26 September 2006

Gapai bintang dengan Optimis

Tidak ada hati yang menderita mengejar impian, karena setiap detik pengejaran adalah detik pertemuan dengan Tuhan dan keabadian
(Paulo Coelho)

Di binar mataku hanya ada tiga kata ;
Satu, OPTIMIS
Dua, OPTIMIS
Tiga, OPTIMIS
Lho?
Ya, OPTIMIS amat berarti dalam benakku karena dengan keyakinan dan keoptimisan dalam menggapai mimpi, jatuh bangun berapa kalipun tidak akan membuatku berhenti berjalan.”Selalu ada cahaya di depan sana, selalu ada jalan di ujung sana.” Tidak ada sesuatu yang bisa mematahkan mimpi kecuali akhirnya Tuhan mencabut nyawaku.
OPTIMIS seringkali muncul ketika duka mendera, ketika putus asa sempat menyiksa, ketika lelah menyerang, ketika nyeri menduri, dan ketika gelap mendatangi. Sekali lagi, Optimis sekonyong-konyongnya datang ketika semua menyatakan ‘tidak mungkin’ tapi dalam hatiku ‘semuanya bisa terjadi’
Banyak hal positif yang kudapatkan dalam keoptimisan, apa yang tidak mungkin memang menjadi mungkin. Beberapa barisan keinginan yang kutulis dalam diary menjadi bukan mimpi lagi melainkan kenyataan, semua karena aku Optimis menjalani semuanya.
Apakah ini berarti aku tidak pernah merasa putus asa? Sempat, pernah, dan akhirnya aku kembali mengobarkan semangat dengan sekali lagi, Optimis!
Jadi, kupikir putus asa bisa terjadi pada siapa saja namun jangan sampai kita kalah dengan putus asa dan segeralah menggempurnya dengan OPTIMIS kembali. Insya Allah, jalan menuju mimpi itu akan lancar dan diberkahi.

Bandung, 24 September 2006

No comments: