bisa mengubah masa lalu tapi kita bisa mencetak masa depan, demikian penutup yang saya berikan pada sambutan sekaligus perpisahan dan pertanggungjawaban sebagai ketua POM di TK Nugraha periode 2016-2017.
Pertamakalinya menjadi ketua di organisasi sekolah menambah pengalaman saya sebagai masyarakat seutuhnya. Alhamdulillah....

Dalam sambutan saya, saya juga menitipkan kepada semua ibu terkait GERAKAN IBU BERANI MENEGUR serta DARURAT PORNOGRAFI di Indonesia sebagai bentuk kewaspadaan dan pengubahan lingkungan terdekat lebih baik. 

"Rangkul, peluk, dan arahkan anak-anak menuju masa depan lebih baik sebab SEMUA ANAK ADALAH BINTANG, mereka akan bersinar, gemerlap, bahkan di tengah kegelapan" bismillah...

Selamat pada Ammar, si bungsu yang menjadi juara murid berprestasi di TK Nugraha, "Nak, jadilah pengubah dunia kelak, dan mulailah dengan mengubah dirimu sendiri. "

No comments: