06 September 2005

Keyakinan "Benar" setiap orang BERBEDA!

Salah satu karya anak bangsa yang paling saya kagumi adalah BUKU. Ribuan buku ditelurkan dari hasil rangkuman pemikiran anak bangsa mulai dari hal-hal ringan seperti novel, catatan harian, hingga hal-hal berat sarat ilmu seperti Teknologi, psikologi, dan banyak lagi.
Banyak penulis saya kagumi, Aa Gym merupakan salah satu pencerah jiwa melalui ceramahnya dan bukunya. "MQ untuk melejitkan Potensi' merupakan salah satu buku bagus yang harus Anda baca. Gede Prama, salah satu penulis Favorit saya. Bahkan semua tulisannya menginspirasi saya untuk bangun dari jatuh, tersenyum dari rasa pahit, maju dari kekalahan, dan saya pikir Gede Prama banyak mempengaruhi pola pikir saya. BAGAIMANA UNTUK BERPIKIR REALISTIS. Gede Pramalah jagonya. Dan akhirnya kemarin salah satu hobi saya berkeliling di toko buku kesampaian juga, setelah dipadatkan dengan berbagai aktivitas kerja. Kemarin saya melihat-lihat di Gramedia BSM, sembari mengecek stok novel saya di sana..hahaha…Mata saya tertubruk pada sebuah judul buku "SETENGAH ISI SETENGAH KOSONG" Karya Parlindungan Marpaung, terbitan MQS Publishing. Berawal dari ketertarikan pada judul, lantas saya tertarik membaca isinya. Terlebih di cover ditulis juga – Kisah-kisah Inspiratif Sarat Hikmah untuk Bisnis dan Karier- Weleh..weleh…ini jenis buku yang selalu menggoda saya!
Dari satu halaman ke halaman lainnya sarat pembelajaran terlihat. Penulis banyak menyinggung masalah sifat, sikap, dan pemikiran orang dalam melakukan sesuatu. Perbedaan setiap orang dalam melakukan suatu tindakan dianalisis titik kelemahan dan kelebihannya.Aa Gym dalam pengantarnya mengatakan bahwa "Memuncaknya kerumitan dari sebuah masalah yang menimpa seseorang acapkali disebabkan oleh ketidakmampuan berpikir positif." Bahkan lebih menegaskan lagi dengan mengatakan bahwa orang yang tidak mampu berpikir positif biasanya cenderung memandang segala sesuatu dengan penuh syak wasangka dan mereka-reka segala apa yang belum terjadi. Sayangnya, rekaan-rekaannya itu tidak pernah berupa hal yang menyenangkan. Sebaliknya, yang terbayang hanyalah hal-hal sulit dan menyusahkan.
Lantas, berbekal beberapa halaman buku yang dibaca dan apa yang Aa Gym uraikan. Saya jadi ingat pengalaman yang saya miliki. Begitu banyak pengalaman sarat makna dalam hidup saya. Dan sudah berapa kali saya mengalami konflik hanya karena perbedaan 'keyakinan benar' antara saya dan orang lain.
Setelah pengalaman 'berpasangan' yang gagal karena merasa 'berbeda' dan tak bisa disatukan lagi. Kini, saya menghadapi persoalan dimana setiap saat apa yang saya yakini telah saya tempuh dengan jalan yang benar, acapkali dianggap 'tidak benar' oleh orang lain.
Well, ya. Kita memang harus memahami bahwa suatu persoalan dipandang oleh orang dengan cara yang berbeda-beda. Hari demi hari, saya berusaha untuk meluruskan keyakinan bahwa saya tak bisa memaksa orang lain berpandangan sama dengan saya, begitupun sebaliknya. Yang maksimal bisa saya lakukan adalah melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar. Batasan benarnya adalah setelah saya mengevaluasi langkah yang pernah saya lakukan, mengurangi kesalahan di masa lalu, mempertinggi kemampuan diri yang dianggap menguntungkan, merangkum koreksi orang lain sebagai perbaikan diri, dan terus menerus berpikir positif pada diri sendiri serta orang lain.

No comments: