25 May 2016

Pentingnya Membina Reseller


Aspek terpenting yang perlu diperhatikan untuk memastikan bertumbuhnya perusahaan adalah adanya transaksi penjualan.  Tentu saja, darimana datangnya perputaran uang kalau tidak ada transaksi?  Itulah pentingnya membina reseller.  Karena dengan merekalah pelanggan kita berkomunikasi, di tangan mereka terjadinya transaksi pejualan dan di pundak mereka citra bisnis kita dibebankan.

Beberapa pebisnis mengungkapkan hal berikut pada saya,
“Teh, yang paling sulit saat membina reseller adalah mengajari reseller menjual produk ke konsumen tanpa penolakan dari calon konsumen. Banyak reseller saya yang akhirnya mundur karena hal ini.“
“Bagaimana cara mengajari reseller menjual produk ke konsumen tanpa penolakan?”

Saya jawab, “Tidak ada caranya, bahkan jika produk itu Anda jual kepada sahabat Anda sendiri, atau malah orang tua Anda sendiri, masih mungkin mengalami penolakan.  Apalagi dijual kepada orang lain yang belum dikenal.  Yang harus Anda dilakukan adalah terus membina reseller Anda, mengajari mereka untuk memperkecil angka penolakan dengan meningkatkan kualitas penawaran, mencari cara yang tepat agar mudah diterima, meningkatkan kemampuan menangkap keinginan konsumen, mencari cara yang bisa meningkatkan kualitas penawaran, baik secara proses maupun konten dan jangan lupa perkuat MENTAL reseller Anda.”

Tenaga penjual yang saya bentuk mengalami seleksi alam atau tambal sulam. Dalam sebulan pasti ada saja yang gugur dan digantikan yang baru dan rasanya hampir semua tenaga penjual maupun reseller di sebuah bisnis mengalami hal ini.
Satu yang menjadi jawaban dari pertanyaan “mengapa itu terjadi?” adalah KEKUATAN MENTAL yang dimiliki oleh personal tersebut.
Seperti halnya komunikasi, KEKUATAN MENTAL memiliki peranan penting yang harus dimiliki oleh tenaga penjual. Banyak sekali dari kita yang hampir tidak mau menjadi seorang tenaga penjual, image yang terbentuk adalah betapa sulitnya menjual suatu produk, belum lagi menemui banyak pelecehan oleh orang-orang yang tidak menghargai profesi seperti mengusir, mencaci, menolak dengan sinis, dan lain-lain.
Bagaimana tidak merosot mental seseorang jika setiap hari menerima hal tersebut? Bisa saja terjadi penurunan semangat tapi untuk si MENTAL kuat hal ini justru semakin menggairahkan semangatnya. Yang mentalnya DOWN akan gugur, si MENTAL kuat akan bertahan dan jangan salah si MENTAL KUAT inilah yang akan menuai panen di masa yang akan datang.

No comments: