17 June 2016

Bagaimana Agar Perempuan Berkarir Tetap Sukses Mengurus Anak?



Sukses di pekerjaan dan sukses di keluarga artinya bisa melakukan kedua hal itu dengan seimbang
Pekerjaan membuat Anda tidak melupakan keluarga, Anda tetap bisa berada di dekat anak-anak, mengawal mereka setiap saat, memantau perkembangan mereka tiap detiknya.
Bagaimana agar perempuan berkarir tetap sukses mengurus anak?
Kuncinya, perbaiki dulu manajemen waktu Anda.  Perempuan yang berkarir seringkali selalu merasa kurang bisa membagi waktu untuk mengurus anak, menyelesaikan pekerjaan di kantor, untuk berbisnis dan untuk diri sendiri.
Sesibuk apapun kita jika waktu sudah termanajemeni dengan baik, kita akan selalu memiliki waktu untuk bersama orang-orang tercinta dengan penuh kegembiraan. 
Memang menjadi multitasking bukanlah persoalan mudah karena harus kita pahami bahwa perempuan bukanlah superwoman. Salah satu yang harus dikelola dalam hal ini adalah bagaimana perempuan bisa meMANAJEMENI WAKTUnya setiap hari.
Jika manajemen waktu berhasil dengan baik maka proses menjadi perempuan multitasking akan berjalan dengan baik. Jika manajemen waktu berjalan dengan lancar maka produktivitas perempuan akan berjalan dengan lancar.
Bagaimana cara memanajemeni waktu yang baik?
Pertama, buatlah manajemen waktu secara tertulis, hanya berupa rencana di kepala saja.  Setiap hari, saya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga tanpa dibantu asisten.  Untuk mengatur waktu saya sebagai ibu rumah tangga, penulis sekaligus pebisnis, saya menerapkan to do list management.  Saya mencatat semua aktifitas yang akan dilakukannya setiap hari secara tertulis. 
Kedua, tulislah setiap pekerjaan yang harus dilakukan dengan detail.   Selain detail, kuncinya adalah disiplin dan konsisten.  Manajemen waktu itu kuncinya komitmen dengan waktu.  Komitmen untuk disiplin dengan jadwal kegiatan harian yang sudah kita tentukan.  Komitmen untuk terus konsisten menjalankan semua yang sudah kita tetapkan.

Ketiga, kelompokkan pekerjaan yang sangat penting, penting dan tidak penting.  Coretlah pekerjaan yang tidak penting, prioritaskan waktu Anda untuk mengerjakan pekerjaan yang sangat penting dan penting saja
Keempat, perbaharui dengan rutin standar lamanya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap pekerjaan. Terkadang ada saat-saat kita melakukan pekerjaan menjadi lebih cepat, lebih lambat, ataupun tiba-tiba ada hal-hal baru yang harus Anda lakukan
Kelima, jangan buat manajemen waktu Anda terlalu kaku.   Manajemen waktu memang dibuat sebagai standar harian yang harus dijalani, tapi bukan berarti Anda tidak bisa mengubahnya.  Dalam mengekseskusi to do list, saya selalu fleksible, mengingat situasi setiap hari kadang tidaklah sama.  Kuncinya adalah disiplin dan konsisten, karena tanpa kedua hal tersebut, to do list hanya sebuah coretan di atas kertas belaka
Nah bagaimana? Apakah Anda sudah memiliki manajemen waktu?

No comments: