01 May 2016

Full Time Mom VS Working Mom

(Bersama Buku Ke-61 yang ditulis bersama Dian Akbas, perempuan Indonesia yang tinggal di Turki)


Melihat sepak terjang para Full Time Mom dan Working Mom membuat saya dan Dian Akbas tertarik untuk menuliskannya dalam buku kami yang berjudul Full Time Mom vs Working Mom.  Tidak jarang ada pro kontra antara peran keduanya.  Banyak yang membanding-bandingkan keduanya.  Full Time Mom lebih baik dari Working Mom ataupun sebaliknya.
Memang apa pun yang dilakukan para ibu tak akan lepas dari komentar orang-orang sekitarnya.  Ketika seorang ibu berkeputusan untuk berhenti dari pekerjaannya dan menjadi Full Time Mom akan ada komentar baik itu positif maupun negatif.  Begitu pun ketika ibu yang sudah melahirkan tetap memilih bekerja, pasti komentar akan datang bertubi-tubi. 
Tak mudah memang berperan sebagai Full Time Mom atau Working Mom.  Siapa pun yang berkomentar, mereka tak tahu apa yang ada di balik keputusan yang diambil oleh Full Time Mom dan Working Mom tersebut.
Menjadi Full Time Mom maupun Working Mom merupakan perjuangan seorang ibu untuk membahagiakan keluarganya.  Tidak pantas rasanya membandingkan peran keduanya karena mereka sama-sama berjuang demi keluarga. 
Memutuskan untuk menjadi Full Time Mom bagi yang telah terbiasa bekerja di luar rumah pastilah terasa berat.  Begitupun sebagai Working Mom, tak pernah mudah meninggalkan buah hatinya di rumah untuk bekerja di kantor.
Being a full time mom or a working mom is a tough decision.  Keduanya memiliki konsekuensi masing-masing dan merupakan pilihan yang bijak.  Pilihan itu adalah hidup yang akan Anda jalani. 
Wahai para ibu, jangan pernah galau jika mendengar ada orang yang berkomentar negative tentang peran kalian.  Lebih baik terus berkarya untuk kebahagiaan dan masa depan keluarga.  Jangan pernah berhenti belajar hal apapun.  Belajar membuat perempuan akan merasa lebih hidup apapun peran kalian.  Belajar bisnis, belajar nulis, belajar branding, belajar apa saja.  Mendorong diri sendiri untuk belajar, demi memiliki kualitas diri yang lebih baik.   Jangan pernah patah semangat, teruslah berkarya untuk keluarga dan memberikan inspirasi bagi orang-orang sekitar kita.


No comments: