28 July 2016

Asyiknya Belajar Bersama Sekolah Perempuan



“Dengan masuk Sekolah Perempuan bagi saya sangat menyenangkan. Saya bertemu mentor-mentor menulis dan penulis-penulis senior yang luar biasa. Saya belajar menulis karena selalu diejek temen kerja bahwa tulisan saya kacau, tidak mudah dipahami. Lebih baik lisan saja katanya.  Nah saya diajak seorang teman untuk mendaftar Sekolah Perempuan.  Hasilnya?  Bukan hanya ilmu menulis yang saya dapatkan, malah saya bertemu dengan para perempuan pebisnis di grup Sekolah Perempuan hingga kini malah muncul keinginan untuk berbisnis juga.  Bagi saya pribadi, ikut Sekolah Perempuan selain menambah ilmu menulis juga menambah jaringan pertemanan dari berbagai kalangan.”

Demikian seorang pengakuan salah seorang peserta Sekolah Perempuan.

Anda pasti sudah tahu kan apa itu Sekolah Perempuan?  Ya, benar sekali.  Sekolah yang didirikan sebagai wadah bagi perempuan untuk belajar menulis dengan target menyelesaikan satu naskah buku siap terbit dalam tiga bulan.

Tiga bulan apa bisa?  Mungkin banyak dari Anda yang mempertanyakan.   Bisa. Karena di sekolah perempuan, mentor akan mengajak peserta menulis buku sesuai dengan apa yang paling peserta kuasai dan sukai dan yang paling memungkinkan ditulis sedikit demi sedikit setiap hari.  Bahkan selain menyiapkan satu naskah siap kirim, Sekolah Perempuan juga memberikan wawasan terkait dunia buku. Para peserta akan diajak belajar pasar buku, cara promosi di media sosial, diundang siaran ke radio, diundang presentasi tentang buku, diajak berjejaring dengan penerbit.  Artinya Sekolah Perempuan membukakan banyak peluang. Namun, mau dimanfaatkan atau tidak fasilitas ini, tentu kembali pada masing-masing peserta.

"Teh, kok nggak boleh masuk bapak-bapak untuk belajar nulis di Sekolah Perempuan?" Tanya beberapa bapak

Meski sering ditanya kapan saya memiliki komunitas untuk bapak-bapak yang mau belajar nulis, saya belum bisa membuatkannya. Bukan apa-apa, karena pengalaman saya sebagai Ibu Rumah Tangga dan enjoy menulis di rumahlah yang menjadi dasar pergerakan saya di berbagai aktivitas terrkait perempuan menulis.

Ya, saya merasakan asyiknya bisa produktif menulis dan menghasilkan dari rumah.  Nah, kalau saya bisa, saya yakin banyak ibu rumah tangga juga bisa.  Anda juga kan? Jika belum, jangan tunda untuk bergabung di Sekolah Perempuan.

No comments: