13 January 2014

Mimpi Gila Perempuan Indonesia



Mengobrol dengan Diah Andhini Soerjopoetri, atau yang saya panggil Dini seperti sedang menemukan diri saya sendiri. Bagaimana tidak, kami memiliki kesamaan yang sulit terbantahkan yaitu PEMIMPI.


Ada lebih dari seratus mimpi yang sedang saya perjuangkan untuk terwujud. Mimpi itu saya susun sejak remaja, satu persatu mimpi itu saya capai salah satunya adalah ketika saya bangun dari tidur dan sudah menjadi seorang PENULIS.
Mimpi Dini lebih dasyat lagi. Dia bermimpi bernilai 35 milyar. Wuiiiih….Mimpi yang sangat mahal, bukan? Ini yang membuat Dini yang jebolan kedokteran ini, sering disebut DOKTER GILA! Tapi, entah kenapa saya kok selalu yakin dia bisa mewujudkan mimpi gilanya itu :).

Dini, sebetulnya bukan wanita perkasa. Dia memiliki penyakit jantung “Mitral Valves Prolaps” yang kalau dia stres pasti akan membuatnya sakit. Dini juga bukan wanita gagah, dia kecil mungil dengan kulit putih namun begitu berani berkecimpung di dunia kapal yang notabene lelaki-lelaki sangar. Dini seorang pengusaha kue yang rela melepaskan pabriknya hanya untuk mengelilingi Indonesia dengan kapal yang akan membawanya lebih dekat mewujudkan mimpinya yang mahal itu.
Sudah ratusan juta dia keluarkan dari koceknya sendiri untuk mencapai mimpi itu. Jatuh cinta pada laut membuat dia kembali belajar di Sekolah Pelayaran STIP. Dini juga yang merelakan waktu bersama anaknya ikut tergerus untuk menambah ilmu di dunia pelayaran. Dini yang tidak pernah berhenti berbicara tentang LAUT!

Mimpinya ini muncul ketika suatu waktu dia menyelam, “gue menemukan sesuatu ketika menyelam 18 meter di dasar lautan. Gue jadi tau apa artinya nafas. Nafas yang ada batas waktunya dan sejak itulah gue berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih berguna,” ujarnya.
Sewaktu Dini menyelam di Tulamben Bali, dia menemukan kapal cargo US yang tenggelam jadi bangkai kapal di bawah laut, dia mengitari sekitar bangkai kapal itu. Dini membuka matanya untuk menyelamatkan laut Indonesia dimana 2/3 wilayah Indonesia adalah laut. Belum banyak masyarakat yang terbuka matanya untuk menyelamatkan laut, namun pengrusakan laut terjadi dimana-mana.
Hal yang harus dilakukan Indonesia untuk menyelamatkan laut adalah dengan mengedukasi masyarakat tentang laut sedini mungkin, ujar Dini yang menjadi Juara Wanita Wirausaha Femina tahun 2009. Selain itu Dini juga penerima penghargaan Sosialentrepreneur dari KUKM RI – Femina, serta juara 1 lomba konsep dream marine di acara startup Weekend Ciputraentrepreneurship.
Dini semakin jatuh cinta pada laut dari waktu ke waktu itu yang menyebabkan dia memutuskan melepaskan usaha kuenya yang sudah berkembang pesat untuk terjun bebas ke laut.  “Karena gue kan nggak tahu tentang laut, tapi gue jatuh cinta amat laut. Makanya gue langsung terjun bebas di lautan, di dunia perkapalan Indonesia.”

Dini kemudian mengikuti kursus seputar kapal sambil bekerja, di tengah perjalanan itulah dia mendesign mimpinya meski dia kerapkali merasa amazing berkeliaran diantara kapal dan kapan bahkan sering dianggap dokter gila.
Kini, 4 tahun sudah waktu yang dia habiskan di laut. “Gue masih mengumpulkan ilmu dan link untuk mewujudkannya”. Mimpinya yang bernilai 35 milyar rupiah ini diberi nama DREAM MARINE. Sebuah kapal edukasi untuk anak-anak Indonesia. Dini akan mendesign ulang rongsokan kapal menjadi sebuah ruang bermain mengenai laut bagi anak-anak.
Menurut saya sih, nilai ini sangat fantastis, tapi menurut Hitoshi Kato, kenalan Dini dari Osaka mengatakan bahwa angkanya feasible, bagus, dan murah untuk sebuah wadah mimpi orang Indonesia. Hitoski Kato merupakan anggota parlemen wilayah Sendai yang 11 kali terpilih meski kini usianya sudah 80 tahun.

Dini yang juga sempat keliling di Jepang, ditemani oleh Prof Taniguchi  seorang guru besar bahasa Indonesia untuk bertemu dengan Seizo Furuya, ahli struktur bangunan kapal. Seizo adalah orang yang mengajarkan China saat membuat kapal di tahun 1980an. Dini juga mengunjungi museum-museum kapal selama Jepang bersama dengan Oyama Hajime, seorang Direktur Perkapalan.
Sewaktu skripsi di FK Unpad, Dini mengambil penelitian mengenai Isolasi DNA, dimana dengan tabung-tabung yang berderet, dia memasukkan jaringan DNA ke tubuh jenazah dan diolah dengan teknik yang diberi nama PCR (Polimerase Chain Reaction) hingga keluarlah barkode Gen yang terisolasi.

Konsep ini menyerupai dengan tangki-tangki di dalam kapan tanker yang bisa diisi dengan anak-anak yang sedang bermain sambil belajar tentang laut Indonesia sehingga keluar dari tanki itu Indonesia akan menemukan kembali DNA bangsa Indonesia yang telah lama terisolasi yang diberi nama DNA Pelaut.
Dengan konsep science, business, dan sosial Dini mengkolaborasikan ketiganya menjadi satu wadah mimpi bernama Dream Marine —sebuah edukasi kelautan dalam kapal tanker yang direfurbish menjadi wadah mimpi yang menyenangkan buat anak-anak dan keluarga.
Tidak banyak memang perempuan yang mengambil profesi di bidang kelautan, bahkan menurut dini dari 150 orang peserta di STIP hanya ada 3 orang perempuan. Namun, dia merasa optimis sebab Ketua Satu Asosiasi Pelayaran Indonesia (INSA) saat ini seorang perempuan.

Dini adalah satu dari sekian banyak perempuan PEMIMPI yang ada di sekitar saya, namun bersama Dini saya merasa klop sejak kami bertemu di tahun 2010 dan kemudian bersahabat baik sebab kami SIAP SALING MENDENGARKAN MIMPI “GILA” KAMI.
Maju terus Din, capai mimpimu dan aku siap menjadi yang pertama tahu kalau kamu tidak gila dengan mimpi gilamu :)

No comments: