18 September 2006

Dia selalu mencintaiku ….

Jika Anda tidak berusaha terus-menerus menjadi seperti Anda dan tidak mengikuti orang lain, maka di dunia ini, Anda akan sendirian
(Berlyn)

Aku merasakannya…dia selalu mencintaiku dan dia sabar menghadapiku. Kadang perasaan 'nggak puas' itu menerpaku walau aku sudah berjanji dalam diri bahwa kunci kebahagiaan bukan lagi urusan apa yang sudah kita miliki tapi apa yang kita syukuri. BERSYUKUR, Insya Allah ingin menjadi tahapan awal kebahagiaanku.
Bersyukur adalah dengan menerima kelebihan dan kekurangan baik pada diri kita sendiri maupun pada orang lain. Ya, kita semua adalah individu unik yang harus selalu disyukuri.
Sayangnya, karena aku adalah manusia biasa, mengelak dari ketidakpuasan itu terasa sulit lantas kemudian membuat hati bergemuruh dan mengerang serta berteriak "Aku tidak puas!"
Aku tidak puas lengkap dengan argumen yang seolah-olah mengatakan bahwa aku benar dan dia salah. Astagfirullah, maafkan aku!
Beruntung sekali, sejak niat memperbaiki diri itu sudah tertanam dalam hati, perasaan tidak puas itu hanya datang dan kemudian pergi dengan sendirinya. Ketika datang aku mengantisipasinya dengan koreksi diri, ketika pergi aku mengamininya dengan melakukan segalanya lebih baik.
Dan dia….di samping segala yang aku 'perdebatkan' dan membuatku merasa 'tak puas' dia tetap di sampingku dan mencintaiku apa adanya. Tanpa pernah merasa harus merubah dirinya menjadi orang lain demi memuaskanku…dan aku, kini semakin menyadari bahwa dia pun telah mencintaiku apa adanya tanpa menuntutku harus berubah untuk memuaskannya.
Belajar…satu hal lagi yang aku pelajari bahwa kita berkewajiban mencintai siapapun tanpa berusaha merubahnya. Kita semua unik, lengkap dengan lebih dan kurangnya!!!

Jakarta, 17 September 2006

No comments: