23 August 2016

Bernetworking dan Saling Support melalui Grup WA Gabungan Perempuan Pebisnis



“Hari ini saya alami komplen dari sisi produksi berdasar PO. Saya sempet kaget, pembeli sekarang perlahan ada sikap otoriter, tapi kurang mempelajari sistem dari si penjual tempat dia belanja.  Maunya kalau salah itu pasti si penjual. Jadi sikap tegas dan tenang dengan mempertahankan pendapat berdasar SOPyang kita punya alhamdulillah bisa terselesaikan.  Bukan karena kita tidak ingin mencapai service yang memuaskan tapi kita pun tidak harus menurunkan standard yang sudah menjadi sistem di kita untuk memenuhi hal tersebut.  Telisik, pembeli saya memaknai excellent services yang tidak pada tempatnya.  Alhamdulillah happy ending untuk kedua belah pihak.”

“Betul, kadang kita sudah bikin serapi mungkin sistem manajemen kita, tapi pembeli selalu masih merasa bahwa buyer is a king, padahal bukan berarti kesalahan selalu ada di pihak penjual, untuk itulah kita memang harus menyelipkan edukasi kepada buyer, tentunya disesuaikan SOP kita ya...inipun perlahan harus ada penyempurnaan juga.  Sebagai buyer online shop, saya pernah kecewa gara-gara sepatu pesanan ukurannya nggak standar..Sedihnya waktu complain dan minta ditukar dibilang nggak bisa karena stok terbatas, kalaupun bisa biaya kirim ke OL shop dan kirim kembali juga ditanggung saya sebagai pembeli. Sejak itu gak pernah beli di OL shop itu.  Kalaupun belanja online ya ke OL shop yang layanan penukaran barangnya sudah lebih oke.”

“Ada beberapa unsur yang masing masing produsen punya kebijakan tersendiri dan itu mungkin tidak bisa dipahami buyer, dan produsen pun tidak sedikit juga punya problem di lapangan, dan karena sampai kapanpun tidak ada sistem yang sempurna, untuk itulah sebabnya perlu pemahaman dan pengertian dari kedua belah pihak, dan pastinya selalu ada win win solution, nah hasil win win solution inilah untuk kita bisa kembali memperbaiki sistem yang sudah berjalan di kita.
Asal jangan sampai ada pembeli ngotot nggak mau tau.  Disinilah SOP alias standard operational procedure sangat dibutuhkan, semacam juklak untuk kita mengelola manajemen bisnis yang dipunyai.”

Demikian sharing pengalaman dan diskusi beberapa peserta pendampingan bisnis di Grup WA kami siang ini.  Menarik ya?

Mungkin Anda juga pernah mendapat komplain pelanggan.
Pernah kehilangan pelanggan setelah mengajukan komplain?
Bingung bagaimana cara menangani complain karena belum ada SOPnya?

Nah, kemampuan seorang pebisnis menangani complain adalah kemampuan yang tidak bisa datang dengan sendirinya melainkan harus dipelajari.  

Saling sharing dan berbagi pengalaman dengan sesama pebisnis mengenai bagaimana cara masing-masing pebisnis dalam menangani complain adalah salah satu cara untuk belajar dan meningkatkan kemampuan complain handling termasuk saling belajar bagaimana membuat SOP tentang cara menangani complain.

Nah, melalui grup WA Gabungan Perempuan Pebisnis ini, para peserta pendampingan bisnis dapat saling memberikan tips dan ide, bernetworking, serta saling support,.  Grup ini merupakan salah satu FASILITAS mengikuti training pendampingan bisnis yang saya usung, yang tak terasa sudah beranggotakan lebih dari 250an orang yang telah mengikuti pendampingan Reparasi Bisnis, Training On Demand, PSC, PBC dan 30 to 30.  

Ingin ikut sharing pengalaman dan belajar bersama mereka?  Yuk bergabung!

No comments: