13 November 2005

Berpikir Kaya?Harus itu!

Konon katanya, Kemiskinan dan kekayaan merupakan lingkaran setan bagi suatu kaum di dalamnya. Banyak orang menganggap ketika mereka berada di lingkaran miskin, maka mereka akan kesulitan keluar dari kemiskinan itu. Banyak orang menganggap bahwa keberuntungan-keberuntungan akan didapatkan pada orang yang berada di lingkaran setan kekayaan. Terlebih sekarang ini, dalam kondisi serba sulit. BBM melambung nggak kira-kira, biaya serba mahal, maka semakin pesimislah si miskin untuk bisa jadi orang kaya, minimal lebih baik dan keluar dari lingkaran miskin. Ketika si miskin bertambah miskin dan si kaya bertambah kaya. Oh alangkah menyedihkan!
Padahal sebenarnya kemiskinan itu terkadang terbentuk dari cara berpikir kita. Yup, pikiran kita dapat menyatakan kehidupan kita sebenarnya. Ketika kita berpikir 'miskin' maka kita akan menjadi miskin. Dan ketika kita berpikir 'kaya' maka kita akan menjadi kaya.
Dua pola pikir miskin adalah pesimis dan putus asa. Sedangkan dua pola pikir kaya yang bisa membuat kita kaya adalah optimis dan pantang menyerah. dua pola pikir yang saling bertentangan, bukan? tapi kita akan merasakan dampaknya dalam kehidupan kita ketika kita memiliki salah satu pola pikir tersebut. Kita tinggal memilih, kita mau berpikir miskin atau kaya.
Kemiskinan dan kekayaan bukan semata-mata dilihat dari seberapa banyak deposito di bank, seberapa tinggi jabatan, seberapa keren penampilan, dan seberapa 'paling' hebat dibandingkan yang lainnya. Kemiskinan dan kekayaan adalah ditentukan dari bagaimana cara kita berpikir.
Banyak sekali kisah-kisah kesuksesan orang-orang yang berpikir kaya ketika mereka miskin (secara material) akhirnya membuat mereka benar-benar kaya. Memang, tak bisa kita pungkiri bahwa material menjadi salah satu tolok ukur dari apa yang dinamakan 'kaya' tapi bagaimana mengawali segalanya adalah dengan berpikir kaya.
Alangkah pentingnya berpikir kaya untuk bisa keluar dari lingkaran setan kemiskinan. Saya, anda, kita semua tak perlu takut memandang masa depan ketika kita merasa paling rendah dibandingkan orang-orang di sekitar kita karena dengan berpikir kaya maka kita akan diberikan kekuatan untuk mewujudkan apa yang ada di pikiran kita. Berpikirlah miskin maka anda miskin dan berpikirlah kaya maka anda kaya!
Banyak orang miskin yang berpikir miskin sehingga dia tak mampu keluar dari kemiskinan. Banyak orang miskin yang berpikir kaya sehingga dia menjadi kaya. Banyak orang kaya yang berpikir miskin sehingga dia merasa tak hidup dengan limpahan keberuntungan. Terakhir, banyak juga orang kaya yang berpikir kaya sehingga dia dapat mempertahankan kekayaannya. Jadi, sesungguhnya miskin atau kaya itu tergantung dari cara kita berpikir.
Novel perdana karya Andrea Hirata berjudul "Laskar Pelangi" terbitan Bentang Pustaka, Yogyakarta merupakan rangkaian kisah nyata dalam hidup penulis mengenai bagaimana keluar dari kungkungan kemiskinan yang ada dengan cara berpikir kaya yaitu optimis dan pantang menyerah. Andrea menjabarkan dengan sangat detail proses hidup dengan modal berpikir kaya yang mengantarkan dirinya dan beberapa teman masa kecilnya menjadi 'seseorang' yang lebih baik. Dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu, dari kemiskinan menjadi kaya, dari bukan apa-apa menjadi apa-apa. Oh alangkah nikmatnya hikmah dari berpikir kaya!
Saya, anda, dan kita semua tidak perlu takut memandang masa depan! Jangan takut untuk memimpikan sesuatu dan berjuang mendapatkannya. Optimis dan sikap pantang menyerah akan mengantarkan kita untuk merealisasikan mimpi tersebut. Jangan gentar ketika semua orang menertawakan impian kita dan menyatakan mimpi itu tidak mungkin bisa kita capai karena sekali kita berpikir itu bisa, maka kita PASTI BISA!
Jadi, kita harus yakin bahwa kemiskinan ataupun kekayaan bukanlah lingkaran setan bagi suatu kaum. Si miskin bisa keluar dari kemiskinannya ketika dia berpikir kaya, dan si kaya malah bisa jatuh miskin ketika dia berpikir miskin. Banyak hal yang bisa kita realisasikan dengan cara kita berpikir. Pikirkanlah, untuk berpikir kaya dalam kondisi apapun.
Dikaitkan dengan kondisi serba sulit di negara kita. Kita pun harus tetap berpikir kaya! Jika semua orang bisa berpikir seperti itu maka, Insya Allah, kita akan dapat melampaui segala kesulitan dengan baik. Tak akan ada lagi ada peristiwa bunuh diri, pembunuhan, perampokan, kekacauan karena si miskin merasa miskin. Tak akan ada korupsi, manipulasi, kebohongan publik, penyelewengan karena si kaya berpikir miskin. Yang ada hanyalah perubahan ke arah lebih baik secara terus menerus. Lebih baik dan terus lebih baik. Si miskin yang menjadi kaya, si kaya yang tetap kaya bahkan lebih kaya.

No comments: