02 September 2016

Perempuan dan Perempuan Harus Menyatukan Kekuatan


Teh, kenapa teteh mau peduli pada perempuan?" tanya seseorang.

Saya menjawab, "karena saya perempuan dan perempuan harus menyatukan kekuatan"

Belum lama ini seorang founder komunitas perempuan mengundang saya hadir di acara launching komunitasnya di sebuah hotel bintang lima, "Saya ingin Teh Iin hadir dan kita buktikan bahwa sesama komunitas itu  BERSATU bukan BERSAING. Dengan KOMPAK kita akan tumbuh bersama."

Setuju sekali dengan ucapannya, tidak ada persaingan antar komunitas perempuan selain saling MENGUATKAN dan memotivasi.

Tak peduli motivasi itu berasal, tapi kita bisa memakainya sebagai serep untuk melanjutkan perjalanan, perjuangan ke arah tujuan. Yang paling ideal adalah saling menularkan motivasi. Dengan sesama kawan, sesama sahabat, sesama rekan kerja, sesama tim, sesama rekan seperjuangan dan antar komunitas.  Kita memang perlu diingatkan jika kita melakukan kesalahan, kita perlu didorong saat berjalan lambat, kita perlu tim untuk saling menyempurnakan.
Kesalahan tidak diharamkan. Kegagalan tidak memalukan. Karena dari sanalah kita belajar.
Bukan hanya dalam persahabatan, dalam hubungan BISNIS pun demikian.

Ada banyak perempuan yang membuat saya kagum. Kekaguman yang tidak pernah habis-habisnya. Pergaulan dengan perempuan membuat saya bangga menjadi perempuan. Terlepas dari kebanggaan saya pada perempuan, ada satu sisi yang juga saya mencoba mematahkannya  di kalangan para perempuan yaitu sisi sensitif perempuan yang kerapkali merasa harus bersaing dengan perempuan lainnya. Persaingan yang kerapkali berujung pada permusuhan, antipati, dan iri hati.

Padahal perempuan harus saling MENGUATKAN satu sama lain, bukan MELEMAHKAN satu perempuan dengan perempuan lain. Perempuan itu harus menginspirasi perempuan lain.

Beruntung kita hidup di era sekarang, dimana teknologi internet memudahkan kita untuk berinteraksi dengan perempuan lain dimanapun kita berada.

Jejaring sosial menjadi salah satu alat mempertemukan kekuatan perempuan dari seluruh Indonesia bukan untuk saling menjelek-jelekan.

“Teh, saya dapat kabar kalau “dia” begini…”
Saya jawab, “Ssst, tak usah disebar kemana-mana, doakan saja yang terbaik untuk beliau.  Dia perempuan dan kita tak boleh memakan bangkai sesama perempuan.”
STOP GHIBAH!

Ngomong-ngomong…Aduuuh, ini komunitas keren juga ya, launching di hotel bintang lima ^___*
Saya hadir, yaaaa :)))


No comments: