27 September 2006

Memimpin kemudian Mengelola Diri

Ketika Anda terinspirasi oleh sebuah tujuan mulia, maka seluruh pikiran Anda akan mampu menembus keterbatasan, kesadaran Anda akan mengembang ke seluruh akar, dan Anda akan menemukan diri Anda pada sebuah dunia yang baru, agung, dan indah
(The Yoga Sutras of Patanjali)

Salah satu hal yang paling sulit dilakukan oleh kita adalah MEMIMPIN DIRI, tentu saja bukan sekedar memimpin diri tapi memimpin diri menuju perkembangan yang lebih baik. Kenapa sedemikian sulit? Sebab seringkali kepemimpinan itu memilih antara dua suara. Suara kebaikan dan suara kejahatan. Jangan salah, suara itulah yang akan menjadi penentu tindakan akan menuju ke arah mana kita berjalan. Mau memilih atau memimpin diri ke arah kebaikan atau kejahatan. Dan jangan lupa juga, ketika kita sudah memimpin menuju kebaikan pun –si suara jahat- takkan pernah lelah mencoba membelokkan jalan. Akhirnya PENGELOLAAN DIRI juga menjadi satu hal yang juga penting setelah kita berhasil memimpin diri. Kita wajib untuk mengelola diri agar segala sesuatu yang kita pimpin dalam diri bisa berjalan secara konsisten.
Persis seperti seorang manager yang memimpin tim sekaligus mengelola timnya supaya terus dapat menjadi tim kerja yang solid, prestatif, dan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan perusahaan.
So, selamat memimpin dan mengelola diri.

Jakarta, 27 September 2006

No comments: