23 May 2016

Bagaimana Membuat Komplain Jadi Closing

Pernah mendapat komplain pelanggan?
Pernah kehilangan pelanggan setelah mengajukan komplain?
Pelanggan Anda direbut pesaing gara-gara komplain? gimana rasanya?
Nggak enak beneran deh! hiks

Dalam bisnis HARTA kekayaan terbesar selain SDM yang kita miliki adalah PELANGGAN!

Pelangganlah yang membuat bisnis kita membesar dan terus membesar
Pelanggan yang awalnya konsumen baru LALU beli berulang-ulang dan jadi UANG!
Masa sih mau kehilangan pelanggan kesayangan gara-gara komplain
Jadi, bagaimana caranya supaya kita nggak kehilangan pelanggan gara-gara komplain.
Nah, berikut saya mau kasih tips bagaimana membuat komplain jadi closing
Hah serius? Masa memang bisa setelah komplain malah jadi closing?
Simak ya

Pertama, Jangan lupa buat record complain pelanggan Anda dalam bentuk database.  Catat dengan sedetail mungkin, masalah yang mereka keluhkan, bagaimana penyelesaiannya, serta bagaimana tanggapan mereka.

Kedua, Secara berkala berKOMUNIKASI dengan pelanggan pelanggan tersebut, jangan setelah complain Anda mendiamkan mereka.  Walaupun masalah telah dianggap selesai, jangan sekali-kali Anda melupakan mereka.  Bagaimanapun mereka pernah kecewa dengan Anda, tetap jalin komunikasi yang intens.

Ketiga, Berikan KARTU MEMBER agar setiap saat dia bisa menggunakannya dan ingatkan kalau dia punya kartu member.  Kalau dilihat sudah PASIF belanja, berikan HADIAH sebagai kejutan dan menarik dia mengingat bisnis Anda
Keempat, Jangan sampai apa yang pernah pelanggan complain kan terulang kembali.  Perbaiki layanan Anda.  Berinovasilah dalam produk dan pelayanan.

Kelima, EDUKASI pelanggan Anda dengan keunggulan yang dimiliki. Jangan bosan untuk selalu menunjukkan kalau produk kita memiliki keunggulan-keunggulan
Keenam, Berikan BENEFIT dari pelayanan dari perusahaan Anda dengan pelayanan prioritas. Misalnya nih, pesan pagi dikirim siang, packing pengiriman yang menarik, hingga cara berkomunikasi yang intens dari awal order hingga barang terkirim.

Ketujuh, PAJANG konsumen yang sudah pakai produk Anda secara aktif.  Minta mereka membuat testimony keunggulan produk dan pelayanan yang Anda berikan.  Buat pelanggan-pelanggan yang komplain menjadi  berpikir, “kok banyak yang beli, berarti produknya ok dong.”

Ayo praktikkan dulu satu persatu!  Segera bikin pelanggan Anda yang komplain menjadi closing!

No comments: