18 September 2006

Kerjakan apa yang menurut Anda benar!

Kerjakan apa yang menurut Anda benar, dan palingkan punggung Anda bagi setiap kritikan yang tidak layak
(Thomas Jeferson)

Dimanapun kita berada satu yang harus dilakukan adalah –kerjakan apa yang menurut kita benar-
Menurut kita benar? Ya, menurut kita benar! Tapi bukankah setiap orang itu selalu merasa benar? Ya, setiap orang memang selalu berpikir dirinya benar! Lalu? Melakukan sesuatu yang menurut kita benar bukan berarti tidak memikirkan orang lain lho! Sebagai orang yang mengerjakan sesuatu yang menurutnya benar tentu saja karena dia sudah mengetahui dan mempertimbangkan apa yang dikerjakannya.
Satu contoh, Jika Anda ditempatkan sebagai seorang manager tentu sudah harus tahu job role seorang manager, bukan semata-mata bertindak 'bossy!" kepada anak buah. Memerintah tentu karena sudah tahu bahwa perintah itu tidak keluar jalur. Anda sudah melakukan hal yang benar walau akhirnya anda mendapatkan kritik karena begitu banyak pekerjaan yang anda berikan kepada bawahan. Lho? Bukankah pekerjaan itu memang sudah harus dikerjakan oleh mereka? Jadi, anda sudah melakukan hal yang benar dengan mengontrol tindakan anak buah sesuai job masing-masing walau buat mereka terasa berat.
Dalam keseharian anda akan melakukan hal yang benar ketika anda berhasil menghitung untung rugi dari tindakan anda dan keuntungan anda jauh lebih banyak dibandingkan kerugian. Keuntungan dan kerugian tentu saja bukan berdasarkan nominal tapi berdasarkan posisi anda sebagai mahluk social. Pro dan kontra pasti ada tapi itu wajar dan selagi anda sudah bertindak benar menurut anda (keuntungannya lebih banyak.red) maka lakukanlah! Abaikan kontra!
Dimanapun kita berada – palingkan punggung anda pada kritik yang tidak layak-
Kritik? Huuum, kadang kritik itu bisa datang sangat menyakitkan tapi bukan berarti bahwa kita jadi orang yang tidak peka pada kritik sebab pada dasarnya kritiklah yang akhirnya bisa membangun kita (asal kita nggak sensi aja! Hehehe)
Kritik membuat kita tumbuh berkembang secara dewasa walau kadang bisa membuat kita down. Belajarlah dari kritik yang baik dan jika memang anda sudah merasa anda benar lantas kritik datang dengan komposisi arah tidak layak maka palingkanlah punggung anda.
Bersikaplah seolah-olah kritik itu sahabat sekaligus musuh kita. Bersahabatlah dengan mempergunakan kritik sebagai langkah awal memperbaiki diri dan jadikan musuh kita ketika anda mulai merasa goyah karena kritik menyakitkan.
Nah, selamat berlaku benar menurut anda serta membangun diri melalui –salahsatunya- kritik!

Jakarta, 17 September 2006

No comments: