20 August 2005

Iya, ini merupakan cerita nyata saat saya merasa dieluk-elukan oleh beberapa orang yang tiba-tiba saja tahu, kalau saya adalah penulis buku yang sedang dibaca salah seorang diantara mereka.
“Mbak, nama lengkap mbak siapa?” tanyanya.
“Nama mbak Indari Mastuti, bukan?” tanya yang satunya lagi. Dan ketika saya menganggukkan kepala. Sontak saya dicubitin, dipeluk, dan langsung di kerubutin mereka. Rata-rata mereka meminta tanda tangan.
Well, terbongkar sudah deh!
Jadi, ceritanya salah satu diantara mereka membaca salah satu novel saya. Kemudian mereka mengira-ngira kok photo yang ada di novel tersebut mirip dengan saya yang setiap hari berbicara dengannya…hahaha…awalnya nggak ngeh karena mereka cuman tahu nama saya Iin.
Terakhir karena seringkali menatap wajah saya dan menyamakan dengan gambar. Dia memberanikan menanyakan. Akhirnya terbongkar deh..!
Apa yang terjadi kemudian? Selain diperlakukan bak selebritis..cieeee….saya langsung diserbu dengan banyak pertanyaan dan ciuman. Sebisa mungkin saya jawab, tapi saya agak canggung karena tiba-tiba perlakuan mereka pada saya jadi berbeda. Saya merasa terlalu diistimewakan.
Berbicara masalah ini dan belajar dari peristiwa demi peristiwa. Saya, paling ogah menonton konser karena saya merasa bahwa orang yang berada di panggung selalu menjadi Tuhan bagi penontonnya. Banyak yang menjerit histeris, pingsan, bahkan rela menukar kehidupan demi melihat bintang idolanya. Seperti juga Anda, mereka memiliki kekurangan. Dan lebih malunya saya, saat seorang ibu mengatakan ingin memiliki anak sesempurna saya. Lha, siapa bilang saya sempurna? Karena saya, Anda, dan kita semua adalah manusia biasa maka kita memiliki kekurangan disamping kelebihan.

No comments: