27 September 2005

Puisi : Cinta

Kita tak pernah mengerti mengapa ada perih dalam cinta

Bahkan banyak kepalsuan mengatasnamakan cinta

Atau harus berpisah ketika begitu mencintai

Mungkin saja kita dipaksa untuk memahami bahwa seperti itulah cinta

Pantas banyak yang mengatakan berani jatuh cinta harus pula berani bersakit-sakit

Ketika selepas bahagia sedetik kemudian meraung bertangisan

Hingga usia seperempat abad kini

Aku masih tak bisa mengerti darimana rasa sakit itu tiba-tiba hadir

Aku pula tak memahami mengapa harus mencintai sendiri

Yang ku bisa lakukan, hanya menatapnya dari jauh

Berharap-harap bahwa suatu ketika dia menyadari ada yang menunggu

Di sini…di sebuah perbatasan antara benci dan cinta

Oh, alangkah tipisnya kedua rasa itu


Yogyakarta, 260905


No comments: