22 July 2016

Bu Guru Kecil Generasi Penerus



Kesungguhan Nanit membuat Sekolah Gratis makin terlihat jelas. Awalnya Nanit ingin menamakan sekolahnya dengan TK Indiscript, namun setelah melalui diskusi akhirnya Nanit menyebut sekolahnya dengan nama "Rumah Ramah Anak."

Suatu siang Nanit terlihat sangat sibuk di depan komputer.  Ternyata dia sedang membuat logo Rumah Ramah Anak dan mengetik soal ujian untuk anak-anak yang hampir setiap hari datang ke rumah.  Ujian? Iya, ujian.  Oooh nggak pernah saya bayangkan ujian di sekolah Nanit seperti apa, apalagi yang bikin soal adalah Nanit, anak berusia 8 tahun.
Dua tahun sudah dia membangunnya dan semakin terlihat sistem belajar yang dia buat.  Anak-anak semakin senang berada di rumah kami, dan Nanit berkata, "Lihatlah, Bun. Anak-anak terlihat gembira..."

Dengan penuh semangat Nanit terus mengembangkan Rumah Ramah Anak, banyak sekali kelas kreatif di sekolah ini, seperti menari, menyanyi, fashion show, kerajinan, dan kelas menulis!
Saya bertanya pada Nanit mengenai jadwal di Sekolah Gratisnya yang cukup memukau mata
"Kelas menulis apa ini?" Tunjuk saya pada selebaran yang akan Nanit bagikan
"Ya kelas menulis, Bun" jawabnya
"Menulis biasa atau mengarang?" Saya memastikan
"Mengarang, aku akan ngajarin anak-anak bagaimana menuliskan apa yang dia rasakan. Bisa jadi buku nanti..." jawabnya pede.

Setiap sore anak-anak yang berkumpul di depan rumah kami semakin banyak.  Dengan antusias mereka bertanya kapan teras rumah kami selesai direnovasi karena, "Aku ingin cepat-cepat belajar di rumah Bunda Nanit"

Permintaan Nanit untuk membuat banner dan poster di depan rumah terkait Sekolah Gratisnya membuat saya terbelalak
Saya bertanya, "Tidakkah kau bosan kelak?"
Nanit menjawab, "Aku tidak akan bosan mengajar"

Bu Guru kecil generasi penerus, teruslah mewujudkan impianmu.
Jangan takut bermimpi, Nak, sebab MIMPI yang akan memapah menuju masa depan lebih baik.
Mari CATAT mimpimu lalu WUJUDKANLAH...
Nak, beranilah bermimpi, sebab mimpilah yang menaburkan HARAPAN bahwa masa depan kita akan berbeda dengan saat ini dan hanya harapanlah yang membuat manusia memutuskan untuk ingin menjalani hidup lebih BAHAGIA.
Tante dan Bude doakan Nanit yaaaa....

No comments: