21 June 2017

Gerakan Ibu Berani Menegur



Memasak untuk sahur ditemani oleh mama tercinta, kami membicarakan tentang pola asuh anak
Mama merasa belum mampu melakukan seperti yang saya lakukan pas menjelang sahur tadi.

Memangnya apa yang saya lakukan? Menegur 30 anak dan remaja yang menjadi kelompok membangunkan sahur tapi mereka bercakap-cakap dengan bahasa yang sangat kasar.

"Aa kasep, punten tong nganggo bahasa anu kasar nyak? ka kupingna teu raos pisan. Isin nuju sepi meni ngoncrang pisan obrolan kasarna." (Aa kasep, tolong jangan bicara kasar ya? kedengerannya nggak enak. Malu kalau lagi sepi obrolan kasar itu kedengeran banget) ujar saya.
Anak dan remaja yang tadinya mau bernyanyi membangunkan sahur jadi menatap ke arah saya semua.

"Di dieu aya Sakola Gratis, aya perpustakaan, sok tiap sonten kadieu, anu ageung tiasa wifian gratis oge." (Disini ada Sekolah Gratis, ada perpustakaan, ayo tiap sore kesini, yang besar bisa wifian gratis) lanjut saya.

"Sabaraha urang ieu teh? meni seeur pisan?" (berapa orang ini? banyak sekali) tanya saya melihat kerumunannya lumayan.

"30 urang, Bu" (30 orang, Bu) sahut mereka "Waaaaa, sabaraha hiji atuh amplopna, seeeuuuurrrr pisaaaan" (wah berapa banyak atuh amplopnya, banyak bangeeeeeet) sambung saya sambil becanda dan mereka semua tertawa berbarengan.

Rame banget...

Teguran berbuah menjadi obrolan hangat...
Begitulah anak dan remaja, mereka tak perlu kita hakimi, kita bantu arahkan sambil merengkuh mereka dalam pelukan hangat seorang ibu...

Mari Bu, kita mulai gerakan BERANI MENEGUR dengan cara yang hangat, InsyaAllah anak akan mendengarkan ibunya...

Ibu, jangan khawatir jika apa yang ibu lakukan untuk kebaikan ditanggapi dengan negatif sepanjang cara MENEGURNYA DENGAN PENUH CINTA bukan cara KASAR lambat laun kekerasan hati akan melunak meski itu pelan. 

Awalnya mungkin kita tidak disukai tapi KELEMBUTAN SEORANG IBU akan membuatnya jatuh cinta.

Tetaplah beraksi lembut di lingkungan Anda....

Neng, TIDAK SEMUA ORANG SUKA DITEGUR...
Demikian kata mama saya dan saya paham beliau khawatir dengan keberanian saya menegur.
"Mah, tidak semua orang akan menyukai kita bahkan ketika kita tidak melakukan apapun" jawab saya.
"Mama doakan saya aja ya, Ma." saya meminta restu beliau.

No comments: